
Pagi ini Dea baru saja selesai dengan ritual mandinya karena ia ada kuliah pagi.Ada rasa yang berbeda pagi pergi kuliah setelah menjadi wanita seutuhnya.Dea tersenyum melihat sebuah gaun yang terletak diatas tempat tidur yang telah disiapkan oleh sang suami yang kini entah kemana tak terlihat batang hidungnya dikamar itu.
Dea memakai gaun itu dan begitu sempurna ditubuhnya.Lalu Dea menyisir rambut dan memakai bedak baby dan lip blam.Semuanya perfect,dia begitu cantik dengan wajah naturalnya tanpa make up tebal layaknya anak SMA.
Dea menyambar tas dan buku miliknya yang ada diatas meja kerja sang suami yang ada dikamar itu.Ia segera turun kebawah karena ia yakin sang suami telah menunggu disana.
Dengan anggun menggunakan high heels senada dengan gaunnya Dea menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai dasar.Wanita itu langsung menuju ruang makan dimana yang lainnya saat ini berada disana untuk sarapan bersama.
"Kak Dea,ya ampun...cantik banget",puji Kaira yang melihat kedatangan Dea.
Hal itu membuat semua orang menatapnya kearah Dea termasuk Kalen yang begitu terpesona akan kecantikan sang istri pagi ini dengan gaun pilihannya.
"Maaf semuanya menunggu lama",ujar Dea yang langsung duduk disebelah Kalen.
"Ya Dea.. tak apa apa Nak.Kita juga lagi menunggu Kakek yang belum keluar dari kamar",jawab Rendra sang Papa mertua.
Tak lama orang yang ditunggu datang juga dan mereka langsung sarapan bersama.Sesekali Kalen mencuri pandang pada sang istri yang tampak sangat cantik.Ia tak tau nantinya akan seperti apa reaksi para pria dikampus Dea menatap sang istri.Beruntung dia juga akan ke kampus juga pagi ini.Setidaknya ia akan dia memantau Dea dari jauh.
Setelah selesai sarapan lagi lagi Kaisan berulah membuat Kalen meradang karena cemburu.Kaisan tak sengaja menahan tubuh Dea yang hampir jatuh karena kakinya tersandung kaki kursi.
"Lepaskan tanganmu dari tubuh istriku Kaisan..."teriak Kalen membuat semua orang terkejut akan hal itu.
"Kak aku--
__ADS_1
Kalen langsung menarik pergelangan tangan Dea dan merengkuh pinggang Dea dengan begitu posesifnya.
"Kak...aku hanya menolong Dea yang hampir jatuh karena tersandung.Sungguh aku tak bermaksud apa apa",jawab Kaisan.
"Kak Kai benar Kak,kamu kenapa?, cemburu?. Setelah semuanya jadi milikmu kamu masih belum percaya sama aku?",tanya Dea menatap kedua manik sang suami.
"Sayang aku hanya tak rela ada orang lain yang menyentuh kamu selain aku",jawab Kalen membuat semua orang menggeleng pelan dengan putra sulung keluarga Atmaja itu.
"Dasar posesif...",ejek Kaisan.
"Kamu akan melakukan hal yang sama suatu saat nanti jika kamu telah menikah Kai",jawab Kalen.
"Sudah sudah...!.Ayo berangkat Kak",ujar Dea yang tak ingin suami dan adik iparnya bertengkar hanya karena dirinya.
"Lihatlah Pa... putramu sangat bucin", kekeh Marisa melihat kepergian anak menantunya.
"Dia juga putramu sayang",jawab Rendra.
"Ya ya...tapi dia sepertimu saat kita pertama kali menikah dulu bahkan lebih parah",gelak Marisa yang teringat akan sifat sang suami.
Kalen mengendarai mobilnya menuju kampus dengan raut wajah masam.Ia masih kesal dengan kejadian tadi diruang makan.
"Kak..."
__ADS_1
"Hmmmm..."
"Kakak marah?",tanya Dea menatap sang suami yang terlihat dingin padanya.
"Pulang dari kampus kita ke apartemen",ujar Kalen.
"Ya Kak...",cicit Dea menghembuskan nafas panjang.Bukan keinginannya juga hal seperti tadi.
"Kak...aku--
Kalen mengehentikan mobilnya ditepi jalan dan menghela nafas panjang."Maaf jika aku terlalu posesif...",ujar Kalen dengan kepala menunduk.
Dea membuka sabuk pengamannya lalu menatap Kalen."Kak... cemburu lah dengan sewajarnya.Aku gak akan tertarik dengan laki laki lain selain kamu Kak.Semuanya sudah jadi milikmu Kak lalu apa lagi yang kamu takutkan?.Jika aku pergi kemana aku akan pergi Kak.Aku--
"Maaf...",lirih Kalen memeluk Dea dengan begitu erat.
"Kak--
"Mungkin karena aku begitu terlalu mencintaimu,hingga aku begitu takut kehilanganmu",ujar Kalen menangkup pipi Dea dengan kedua tangannya.
"Kak... terimakasih untuk cinta ini",ujar Dea yang begitu terharu.
"You're mine",ujar Kalen mengecup bibir Dea sekilas.
__ADS_1
...****************...