
"Mas kamu kenapa,diam aja dari tadi?",tanya Kaira disaat perjalanan pulang.
"Gak ada",jawab Faris seadanya.
Kaira mengerutkan keningnya karena tiba tiba saja suaminya itu bersikap dingin padanya.Padahal ia tak melakukan kesalahan apapun.
"Cek kandungan kamu selanjutnya harus Dokter wanita Kaira",ujar Faris.
"Ha?, Dokter Martin itu adalah Dokter Obgyn terbaik di rumah sakit itu Mas.Kak Dea aja dulu dia yang--
"Jangan menyebut nama pria lain disaat kita berdua baby",ujar Faris yang kesal dengan istrinya itu menyebut nama pria lain selain dirinya.
"Kamu kenapa sih Mas, cemburu?",tanya Kaira menatap sang suami yang fokus pada jalanan.
"Menurutmu,hm?. Suami mana yang tidak kesal istrinya menyebut pria lain,muji lagi",jawab Faris.
"Bukankah kamu sendiri yang buat janji sama Dokternya,kok malah kamu yang cemburu sih Mas",ujar Kaira.
"Mas gak tau jika Dokternya itu laki-laki sayang.Jika Mas tau aku akan minta Dokter perempuan.Mas gak suka dan gak rela ada pria lain yang sentuh kamu selain Mas",jawab Faris.
"Posesif...", gumam Kaira.
"Iya...itulah Mas.Mas akan sangat posesif jika itu menyangkut kamu wanita yang Mas cintai",jawab Faris.
Kaira tak lagi menjawab, ia lebih memilih diam karena suaminya itu maha benar dan tidak akan mau mengalah.
"Mau beli sesuatu?",tanya Faris.
"Tidak...", geleng Kaira.
"Kita besok berangkat jam berapa sayang?",tanya Faris.
"Tanya Kak Kalen dulu Mas, katanya mau berengan aja berangkatnya",jawab Kaira datar.
Tak lama mereka akhirnya sampai di apartemen, keduanya memasuki unit dengan saling diam.
Kaira langsung menuju kamar untuk berganti pakaian diikuti Faris dari belakang.
"Maafkan sikap Mas yang membuat kamu gak nyaman.Sungguh Mas sangat kesal melihat dokter tadi pegang pegang kamu.Mas cemburu sayang,kamu itu milik Mas dan hanya Mas yang boleh menyentuh kamu", bisik Faris memeluk Kaira dari belakang.
"Iya...",angguk Kaira.
__ADS_1
"Kamu gak marah sama Mas kan.",tanya Faris.
"Enggak...", geleng Kaira.
"Mas sayang kamu",ucap Faris mengecup pipi Kaira.
"Aku juga...",jawab Kaira.
"Aku mau bersih bersih dulu Mas",ujar Kaira.
"Baiklah.Hati hati di kamar mandi",jawab Faris melepaskan pelukannya.
Tring
Faris meraih ponsel Kaira yang ada didalam tasnya.
Kak Dea is calling...
"Ra..."
"Ini aku Faris Dea, Kaira lagi mandi.Ada apa?", tanya Faris.
"Terserah kamu aja Dea,kita ngikut aja.Kamu bawa Rania pasti agak ribet jika kami yang menentukan",jawab Faris.
"Gimana jam 6 pagi Ris",ujar Dea.
"Baiklah... nanti aku sampaikan ke Kaira nya",jawab Faris.
Tut
Faris meletakan ponsel Kaira diatas ranjang lalu membuka satu persatu pakaiannya dan meletakkannya di keranjang pakaian kotor.
Pria itu kini duduk di sofa hanya memakai boxer saja menunggu sang istri selesai mandi dan berulah ia mandi.Faris mengecek email yang di dikirim oleh Geo beberapa waktu yang lalu di laptop miliknya.
"Mas... mandi dulu",ujar Kaira yang keluar dari kamar mandi menggunakan handuk membalut tubuh polosnya.
Faris menoleh dan menatap tak berkedip penampilan sang istri.Jika tak ingat Kaira sedang hamil mungkin saat ini juga ia sudah melempar Kaira ke atas ranjang.
Faris menyimpan pekerjaannya lalu memindahkan laptop kertas meja.Pria itu berjalan mengahampiri sang istri yang sedang mengoleskan lotion ke tubuhnya.
"Kamu mau apa Mas?",tanya Kaira mundur kebelakang.
__ADS_1
"Bantu kamu sayang",jawab Faris.
"Aku lagi wudhu Mas,mau sholat ashar", ucap Kaira.
"Oh... Baiklah.Tunggu Mas sebentar ya.Kita sholat jamaah",jawab Faris langsung masuk kekamar mandi.
Kaira mengggeleng pelan melihat kelakuan suaminya itu yang sangat berbanding terbalik saat pria itu berada di kantor.
Tak lama Faris menyelesaikan ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi lalu melaksanakan sholat ashar berjamaah dengan sang istri.
***
Pagi ini Kaira dan Faris keluar dari apartemennya dengan menyeret sebuah koper.Mereka tak membawa banyak baju karena mereka berencana untuk tidak menginap karena besok Kaira ada ujian praktek yang tidak bisa di tinggalkan.Faris membawa beberapa bantal agar Kaira nantinya nyaman duduk di mobil.
"Nyaman?",tanya Faris saat Kaira sudah duduk di mobil dengan menyandarkan pinggangnya pada bantal yang dibawa Faris.
"Nyaman Mas",jawab Kaira.
"Ya sudah...kita berangkat!",ujar Faris Melajukan mobilnya menuju kediaman Kalen.
Tring
Kak Dea ia calling...
"Ya Kak..."
"Ra, sudah berangkat belum?",tanya Dea.
"Sudah Kak,ini bari jalan.Kakak udah siap?",tanya Kaira.
"Ini mau berangkat,kami tunggu kamu di depan komplek aja ya",jawab Dea.
"Baiklah Kak",ujar Kaira.
Tut
"Mas Kak Kalen dan Kak Dea nunggu didepan komplek aja katanya",ujar Kaira.
"Iya...",jawab Faris.
...****************...
__ADS_1