
"Hati hati Kak",ujar Dea melambaikan tangannya pada sang suami yang akan melajukan mobilnya menuju kantor.
"Ya Baby...",jawab Kalen tersenyum lebar.
Kalen melajukan mobilnya menuju kantor karena Dea akan diantar oleh pengawal pribadinya ke kampus.
"Nona...mari kita berangkat",ujar pengawal pribadi itu dengan tersenyum misterius.
"Ah baiklah--
"Mika,Nona.Nama saya Mika",ujar pengawal yang bernama Mika itu sopan.
"Ya Mika...ayo!",jawab Dea duduk di bangku penumpang.
Mika tersenyum smirk lalu masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi setelah mengirim pesan pada seseorang.
"Mika... berapa usiamu?",tanya Dea.
"23 tahun Nona...",jawab Mika dengan wajah datarnya.
"Oh..."
Dea menatap jalanan namun ia mengerutkan keningnya saat mobil mereka tak melewati jalan biasanya ia lewati dengan Kalen.
"Mika...ini bukan jalan ke kampus ku",ujar Dea.
"Oh...di jalan yang biasanya saat ini lagi ada perbaikan jalan Nona",jawab Mika berusaha tenang.
"Ya... baiklah",jawab Dea berusaha percaya.
Dea mengirim pesan pada suaminya jika ia sudah berangkat ke kampus.
Kak...aku berangkat ke kampus ya,tapi aku tak melewati jalanan biasanya karena kata Mika jalannya dalam perbaikan.
"Mika...ini kita kemana?",tanya Dea yang mulai panik karena ia belum juga sampai dikampusnya.
"Diamlah Nona...atau aku akan berbuat kasar padamu",ujar Mika.
"Mika...kamu--
Ciittt...
Mika mengehentikan mobilnya lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan dan memebekapakan pada hidung Dea dan dengan perlahan Dea kehilangan kesadarannya.
"Ck...kau merepotkan sekali",ujar wanita itu membuka rambut wig yang ia gunakan untuk penyamarannya dan kembali melajukan mobilnya.
Sementara itu Kalen membaca pesan sang istri dengan kening berkerut.Jalan yang ia lewati tadi tak ada perbaikan jalan sedikitpun.
Kalen segera menelpon sang istri namun panggilannya di rijek dan saat dihubungi kembali normal sang istri tak lagi aktif.
"Shitt...",umpat Kalen karena hatinya mulai tak tenang.
Ia segera melacak keberadaan Dea melalui GPS yang ia pasang secara diam diam di kalung ia ia berikan pada Dea.
Kalen mengumpat kasar karena Dea sudah berada jauh dari kotanya.Ia benar benar kecolongan kali ini.Kalen segera menghubungi sang asisten orang yang bertanggungjawab mencarikan sopir pribadi untuk sang istri sembari terus memantau kemana wanita itu membawa sang istri melalui ponselnya.
Tok tok tok
"Masuk!"
__ADS_1
"Ada apa Tuan?",tanya Faris.
"Aku minta data sopir pribadi yang kamu loloskan sebagai sopir istriku sekarang juga",ujar Kakek setengah berteriak.
"Ba-baik Tuan",jawab Faris keluar dari ruangan Kalen untuk mengambil berkas yang Kalen minta.
"Huffhhh...aku harus menelfon Papa", lirih Kalen dengan raut wajah yang mulai panik.
Tut....
"*Pa..."
"Ya Kalen ,ada apa?", tanya Rendra.
"Aku kecolongan Pa,aku--Kalen tak kuasa menahan sesak di dadanya karena sang istri dibawa semakin jauh.
"Kecolongan apa Kalen?",ujar Rendra.
"Dea...Pa.Dea di culik",jawab Kalen.
"Apa?, bagaimana bisa Kalen?.Lalu apa rencana kamu sekarang?",tanya Rendra tak kalah paniknya.
"Pa...aku memasang alat pelacak dikalung yang Dea gunakan.Dan saat ini Dea dibawa menuju daerah sana Pa.Aku minta tolong sama Papa untuk mengirim anak buah Papa kesana.Nanti akan aku arahkan dari sini",ujar Kalen.
