
Pagi ini Dea telah diizinkan untuk pulang setelah melakukan rangkaian pemeriksaan.Wanita hamil itu tampak tersenyum lebar karena ia bisa tidur nyaman di kamarnya.
"Kak...kita mau kemana?", tanya Dea karena Kalen membawanya bukan ke arah apartemen.
"Nanti kamu juga tau baby",jawab Kalen.
"Kak...kamu--Dea menatap Kalen penuh selidik.
"Apa sayang...aku jamin kamu senang",ujar Kalen terkekeh melihat sang istri yang menatapnya.
"Kamu gak asyik Kak",jawab Dea bersidekap di dada.
"Baby...ini kejutan buat kamu,jika aku mengatakannya sekarang gak surprise dong",ujar Kalen mengusap punggung tangan sang istri.
"Kak...aku gak butuh itu semua.Aku tuh saat ini pengen rebahan dikamar", keluh Dea.
"Iya...nanti kamu juga bisa rebahan sayang",jawab Kalen.
"Kak--Dea menghentikan ucapannya saat mobil yang dikendarai Kalen memasuki Bandara.
"Kenapa?", tanya Kalen tersenyum lebar.
"Ini kita--
"Paris...",jawab Kalen.
"Kak...kamu-- Dea menatap Kalen berkaca-kaca.
"Hai...kamu kenapa baby?",ujar Kalen mamarkirkan mobilnya.
"Kak aku... bahagianya",isak Dea karena untuk pertama kalinya ia pergi luar negeri.
"Benarkah...jadi kejutanku berhasil membuatmu bahagia?", tanya Kalen menghapus jejak air mata dipipi sang istri.
"Ya..."
"Baiklah ayo kita turun",ujar Kalen yang turun lebih dulu setelah itu membukakan pintu untuk sang istri.
"Kak--
"Ya... mereka ikut kita",ujar Kalen saat Aris dan Dokter Sasha melambaikan tangan kearah mereka.
__ADS_1
"Kak...kamu itu penuh kejutan tau gak",ujar Dea tersenyum tipis.
"Ya... mereka juga aku kasih tiket hannymoon ke Paris.Sekalian berangkat bareng kita karena kamu nanti ada yang bisa memantau jika terjadi sesuatu sama kandungan kamu",ujar Kalen.
Dea berjalan mengahampiri Aris dan Dokter Sasha sedangkan Kalen menurunkan barang bawaannya dari bagasi mobil.
***
Pesawat mereka akhirnya lepas landas dari bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Charles de Gaulee,Paris.
Dea tampak murung karena kali ini pramugari kembali berusaha mencari perhatian suaminya.Mana Pramugarinya cantik dengan body bak model.Sedangkan ia bertubuh mungil dan mulai mengembang karena kehamilannya.
Kalen tak menyadari ekspresi sang istri karena sibuk dengan ponselnya.Pria itu tak begitu menghiraukan sekitarnya termasuk dua orang pramugari yang dari tadi mencari perhatiannya.
Dea memilih untuk menatap ke jendela menahan rasa kesalnya.Ditambah sang suami yang tak peka.
"Shitt...",umpat Kalen saat salah satu Pramugari menumpahkan minuman ke pakaiannya.
"Maaf Mas...saya akan--Pramugari untuk mengambil tisu dan berusaha untuk membantu Kalen mengering baju pria yang sudah mengeraskan rahangnya itu.
Dea menatap kesal Pramugari yang dari tadi memperhatikan suaminya itu.Apa yang dilakukan Pramugari itu sudah terbaca oleh Dea.
"Jangan menyentuhku...!", bentak Kalen membuat premugari itu tersentak kaget.Sedangkan Aris dan Sasha yang duduk didepan mereka tak begitu kaget karena ia sudah tau bagaimana seorang Kalen akan marah jika ada yang ceroboh.
"Ma-maaf Mas,saya tak sengaja",jawab premugari itu dengan suara gemetar.
"Bukankah kau di sekolahkan?, pergi...!", teriak Kalen diangguki pramugari itu yang menatap Dea tersenyum miring padanya.
"Ck...", Kalen berdecak kesal saat bajunya basah oleh minuman manis. Dan itu membuat tubuhnya lengket.
Dea mengambil tisu di dalam tasnya lalu membantu mengeringkan sisa minuman manis di dada Kalen.
Kalen hanya diam saja sembari memperhatikan sang istri membersihkan sisa minuman di tubuhnya.
"Kamu kenapa, hum?",tanya Kalen memegangi tangan Dea.
"Gak Kak...",jawab Dea menarik tangan.
Kalen membuka sabuk pengaman Dea dan menarik wanita hamil itu hingga duduk diatas pangkuannya.
Dea memalingkan wajahnya ke arah lain saat Kalen menatapnya."Tatap aku baby", bisik Kalen.
__ADS_1
Dea tak menghiraukan Kalen dan tetap tak mau menatap sang suami.
"Cemburu, hum?", bisik Kalen menarik dagu Dea hingga mata mereka saling tatap.
"Dia tak menyentuhku baby, kenapa kamu kesal,huh?", timpal Kalen mengusap bibir Dea dengan ibu jarinya.
"Dia sedari tadi berusaha mencari perhatian kamu Kak", lirih Dea.
Kalen mengulum senyumannya."Cemburu?",tanya Kalen.
"Gak...",jawab Dea.
"Aku gak peduli baby",ujar Kalen.
"Tapi dia cantik dan memiliki body--
"Tapi aku memilihmu,aku mencintaimu", bisik Kalen.
"Kak... turunin,malu sama Aris dan Dokter Shasa didepan",jawab Dea.
"Dia tak melihat kita sayang.Mungkin juga dia sama akan halnya dengan kita",jawab Kalen memeluk erat pinggang Dea.
"Kak..."
"Apa,masih kesal?",tanya Kalen.
"Hmmm..."
Kalen menarik tengkuk Dea lalu m****** bibir sang istri yang membuatnya begitu ingin menyesapnya.
"Aku milikmu baby",bisik Kalen mengusap lembut bibir Dea yang basah oleh salivanya.
"Aku hanya takut kamu tergoda Kak",ujar Dea.
"Dan itu bukan aku orangnya Dera sayang", gemas Kalen.
"Baju kamu basah Kak",ujar Dea menyentuh baju Kalen yang basah.
"Nanti kering sendiri baby",jawab Kalen.
"Tidurlah",ujar Kalen merebahkan kepala Dea di Dada bidangnya.
__ADS_1
...****************...