Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Omelan Mama Arita


__ADS_3

Kaira hanya diam mengikuti langkah Faris yang menarik pergelangan tangannya.Dia masih merasakan kemarahan pria itu saat ini dari genggaman tangannya yang begitu erat dipergelangan tangannya.Rahang pria itu tampak masih mengeras.


"Mas...",Kaira menghentikan langkahnya.


Faris menghentikan langkahnya, menoleh kebelakang."Ada apa,hm?",tanya Faris berusaha untuk terlihat tenang.


"Capek...jalannya bisa pelan gak?",jawab Kaira.


"Maafkan aku",ujar Faris tersenyum tipis.


"Hmmmm", jawab Kaira berdehem pelan.


"Mau aku gendong?",tanya Faris.


"Enggak...", ketus Kaira membuat Faris terkekeh.


"Ayo...jalan lagi",ujar Faris.


"Hmmm"


"Maaf ya...aku tadi kebawa emosi",ujar Faris.


"Si Ayuni itu masih ngejar kamu Mas?", tanya Kaira.


"Entahlah...",jawab Faris.


"Kok jawabnya gitu sih",kesal Kaira.


"Lalu kamu maunya aku jawab apa,hm?",tanya Faris.


"Iya atau enggak,gitu jawabnya",ujar Kaira.


"Kalau aku jawab iya, apakah kamu cemburu?",tanya Faris.


"Tergantung",jawab Kaira.


"Maksudnya?",tanya Faris menggenggam tangan Kaira saat melewati beberapa segerombolan pria yang tampak melirik Kaira.


"Ya...kalau kamunya merespon",jawab Kaira.


"Itu tidak akan pernah terjadi, hatiku sudah terpatri hanya untukmu",ujar Faris.


"Gombal kamu Mas", kekeh Kaira.


"Siapa yang menggombal,hm?.Aku serius sayang",ujar Faris mengecup punggung tangan Kaira yang ia genggam.


Jangan ditanya jantung Kaira saat ini, jantungnya berdetak kencang saat perlakuan manis Berdekatan dengan Faris membuat jantungnya tak sehat, selalu berdebar kencang.Seperti sekarang ini,tak hanya jantungnya yang berdebar kencang tapi juga pipinya yang terasa panas.


Faris makin mengenggam erat jemari sang kekasih menyalurkan rasa sayangnya pada sang kekasih.


"Kok baru nyampe?",tanya Dea saat keduanya memasuki halaman rumah.


Kaira melepaskan genggaman tangan Faris pada jemarinya."Tadi ada sedikit kejadian dijalan Kak",jawab Kaira gugup.


"Oh..."


"Aku kedalam dulu Kak,mau mandi.Gerah",ujar Kaira berlari memasuki rumah menghindari tatapan usil Dea.


"Ya..."


Faris tampak canggung lalu tersenyum tipis pada Dea yang sedang menyiram tanaman.Pria itu memasuki rumah dan masuk ke kamar tamu untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setelah ini ia berencana untuk pulang ke apartemen dulu untuk berganti pakaian sebelum berangkat ke restoran.


Faris kembali keluar kamar untuk mengambil pakaiannya di dalam mobil.Ia baru teringat ada beberapa pakaian kerjanya di dalam mobil untuk jaga jaga jika ada kerjaan keluar kota hingga ia tak perlu lagi pulang ke apartemen.


Biarlah ia memakai pakaian kerjanya dulu,ia juga berencana akan pulang ke apartemen dulu setelah ini.


Tring

__ADS_1


Mama is calling...


" Assalamualaikum Ma..."


"Waalaikum salam Ris,kamu gak ke restoran?",tanya Arita.


"Ke restoran kok Ma,Mama sudah sampai restoran?", jawab Faris.


"Baru sampai ini",ujar Arita.


"Sebentar lagi aku kesana Ma",jawab Faris.


"Ya sudah...Mama tunggu ya",ujar Arita.


"Ya Ma..."


Tut


Faris segera membersihkan tubuhnya karena tak ingin sang Mama menunggu lama kedatangannya.


Setelah selesai pria itu berpakaian lalu menghubungi sang kekasih yang ada di kamarnya.


******Sayang...jadi ikut ke restoran******?


Ting


Cinta


[Iya Mas,nih aku udah turun]


******Langsung berangkat ya,Mama udah nunggu.Sarapan direstoran aja nanti******


Cinta


[Iya Mas...]


"Yuk Mas...",ujar Kaira berdiri dari duduknya.


"Kak Kalen mana?", tanya Faris.


"Ada di dapur sama Kak Dea lagi masak",jawab Kaira.


"Aku pamit ke mereka dulu ya",ujar Faris.


"Ya..."