"Baiklah... lalu kamu?",jawab Rendra.
"Aku akan melacak identitas orang yang membawa Dea Pa.Setelah itu aku akan--
"Kamu kirim saja datang wanita itu pada orang IT kita Kalen.Kamu sebaiknya cepat bergerak kesini",ujar Rendra.
"Baiklah... Pa",jawab Kalen.
Kalen menatap layar ponselnya dan mengeraskan rahangnya saat ia tau dimana keberadaan sang istri saat ini.
"Brengsek...",umpat Kalen segera melangkah keluar seorang ruangan setelah menyambar kunci mobil miliknya.
"Tua--
"Ikut aku Faris... sekarang",teriak Kalen.
"Ba-baik Tuan",jawab Faris.
Kalen memasuki mobilnya diikuti oleh Faris.Kalen setelah segera menghubungi Papanya untuk mengatakan keberadaan Dea saat ini.
"Faris kamu pantau tanda merah itu",ujar Kalen memberikan ponselnya pada Faris.
"Sepertinya tak ada pergerakan Tuan,ini ada apa Tuan?",tanya Faris.
"Dimana kamu mendapatkan sopir pribadi untuk istriku Faris?", tanya Kalen mengabaikan pertanyaan Faris.
"Mika maksud Tuan?",tanya Faris.
"Ya..."
"Bukankah saya telah mengirimkan pesan pada Tuan jika Mika akan mulai bekerja lusa",ujar Faris membuat Kalen menegang.
"Jadi wanita itu--
"Ada apa ini Tuan?",tanya Faris masih memantau ponsel Kalen.
__ADS_1
"Istriku diculik oleh wanita bernama Mika itu", jawab Kalen.
"Apa?,itu tidak mungkin Tuan.Karena saya tau betul siapa Mika",ujar Faris segera menghubungi sahabatnya itu.
Faris meloaudspeaker percakapannya dengan Mika.
"*Mika..kamu di mana?",tanya Faris.
"Lagi dirumah..ada apa Ris?",jawab Mika.
"Yakin...kamu saat ini dirumah?", tanya Faris.
"Iya ada apa?",kekeh Mika.
"Sepertinya ada yang menyabotase nama kamu untuk digunakan sebagai tindakan kriminal",ujar Faris.
"Maksud kamu Ris?"
"Nona Dea di culik dan yang membawanya wanita yang mengaku sebagai kamu",ujar Faris
"Terus kamu dimana sekarang?", tanya Mika terdengar ikut panik.
"Lagi di perjalanan menuju tempat Nona Dea disekap",jawab Faris.
"Search lokasi sekarang,aku akan bantu",ujar Mika mematikan panggilannya*.
"Sepertinya ini sudah direncanakan dengan matang Tuan",ujar Faris.
"Ya...",ujar Kalen yang benar benar takut saat ini terjadi sesuatu yang buruk pada sang istri.
***
Byur
"Bangun Lo",ujar seseorang pada tawanannya yang ia sandera.
Dea menatap sekeliling ruangan yang terlihat begitu menyeramkan.Lalu beralih pada wanita yang kini bercakak pinggang menatapnya penuh kebencian.
"Siapa kamu?",tanya Dea.
"Hahahaha...aku?,aku malaikat maut yang akan mengambil anak yang Lo kandung", gelak wanita itu menggema di seluruh ruangan.
"Jangan...aku mohon jangan",lirih Dea mengiba.
"Lo...apa Lo tau jika Kalen adalah calon suami gue dari dulu tapi Lo datang merebutnya.Tapi Lo itu saat ini sangat menguntungkan bagi gue.Sekali mendayung dua pulau terlampaui",ujar wanita itu.
"Siapa kamu?", teriak Dea.
"Diandra Ayu Cantika...",ujar seseorang memasuki ruangan itu dengan tersenyum lebar.
"Siapa kalian?",tanya Dea.
"Kau anak haram yang sungguh merepotkan ku.Lahir dari luar pernikahan tapi mendapatkan harta paling banyak",ujar Pria itu dengan penuh kebencian.
"Apa mau kalian?",tanya Dea.
"Tanda tanganmu dan Kalen",jawab wanita itu tersenyum jahat.
...****************...
__ADS_1