
"Ra..."
"Ya Kak...ada apa?",tanya Kaira mendongakkan kepala yang sedang fokus pada sarapannya.
"Begini,beberapa minggu ke depan jadwal Kakak dirumah sakit sangat padat yang membuat Kakak jarang ke kantor.Kamu mau kan membantu Faris di kantor.Soalnya jadwal pekerjaan Faris menjadi double karena Kakak gak ke kantor",jawab Kalen.
"Aku ke sini tuh buat liburan Kak bukan kerja",ujar Kaira.
"Iya Kakak tau,Kakak janji akan memberikan kamu gaji dan nanti tiket liburan kemanapun kamu mau",tawar Kalen.
"Sungguh?",tanya Kaira dengan mara berbinar saat mendengar kata liburan.
"Ya..."
"Baiklah,aku setuju",jawab Kaira.
Dea menggeleng pelan melihat suami dan adik iparnya itu.
"By,sebaiknya kamu cari sekretaris aja lagi",ujar Dea.
"Gak sayang.Aku berencana mengundurkan diri dari rumah sakit dan fokus pada perusahaan sayang",jawab Kalen.
"Oh..."
"Selamat pagi Pak",ujar Faris yang baru saja datang untuk menjemput Kalen.
"Pagi...",jawab Kalen.
"Sarapan dulu Faris",ujar Dea.
"Terimakasih Nona,saya sudah selesai sarapan",jawab Faris.
"Oh ya Faris,mulai hari ini kamu akan dibantu Kaira untuk beberapa minggu ke depan diperusahaan karena jadwal saya dirumah sakit begitu padat",ujar Kalen.
"Baik Pak...",jawab Faris melirik tunangannya itu yang tampak diam saja.
"Ra..."
"Ya Kak",jawab Kaira menyudahi sarapannya
"Bersiaplah...kamu dan Faris sekalian ke kantor",ujar Kalen.
"Ya Kak...",ujar Kaira beranjak dari duduknya dan melangkah menunu kamarnya.
"Faris mau minum apa sembari menunggu Kaira bersiap",tanya Dea.
"Tidak usah Nona",jawab Faris.
"Saya akan menunggu di depan saja Pak,Nona",ujar Faris.
"Ya..."
Faris duduk di sofa yang terdapat di depan teras semberi bermain ponsel.Pria itu mengirim pesan pada Kaira.
Pakai pakaian yang tertutup!
Di kamarnya Kaira menghembuskan nafas panjang.Baru ia memakai rok span diatas lutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya dan kemeja pas body tiba tiba saja Faris memintanya memakai pakaian tertutup.
"Ck...masa bodoh lah",guman Kaira menyambar tas genggamnya lalu turun ke lantai dasar.
"Kak...aku berangkat",ujar Kaira pada Dea.
"Ya Ra,hati hati ya",jawab Dea yang sedang menyuapkan Rania makan.
"Ya Kak...",sahut Kaira berjalan menuju pintu utama.
__ADS_1
Kaira melangkah dengan anggunnya keluar dari rumah."Ayo Kak...",ujar Kaira pada Faris.
Faris menoleh dan menatap penampilan Kaira dan menghembuskan nafas berat.Faris melangkah mendahului gadis itu tanpa berniat mengomentari apa yang dipakai gadis itu.
Kaira menggeleng pelan melihat sikap dingin asisten Kakaknya itu."Dasar tukang atur",batin Kaira mengiuti langkah Faris dan masuk ke dalam mobil.
Faris melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Kalen menuju kantor.Tak ada pembicaraan diantara keduanya.Mereka sibuk dengan pikiran masing masing.
Tring
Anggun is calling...
"Ya Anggun..."
"Lo di mana?",tanya Anggun.
"Lagi dijalan perusahaan Kakak gue nih,ada apa?",jawab Kaira.
"Gak...Deril teman satu kelas kita minta nomor ponsel lo nih",ujar Anggun.
"Deril?",beo Kaira.
"Iya anak fakultas kedokteran juga,boleh gak?",tanya Anggun.
"Buat apaan sih dia minta nomor ponsel gue?",jawab Kaira.
"Tau gue,boleh gak nih?",tanya Anggun.
"Hmmmm,gue gak tau orangnya Nggun",jawab Kaira.
"Gue kirim fotonya sama lo karena gue lagi sama dia nih sekarang",ujar Anggun.
"Ya udah tutup aja dulu,ini udah mau sampai kantor",jawab Kaira.
klik
Kaira membuka pesan yang dikirim temannya yaitu foto seorang pria yang cukup tampan.
"Tampan sih",gumam Kaira membuat Faris menoleh.
