
Kalen mengehembuskan nafas panjang saat sampai di kamar.Ia tak menyangka konflik keluarga kandung Dea akan mengincar nyawa sang istri.Itu dikarenakan keluarga yang lainnya tak rela warisan itu jatuh kepada Dea yang notabenenya anak di luar nikah.Namun karena warisan terbanyak akan diberikan pada anak pertama dari keturunan keluarga itu membuat seluruh keluarga berusaha melenyapkan Dea.
Kalen manatap wajah polos sang istri yang tertidur pulas.Ia berjanji pada dirinya sendiri tak akan membiarkan wanitanya itu disakiti.
Kalen menghubungi orang kepercayaan Kakaknya yang selama ini menjaga Dea dari kejauhan kemanapun Dea pergi.Ia ingin meminta untuk menambah personil mereka untuk menjaga sang istri.Itu dikarenakan ibu kandung Dea telah curiga jika Dea adalah putri kandungnya.Kalen takkan melakukan ini jika saja Sandra berniat baik.Namun sayangnya wanita itu memanfaatkan Dea untuk keselamatan sang suami.Awalnya Kalen kira Sandra sengaja meninggalkan Dea untukku keselamatan Dea.Namun jiwa serakah Sandra muncul saat tau jika Dea adalah pewaris dari keluarga suaminya.Hal itu membuat wanita itu begitu ingin Dea bersamanya.
Kalen mengusap lembut rambut Dea dan menatap wanitanya itu dengan penuh kasih sayang dan cinta.
"Kak...", lirih Dea dengan suara serak khas bangun tidur.
"Maaf menganggu tidurmu",ujar Kalen.
"Gak Kak...aku sudah bangun dari tadi,hanya malas saja untuk membuka mata",jawab Dea tersenyum tipis.
"Besok kita pindah ya...",ujar Kalen.
"Bukannya lusa Kak",jawab Dea.
"Gak...aku berubah pikiran.Aku ingin kita tinggal dirumah yang nyaman untuk kamu dan anak kita",ujar Kalen.
"Kak...kau nyaman tinggal di mana pun itu asalkan bersama kamu Kak",jawab Dea.
Kalen mengulum senyumannya lalu membawa Dea kedalam pelukannya."Aku akan selalu bersama kamu dan anak kita nantinya",sahut Kalen mengelus pipi mulus sang istri dengan punggung tangannya.
Dea membenamkan wajahnya di dada bidang Kelen menghirup aroma mint dari tubuh pria itu yang akhir akhir ini membuatnya candu dan merasa begitu tenang dan nyaman.
"Kenapa,hum?", tanya Kalen karena sang istri menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya.
"Kamu wangi Kak,aku suka",jawab Dea.
"Hehehe... benarkah?",kekeh Kalen yang tau istrinya itu selalu saja mencari cara agar bisa menciumi aroma tubuhnya semenjak gadis kecil itu hamil.
"Ya...",angguk Dea memejamkan kembali matanya.
__ADS_1
"Tidur lagi, hum?", tanya Kalen mengusap rambut Dea dengan lembut.
"Gak...aku nyaman kayak gini",jawab Dea yang masih memejamkan kedua matanya..
Kalen memeluk erat Dea lalu melabuhkan kecupan di pucuk kepala sang istri."Aku akan selalu berusaha agar kamu nyaman bersamaku my little wife",jawab Kalen.
"Kak..."
"Ya..."
"Aku mau makan omelette",ujar Dea.
"Sekarang?",tanya Kalen.
"Huummm..."
"Baiklah...kamu tunggu disini akan aku carikan", jawab Kalen.
"Hah?"
"Kak..."
"Iya sayang... kenapa harus buatan Kaisan,aku ayah dari anak kita kenapa pria tengil itu yang membuatkan makanan itu",kesal Kalen.
"Jadi kamu gak mau ya",ujar Dea dengan sendu.
"Baiklah...aku akan meminta anak itu untuk membuatkan makanan sesuai keinginanmu",jawab Kalen akhirnya.
"Benarkah...?",sahut Dea.
"Ya..."
"Aku ikut Kak",jawab Dea.
__ADS_1
"Ayo...!",ujar Kalen membantu Dea untuk berdiri.
***
"Ra...Kau mana?",tanya Kalen pada sang adik.
"Kamar mungkin Kak",jawab Kaira.
"Tolong panggilkan Ra!",ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Kaira.
Kalen meminta Dea untuk duduk sembari menunggu adiknya itu keluar dari kamarnya.
"Ada apa Kak?",tanya Kaisan.
"Kamu bisa memasak omelette kan?",ujar Kalen.
"Bisa, kenapa?",tanya Kaisan.
"Minta tolong masakin untuk Dea,istriku ingin memakan masakan kamu",jawab Kalen.
"Hah?, kenapa aku Kak?",tanya Kaisan.
"Dea mengidam",jawab Kalen dengan kesal.
"Hahahaha... Baiklah.Sepertinya keponakan aku ingin aku--
"Jangan banyak bicara Kai.Ayo buatkan!",ujar Kalen datar.
"Baiklah Kak..."
...****************...
__ADS_1