Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Peringatan Marisa


__ADS_3

"Aku--


"Kalen... lihatlah pergelangan tangan Dea memerah seperti ini",ujar Marisa melihat pergelangan Dea yang memerah.


"Aku gak apa apa Ma.Kak Kalen gak sengaja",jawab Dea.


"Dea jangan membela pria ini",ujar Marisa.


"Ma...Kak Kalen lagi gak baik baik saja.Jadi jangan memarahi Kak Kalen Ma",jawab Dea menatap suaminya yang tampak kacau.


"Ya sudah...kalian masuk sana",ujar Marisa.


"Ya Ma..."


"Apa yang terjadi Dea?", tanya Tuan Wiliam saat melihat cucunya memasuki kamar tanpa menegurnya.


"Dea juga gak tau Kek...tadi Kak Aluna minta maaf dan pamit untuk pergi",jawab Dea.


"Apakah anak itu belum move on?",gumam Tuan William.


"Kek...aku samperin Kak Kalen dulu ya",ujar Dea diangguki oleh Tuan.


Dea memasuki kamar milik Kalen untuk kedua kalinya.Ia menatap sekeliling kamar namun tak menemukan pria itu.


Dea meletakkan tasnya di atas tempat tidur lalu berjalan menuju pintu kamar mandi karena ia yakin suaminya itu berada disana.


Ceklek


"Kak..."


"Bagaimana dengan pergelangan tanganmu",ujar Kalen melihat pergelangan tangan Dea yang sedikit memerah.

__ADS_1


"Gak apa apa Kak.Bagaimana dengan Kakak?",tanya Dea.


"Aku...?", Kalen menunjuk dirinya.


"Ya...aku tau Kakak gak baik--


"Aku baik baik saja Dera.Maaf tadi aku terbawa emosi",ujar Kalen mengecup kening Dea cukup lama.


"Yakin...?", tanya Dea.


"Kamu ini kenapa, hum?.Aku sudah move on dari wanita itu sayang.Kamu lah yang kini ada disini",ujar Kalen meletakkan telapak tangan Dea di dada kiri pria itu.


"Kak..."


"Dia masa laluku dan kamu adalah masa depanku,ibu dari anak anakku nantinya",ujar Kalen mengusap pucuk kepala Dea.


Dea tersenyum lalu memeluk pria yang kini bertelanjang dada."Aku pikir Kakak masih memiliki perasaan padanya",lirih Dea memejamkan kedua matanya menikmati aroma tubuh Kalen.


"Ayo kita keluar Kak,Ada Kakek dan Mama",ujar Dea.


"Ya...aku berpakaian dulu",jawab Kalen mengurai pelukannya.


"Aku tunggu di luar ya Kak",ujar Dea melangkah meninggalkan kamar.


"Ya.. sayang"


Dea menghampiri mertuanya yang berada diruang tengah.


"Mana Kalen Dea?",tanya Tuan Wiliam.


"Lagi berpakaian Kek",jawab Dea.

__ADS_1


"Kalian baik baik saja kan?",tanya Marisa mengusap bahu Dea.


"Kita baik baik aja Ma",jawab Dea tersenyum lebar.


"Kalen...Mama akan salah satu pelayan kita ke sini agar ada yang membantu kalian",ujar Marisa pada putranya yang baru saja datang.


"Gak perlu Ma.Kita akan melakukan semuanya disini berdua", jawab Kalen mendudukkan dirinya disamping sang istri.


"Kamu jangan--


"Aku tau Ma...", sela Kevin.


"Kamu ini",Marisa menggeleng pelan anaknya yang tampak begitu bucin pada Dea.


"Menantu ayo kita pulang",ujar Tuan Wiliam.


"Dea Mama pamit dulu.Jika Kalen menyakiti kamu bilang Mama,oke",ujar Marisa.


"Ya Ma...", jawab Dea menyalami punggung tangan kedua mertuanya.


Sepeninggal keduanya Kalen memeluk wanitanya itu dengan begitu erat.


"Aku mencintaimu sayang",lirih Kalen melabuhkan sebuah kecupan pada leher jenjang Dea.


"Aku juga Kak",jawab Dea tersenyum tipis.


"Kak sejak kapan foto itu ada disana?",tanya Dea menunjuk foto pernikahannya dengan Kalen yang dipajang di ruang tamu.


"Aku yang minta Mama buat pasang sayang", jawab Kalen.


"Kak...aku--

__ADS_1


...****************...


__ADS_2