Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Mual


__ADS_3

Kalen berjalan menuju ruang meeting meninggalkan sang istri yang berada diruangannya.Meski ia cemas namun ia juga harus menghadiri rapat kali ini dengan para jajaran membahas mengenai kemajuan perusahaan kedepannya.


Kalen memasuki ruang meeting dengan langkah tegap dan wajah datar dan dinginnya.Meski memiliki wajah tampan namun Kalen selalu memasang wajah datar tanpa ekspresi.


Semua para karyawati yang semulanya tersenyum sumringah melihat kedatangan Kalen namun mereka tiba tiba menegang melihat wajah datar Kalen.


Pria itu memimpin rapat dengan tatapan mata yang tajam pada seluruh jajaran yang hadir.Mungkin jika saat memimpin rumah sakit ia akan memimpin dengan wajah yang ramah berbeda kali ini ia menunjukkan wibawanya sebagai CEO dengan ekspresi wajah yang datar.


Setelah selesai Kalen keluar ruangan lebih dahulu diikuti oleh Faris sang asisten.Barulah dikuti oleh para jajaran lainnya.


"Gila...Pak Kalen serem banget,tampan sih tapi wajahnya datar",ujar salah satu karyawati.


"Huuuhh...kamu benar,tau gak selama rapat tadi gue tegang banget dan untuk nafas aja susah",jawab temannya.


Sementara itu Kalen memasuki ruangannya tak menemukan Dea disana.Pria itu langsung berlari menuju toilet dan benar saja wanita itu sedang memuntahkan isi perutnya.


"Baby...kamu--Kalen langsung memijit tengkuk sang istri untuk mengurangi rasa mualnya.


"Mual banget Kak",lirih Dea dengan mata berkaca-kaca.


"Ya aku tau... keluarkan saja semuanya",ujar Kalen dengan lembut.

__ADS_1


"Udah...",lirih Dea menyandarkan punggungnya didada bidang sang suami.


Kalen dengan sigap langsung menggendong sang istri keluar dari sana.Dan merebahkan diatas sofa runagan kerjanya dengan hati hati.Ia akan merenovasi ruangannya dengan membuatkan kamar pribadi untuknya jika sang istri tiba tiba seperti ini.


"Masih mual?",tanya Kalen mengusap lembut perut Dea yang terasa mulai membuncit oleh telapak tangannya.


"Sudah agak mendingan jika kamu usap kayak gitu Kak",lirih Dea.


Tok tok tok


"Sebentar sayang aku bukain pintu dulu",ujar Kalen diangguki Dea.Iatak ingin Faris masuk dengan keadaan Dea seperti ini.


Ceklek


"Maaf Pak...ini hasil rapat tadi dan beberapa berkas yang harus ditandatangani",ujar Faris menyerahkan beberapa map.


Kalen menerima map itu dan kembali menutup pintu setelah mengucapkan terimakasih pada anak asisten.


Kalen kembali menghampiri sang istri dan memeriksa denyut nadi Dea dengan jarinya.Kalen bersyukur jika Dea baik baik saja.Ia akan menelfon salah satu pelayannya dirumah untuk mengantarkan obat mual Dea ke kantor.Untuk pulang saat ini ia tak bisa karena ada beberapa pekerjaan yang harus melibatkan dirinya.


"Kak...",lirih Dea.

__ADS_1


"Ya sayang", jawab Kalen mematikan ponselnya setelah menghubungi pelayannya dirumah dan mengirim alamat kantor.


"Aku mau minum, tolong--


"Oke,kamu rebahan saja.Biar aku ambilkan",jawab Kalen.


Kalen dengan penuh kehati-hatian membantu Dea untuk minum.Pria itu begitulah sangat iba melihat keadaan sang istri.Namun ia tau apa yang dialami Dea adalah normal karena semester pertama kehamilan mual itu sangat wajar.


"Aku janji akan selalu ada buat kamu sayang",lirih Kalen yang begitu iba melihat tubuh lemas sang istri.


"Ya Kak...",jawab Dea lirih.


"Kamu mau makan apa,kamu harus makan dulu karena sebentar lagi Bibik akan mengantarkan obat kamu sayang",tanya Kalen.


"Aku gak mau apa apa Kak",lirih Dea.


"Tapi kamu harus makan sedikit saja dulu sayang sebelum menegak obat kamu",ujar Kalen.


"Bubur aja Kak",jawab Dea.


"Baiklah...",jawab Kalen langsung meminta Faris untuk membelikan bubur.

__ADS_1


...****************...


Maaf pendek ya...tapi nanti up lagi kok sambungannya.Mohon like dan komentar serta subscribernya.


__ADS_2