
Hari ini adalah hari kepulangan Faris dan Kaira untuk kembali ke Indo setelah satu minggu berada disini.Mereka tak hanya melakukan adegan ranjang tapi juga menikmati pulau indah itu dengan berbagi kegiatan.Jika tidak teringat akan pekerjaaannya dia masih ingin berada disini satu minggu lagi.Tapi Faris tidak bisa meninggalkan perusahaannya terlalu lama karena perusahaanya sangat membutuhkannya.Dan wanitanya juga harus melanjutkan pendidikannya setelah dari bulan madu mereka.
Faris tersenyum melihat Kaira yang sedang merias diri di depan cermin dengan tubuhnya yang dibalut gaun mahal yang di belikan Faris dua hari yang lalu karena dikoper tak ada pakaian yang layak dipakai untuk keluar kamar semuanya hanya ada lingerie dengan berbagai model.
Mana rela Faris membiarkan wanitanya berpakaian seperti itu meski kebanyakan wisatawan yang berpakaian terbuka namun ia tidak mengizinkan sang istri memperlihatkan tubuh indahnya pada semua orang selain dirinya.
"Cantik...",ucap Faris saat Kaira menghampirinya yang duduk di pinggir tempat tidur.
Kaira bersemu merah saat dipuji demikian,meski bukan pertama kalinya Faris mengucapkan kata kata itu tapi tetap saja membuatnya merona.
"Bajunya apa orangnya?",tanya Kaira duduk diatas pangkuan sang suami lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Faris.Ia sudah berani sekarang dan tidak malu lagi untuk duduk di atas pangkuan pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Orangnya dong sayang.Bajunya jadi kelihatan cantik karena orang yang memakainya yang cantik",puji Faris memeluk pinggang Kaira dengan begitu mesra.
"Hahahaha... orang dingin kayak kamu ternyata jago menggombal ya Mas", gelak Kaira.
"Mas tidak pernah menggombal sayang,Mas berkata jujur", jawab Faris jujur karena memang benar adanya jika istrinya itu begitu cantik.
"Oh ya...?",tanya Kaira.
"Huummm...ayo kita harus cekout dari sini sebelum aku kembali menyerangmu", bisik Faris.
Kaira segera bangkit karena tak ingin lagi diserang pria itu.Bukan dia tidak mau tapi dia tidak ingin riasannya rusak.
Faris tersenyum melihat tingkah Kaira yang menurutnya lucu.Pria itu menyeret koper miliknya dan milik Kaira keluar dari kamar itu.Dan sebelah tangannya menggenggam mesra jemari sang istri.
Kedua berhasil cekout lalu menuju bandara dimana pesawatnya sudah standby.Pria itu tak melepaskan genggaman tangannya pada jemari Kaira.Seakan tak rela wanitanya itu menjauh dari dirinya.
"Kamu kapan mulai kuliahnya sayang?",tanya Faris lembut dimana saat mereka berada didalam mobil menuju Bandara.
__ADS_1
"Lusa Mas, kenapa?",tanya Kaira menatap sang suami.
"Enggak...kamu Mas antar jemput ya",jawab Faris merangkul bahu Kaira.
"Apa kamu gak kecapekan Mas?",tanya Kaira.
"Tidak jika itu untukmu",jawab Faris.
"Tapi jika Mas sibuk kamu bisa membawa mobil sendiri", timpal Faris.
"Baiklah Mas",jawab Kaira.
Tak lama mobil mereka akhirnya sampai di Bandara.Keduanya turun dari mobil dan Faris mengambil barang barang mereka di bagasi mobil.Faris membawa Kaira menaiki pesawat pribadi yang seminggu lalu mengantarkan mereka ke pulau ini.
Kaira merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.Ia tak mempedulikan pramugari yang menatapnya.Faris suaminya jadi untuk apa ia malu.
Faris,pria itu membiarkan istrinya berbuat sesuka hatinya.Dia tidak akan menolak jika Kaira menempel pada tubuhnya.Malah dia menyukainya karena ia pun tak bisa jauh dengan wanitanya itu.
"Biarkan saja sayang,Mas tidak peduli karena Mas hanya akan menatapmu saja",jawab Faris tak memperdulikan tatapan pramugari itu.Bahkan ia tak menoleh saat Kaira menunjukan pramugari itu.
"Janji ya",ujar Kaira menelengkan kepalanya menatap Faris yang begitu sangat tampan menurutnya.
"Janji baby,i love you more",jawab Faris.
Kaira menyunggingkan senyumannya,wanita itu bahagia mendengar jawaban sang suami."I love you more to Mas", balas Kaira.
Faris melabuhkan kecupan di kening sang istri dengan penuh kasih sayang.Ia memang sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan melirik wanita lain selain wanita di sebelahnya ini yang sudah menemaninya dari nol.Mau menerima kekurangannya yang masih belum sesukses kedua Kakak istrinya itu.Tapi ia akan berjuang untuk membahagiakan sang istri meski bukan harta yang menjadi sumber kebahagiaan tapi caranya memperlakukan sang istri.
Setelah menempuh perjalanan selama lima jam lebih pesawat mereka akhirnya mendarat sempurna di Bandara Soekarno Hatta.Faris membangunkan sang istri yang tertidur.
__ADS_1
"Sayang... bangun", bisik Faris.
"Jangan mengangguku Mas", rengek Kaira yang masih memejamkan matanya membuat pria itu terkekeh.
"Ayo sayang,mau Mas gendong?", tanya Faris.
Kaira membuka kedua matanya perlahan, senyuman sang suami adalah hal pertama kali ia lihat.
"Ayo... kita sudah sampai",ujar Faris merapikan rambut Kaira yang berantakan.
"Ya Mas...",jawab Kaira tersenyum tipis.
Faris dan Kaira turun dari pesawat tapi Kaira terlihat kesal karena pramugari itu kembali mencari perhatian suaminya saat mereka akan turun.Meski Faris tak menanggapi tapi ia tetap aja kesal.
Menurut Faris pramugari itu hanya melakukan tugasnya saja namun sang istri malah salah menanggapinya.Tapi ia tak mau berkomentar dari pada wanitanya itu merajuk nantinya.Dan tentu saja ia tak ingin itu terjadi.
"Kita pulang ke apartemen dulu ya.Mas lagi--
"Kemanapun itu asal sama kamu aku mau Mas",sela Kaira.
Faris tersenyum mendengar jawaban sang istri.Bukan ia tidak bisa membelikan istrinya rumah.Rumah itu malah hampir rampung,dan nantinya akan menjadi kado ulangtahun sang istri .
Wanitanya itu akan berulang tahun dua bulan lagi jadi untuk sementara waktu ia akan tinggal di apartemen miliknya.
"Mas janji akan membelikan kamu rumah sesuai dengan apa yang kamu inginkan.Sabar sebentar lagi ya sayang",ujar Faris.
"Iya... santai aja Mas,aku gak nuntut kamu kok",jawab Kaira.
"Terimakasih sayang sudah mau mengerti", timpal Faris.
__ADS_1
"Iya...", jawab Kaira.
...****************...