Namu gadis itu tak mau memberikan nomornya karena ia tak mengenal pria itu.Gadis itu kembali menyimpan ponselnya kedalam tas.
Sesampai di kantor keduanya berjalan beriringan memasuki lobi kantor.Semua mata tertuju pada keduanya apalagi kaum adam yang menatap Kaira dengan penuh kagum.Apalagi kaki jenjang Kaira yang tampak indah membuat kaum adam tak berkedip.
"Apakah kalian digaji hanya untuk berdiri disana?",suara bariton Faris yang datar menyadarkan mereka.
Semua orang membubarkan diri dan kembali melanjutkan pekerjaaan mereka.
"Apakah kamu sengaja berpakaian seperti ini untuk memperlihatkan kaki jenjangmu?,atau sengaja menjual tampang?",ujar Faris yang begitu menohok di hati Kaira saat mereka berada didalam lift.
"Kak...aku--
"Kai...aku minta kamu memakai pakaian tertutup itu untuk melindungi marwah kamu sendiri sebagai perempuan",ujar Faris.
"Tapi jangan mengataiku juga menjual tampang kak",jawab Kaira tak terima dikatai Faris demikian.
"Lalu apa namanya,hm?.Atau kamu memang sengaja agar semua pria di kantor ini memuji kecantikan tubuh kamu",cecar Faris.
"Terserah aku Kak,kamu gak punya hak buat ngatur aku",jawab Kaira.
"Baiklah...",jawab Faris berjalan meninggalkan Kaira saat pintu lift terbuka dengan wajah datarnya.
Kaira melangkah mengikuti Faris menuju ruangan pria itu karena ia belum tau apa yang akan ia kerjakan.
"Kita meeting di restoran xxx",ujar Faris dengan suara datarnya.
__ADS_1
"Ya Kak...",ujar Kaira masih dengan wajah kesalnya mengikuti Faris dari belakang.
***
Sesampainya di restoran xxx keduanya langsung menunu ruangan VIP yang telah pesan oleh klien.
Keduanya saling berjabat tangan dan melempar senyuman pada klien yang telah menunggu kedatangan mereka.
"Apakah dia sekretaris baru Pak Kalen,Pak Faris?",tanya Bu Arinda klien mereka.
"Ya...",jawab Faris datar.
Meeting berjalan dengan lancar,dengan hasil kontrak kerja sama dilanjutkan.Bu Arinda pun izin undur diri dan tinggalah Faris yang masih menunggu Kaira membereskan berkas catatanya.
"Kak aku ke toilet sebentar ya",ujar Kaira.
"Hmm",jawab Faris dengan berdehem pelan.
Kaira melangkah tergesa menuju toilet untuk menuntaskan hajatnya.
"Ah...lega",gumam Kaira keluar dari toilet.
Kaira beranjak pergi namun seseorang menghadang langkah gadis itu.
"Hai...manis",ujar orang itu mencolek dagu Kaira dengan tatapan laparnya melihat tubuh seksi Kaira.
"Jangan macam macam ya",jawab Kaira dengan memasang wajah garangnya.
Pria itu menarik pergelangan tangan Kaira lalu memojokkan gadis itu ke dinding."Mari kiga bersenang senang sayang",ujar pria itu mengusap paha Kaira yang terbuka.
"Brengsek...gak sudi gue,tolong...",teriak Kaira.
Srek
Pria ity berhasil menarik kancing kemeja Kaira hingga kini baju itu terbuka bagian depannya.
Kaira berusaha menutup bagian dadanya yang terbuka dengan kedua tangannya.Ia sungguh ketakutan.
"Jangan menutupinya dariku karena sebentar lagi aku akan menikmatinya",ujar pria itu dengan tatapan penuh nafsu.
"Jangan--
Bugh
Bugh
Bugh
"Beraninya kau melecehkannya",maki seseorang dengan terus memukuli pria itu hingga babak belur.
Orang itu langsung menutupi tubuh Kaira dengan jas yang ja gunakan setelah orang orang berkerumun menyaksikan apa yang terjadi.
Pria yang melecehkan Kaira tampak tak berdaya dan babak belur dan langsung diamankan oleh security.
Orang itu membawa Kaira yang tampak terlihat shock dan ketakutan ke mobilnya.
"Kak Faris aku--
"Apakah dia menyentuhmu?",tanya orang itu yang tak lain adalah Faris saat sudah berada didalam mobil.
Kaira mengangguk pelan dengan kepala tertunduk.
"Dibagian mana?",tanya Faris.
"Pa-paha",jawab Kaira.
__ADS_1
"Brengsek...",umpat Faris lalu turun dari mobil dan menuju pos security dimana pria itu berada.
...****************...