"Maaf Kak...aku pamit pulang dulu ya.Sekalian juga ajak Kaira ke restoran",ujar Faris.


"Iya..."


"Gak sarapan dulu Ris",ujar Dea.


"Nanti di restoran saja Dea,Mama sudah menunggu di sana soalnya",jawab Faris.


"Oh ya sudah.Titip salam untuk Tante Arita ya",ujar Dea.


"Iya...nanti saya sampaikan",jawab Faris.


Faris dan Kaira berangkat meninggalkan kediaman Kalen setelah berpamitan dengan Kalen dan Dea.


"Ke apartemen Mas dulu ya sayang",ujar Faris.


"Ngapain?",tanya Kaira.


"Ganti baju dulu,ini Mas pakai baju kerja.Terlalu formal jika pakai kemeja ke restoran",jawab Faris.


"Oh.... ya sudah",ujar Kaira.


Sesampainya di apartemen Faris langsung memasuki kamarnya sementara Kaira duduk disofa ruang tamu.

__ADS_1


Sekilas Kaira teringat akan kejadian disofa ini saat ia datang ke apartemen ketika ia pernah dilecehkan dulu.Ini adalah kedua kalinya ia datang ke unit apartemen Faris.


Kejadian hari itu tak mungkin ia lupakan begitu saja.Wajahnya memanas saat mengingat momen itu yang untuk pertama kalinya Faris menyentuhnya lebih dari sekedar berciuman.


Ceklek


Kaira menoleh saat pintu kamar Faris terbuka yang menampakkan pria biru berpakaian kasualnya.Baju kaos dilapisi jaket kulit dan bawahan memakai celana jeans membuat pria itu makin terlihat muda.


"Ayo sayang...",ujar Faris menyadarkan Kaira dari lamunannya.


"Ah i-iya",jawab Kaira gelagapan.


Faris dan Kaira berjalan bergandengan tangan keluar dari apartemen.Pria itu tak merengkuh pinggang Kaira saat ada pria yang berselisih jalan dengan mereka.Ia tak ingin Kaira digoda pria manapun.


Sesampainya di restoran keduanya turun dan kembali bergandengan tangan memasuki restoran yang sudah tampak ramai pengunjung yang kebanyakan anak muda sebaya Kaira.


Kaira di buat kesal karena begitu banyak para gadis itu mencuri pandang pada Faris.Namun Faris hanya diam saja dan tak menggubris godaan dan candaan dari pengunjung.Baginya tak ada gadis yang secantik gadis yang saat ini ia gandeng.


"Itu Mama",ujar Faris menunjuk sang Mama yang sedang berada di dapur bersama sang koki.


"Hampiri sana,aku ke ruanganku dulu yang ada disana", timpal Faris menunjuk sebuah ruangan tertutup.


"Iya Mas...",jawab Kaira.


"Oh ya mau sarapan apa?,nanti aku masaki ya.Aku meletakkan laptop ini dulu",ujar Faris.


"Terserah kamu aja enaknya apa Mas",jawab Kaira.


"Ya sudah... aku tinggal sebentar",ujar Faris.


"Iya Mas...",jawab Kaira.


Kaira melangkah pelan memasuki dapur yang tampak beberapa orang koki sibuk membuat makanan.


"Mama...",cicit Kaira pelan.


Arita menoleh dan tampak terkejut lalu tersenyum lebar."Kaira...ya ampun sayang.Kamu kesini sama siapa,hm?",tanya Arita menghampiri Kaira.


"Sama Mas Faris,Ma",jawab Kaira menyalami punggung tangan Arita.


"Oh... Farisnya mana?",tanya Arita.


"Ke ruangannya Ma", jawab Kaira.


"Maaf Mama lagi--


"Boleh aku bantu Ma?,mau belajar masak juga",ujar Kaira sedikit malu karena ia memang tak bisa memasak kecuali telor ceplok dan mie rebus.


"Boleh.Ayo Mama ajarkan,kita bikin makan kesukaan Faris",jawab Arita.


"Ayo Ma...",ujar Kaira tampak bersemangat",ujar Kaira.


"Faris itu suka makanan pedas apapun makanannya yang penting itu ada sambalnya.Dan juga ayam cabe ijo", tutur Arita.


"Ma..."


"Ris...kamu mau apa?", tanya Arita saat Faris mengambil bawang.


"Mau bikin sarapan untuk Kaira Ma,dia belum sarapan",jawab Faris.


"Ya ampun Faris,bawa anak gadis orang kok belum dikasih makan.Sudah jam berapa ini",omel Arita.


"Hehehe..."


"Maafkan Faris ya Kaira", ujar Arita.


"Gak apa apa kok Ma", jawab Kaira.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2