
"Kenapa Ris?", tanya Kalen yang tampak makan panik.
"Dea baik baik saja.Dia hanya mengalami shock yang cukup berat dan untuk masalah kandugan Dea Bapak tanyakan langsung pada Dokter Ria yang lebih ahli di bidangnya",jawab Aris menatap Kalen dengan senyuman penuh arti.
"Oh ya... Pak.Tolong jaga Dea baik baik, selama ini ia telah banyak mengalami tekanan dalam hidupnya.Dan saya bisa melihat Bapak pria yang tepat untuk Dea", timpal Aris.
"Ya...saya akan jaga Dea baik baik Ris.Kamu benar Dea bagitu banyak mengalami tekanan selama ia masih gadis",jawab Kelen membenarkan ucapan Aris.
"Dokter Kalen..."
"Ah ya Dokter Ria.Bagaimana dengan kandugan Dea.Baik baik saja kan?",tanya Kalen tak sabaran.
"Kandungannya baik baik saja.Dia hanya mengalami stres yang mengakibatkan tadi perutnya menegang dan mengalami kram sehingga tak sadarkan diri.Dan saya minta pada Dokter untuk menjaga tingkat stres dari Bu Dea.Jika ada masalah yang berat sebaiknya jangan beritahu Bu Dea dulu mengingat kandungan di trisemester pertama ini sangat rentan",jawab Dokter Ria.
"Ya terimakasih Dok...",jawab Kalen bernafas lega.
"Oh ya satu lagi.Saya harap Bisa Dea jangan melakukan perjalanan jauh dulu ingin beberapa minggu ini.Saya tadi juga telah menyuntikkan obat penguat kandungan.Jadi saat ini Bu Dea dalam pengawasan saya untuk beberapa hari kedepannya sampai kondisinya membaik", sambung Dokter Ria.
"Kita pamit Pak... silahkan temui Dea dulu",ujar Aris melangkah meninggalkan UGD bersama rekannya Dokter Ria.
"Ya.... sekali lagi terimakasih",jawab Kalen.
"Kalen... Tante akan minta pihak rumah sakit menyiapkan ruang rawat untuk Dea",ujar Dokter Viona yang dari tadi menyimak.
"Ya Tan, terimakasih",jawab Kalen.
"Ya..."
Kalen melangkah masuk dan menatap wanitanya yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
"Baby...aku janji akan membawa kamu pergi sejauh yang kamu inginkan.Tapi aku mohon buka mata kamu sayang", lirih Kalen mengenggam erat jamari Dea.
"Sayang...ayo buka mata kamu!, lihatlah matamu begitu sembab akibat terlalu lama menangis",ujar Kalen menahan sesak tak kuasa melihat sang istri begitu rapuh.
Kalen mengecup lembut kening Dea dengan cukup lama menyalurkan rasa cinta yang ia miliki."Bangun baby", bisik Kalen.
__ADS_1
"Kak....", lirih Dea yang hampir tak terdengar.
"Baby...kamu bangun?, syukurlah.Ada yang sakit?", tanya Kalen menciumi wajah Dea bertubi tubi.
Dea menggeleng lemah manatap sang suami."Kamu kenapa kusut kayak gini Kak,jelek tau",gurau Dea lirih.
"Aku tak peduli seperti apa penampilanku saat ini sayang.Melihatmu tak sadarkan membuatku begitu kuawatir tanpa mempedulikan bagaimana penampilanku baby",jawab Kalen menatap dalam sang istri.
"Aku gak apa apa Kak", balas Dea lirih.
"Apanya gak apa apa sayang,kamu harus dirawat disini",ujar Kalen.
"Aku gak mau Kak", rengek Dea.
"Tapi kamu--
"Kamu kan dokter Kak,kamu aja ya yang rawat aku dirumah",bujuk Dea.
"Tapi aku bukan dokter kandungan baby,mau ya dirawat demi anak kita",ujar Kalen.
"Ya Kak...", pasrah Dea.
Dea membuka matanya pelan merasakan tidurnya terganggu akibat suara heboh dari percekcokan sang mertua dengan Sandra di ambang pintu masuk.
"Saya hanya ingin bertemu anak saya,jadi tolong jangan halangi saya", teriak Sandra.
"Saya tidak akan mengizinkan anda masuk karena menantu saya sedang istirahat total.Tolong mengerti Sandra.Dea drop akibat pengakuanmu",ujar Marisa.
"Aku hanya ingin memastikan keadaannya", teriak Sandra.
"Dia dalam pemulihan Sandra.Dia tidak boleh stres karena kandungannya sangat lemah",jawab Marisa pelan.
"Aku--
"Berhenti....",pekik Dea.
__ADS_1
Marisa dan Sandra menoleh kearah Dea yang sudah terbangun.
"Dea...kamu sudah bangun Nak",ujar Marisa menghampiri menantunya itu.
"Iya Ma...",jawab Dea.
"Dea...maafin Ibu ya su--
"Tolong jangan ganggu aku dulu.Aku butuh waktu untuk semua ini",ujar Dea datar tanpa menoleh pada Sandra.
"Nak..Ibu bisa jelasin semuanya,Ibu--
"Apakah kamu tak memiliki telinga Sandra?,beri Dea waktu untuk semua ini.Harusnya saat aku undang kamu dipesta pernikahan Dea dan Kalen kamu mengakui semuanya.Setidaknya katakan pada Dea jika kamu Ibu yang selama ini ia tunggu.Tapi kamu seolah olah tak mengenal Dea",ujar Marisa.
"Ka--
"Ma...aku mau ke kamar mandi",ujar Dea pada Marisa dengan manjanya membuat hati Sandra tercubit.
"Baby... berhenti!",ujar Kalen yang masuk tiba tiba saat Dea akan turun dari ranjang tempat tidur.
"Kak..."
Kalen menggendong Dea ala bridal style menuju ke kamar mandi.
"Kak aku bisa jalan sendiri", rengek Dea.
"Kamu gak boleh banyak gerak dulu sayang",jawab Kalen tak mempedulikan rengekan sang istri dan terus berjalan masuk ke kamar mandi.
"Sandra...sebaiknya kamu pulang sebelum Kalen menyadari kehadiran namun kamu disini"bisik Marisa.
"Mar--
"Aku mohon jangan buat keributan disini San.Dea butuh ketenangan demi anak yang dia kandung",mohon Marisa.
"Baiklah...",jawab Sandra melangkah meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Marisa menghembuskan nafas panjang dan memijit pangkal hidungnya.Sandra begitu keras kepala membuat Marisa harus berseteru dengan besannya itu.
...****************...