Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
S2.Berubah


__ADS_3

Seorang pria menuruni tangga dengan memakai almamater putih dan tas ransel di tangannya.Pria tampan itu melangkah menuju ruang makan dimana semua orang menunggunya.


"Pagi semuanya...",ujar pria itu.


"Pagi Kai...kamu ke rumah sakit?", tanya Tuan Wiliam sang Kakek.


"Ya Kek...ada apa?", jawab pria yang tak lain adalah Kaisan Denillo Atmaja,putra kedua dari Marisa Atmaja dan Rendra Atmaja.


"Gak...Mama kamu ke kota xxx pagi tadi karena Rania tiba tiba keracunan susu yang ia minum,ada yang mencampur susu Rania dengan obat alergi.Jadi pagi ini Mika berangkat bareng kamu ke butik ya",ujar Tuan Wiliam.


"Hmmmm",jawab Kaisan melirik sekilas Mika yang tampak menikmati makanannya.


"Lalu bagaimana keadaan Rania Kek?",tanya Kaisan.


"Alhamdulillah... beruntung Kakak kamu cepat membawa Rania ke rumah sakit",jawab Tuan Wiliam.


"Syukurlah...",jawab Kaisan menghembuskan nafas panjang.


Mika melirik Kaisan yang makin dingin semenjak kepulangan pria itu dari rumah sakit saat kelahiran Rania.


Bahkan saat Marisa memboyong Mika untuk tinggal bersama mereka pria itu makin menjaga jarak dengannya.Bukan apa Marisa membawa Mika ikut tinggal dengan mereka karena Marisa tau selain suka bela diri Mika mempunyai impian untuk menjadi seorang desainer.Itulah sebabnya Marisa mempekerjakan Mika dibutiknya sebagai asisten kepercayaannya.


"Aku berangkat Kek.Pa",ujar Kaisan berdiri dari duduknya.


"Ya Nak..."


"Mika ikutlah dengan Kaisan,rumah sakit dan butik searah",ujar Rendra.


"Ya Tuan",jawab Mik sopan lalu berdiri dari duduknya dan menyambar tas selempangnya.


Gadis itu melangkah lebar menyusul Kaisan yang telah memasuki mobilnya.


"Aku bukan supirmu, duduklah didepan!",ujar Kaisan saat Mika akan membuka pintu belakang.


Mika menghembuskan nafas panjangnya lalu masuk membuka pintu mobil depan tepatnya sebelah Kaisan.


Kaisan melajukan mobilnya setelah Mika memakai seatbeltnya.Pria itu tampak fokus pada stir mobil dan jalanan.Suasana mobil benar benar hening.


Mika membuang mukanya kearah jendela,ia terjebak dengan pria yang begitu dingin.Setau Mika dari Dea,Kaisan pria yang cukup humbel dibandingkan Kalen Kakaknya yang sangat datar.Tapi kenyataannya pria itu tak jauh beda dengan suami mantan majikannya itu.

__ADS_1


Kalen menghentikan mobilnya tepat didepan butik milik Mamanya.


"Turunlah!",ujar Kaisan.


Mika tersentak dari lamunannya."Ah ya... Terimakasih Pak",ujar Mika membuka pintu mobil.


"Aku bukan bapakmu",jawab Kaisan.


Mika menghentikan gerakannya."Tapi--


"Panggil saja aku Kai",jawab Kaisan tanpa menoleh pada Mika.


Tring...


Mika mengeluarkan ponselnya, ternyata sang sahabat yang menelfonnya.


Faris ia calling...


Kaisan melirik sekilas tampak nama Faris tertera dilayar ponsel milik Mika membuatnya kesal.


"Turunlah...aku hampir terlambat",ujar Kaisan dengan raut wajah datarnya.


Kaisan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mika menatap kepergian mobil Kaisan dengan tatapan sendu.


Ia mengabaikan panggilan telepon dari Faris yang beberapa hari yang lalu mengutarakan perasaannya padanya.Gadis itu melangkah pelan menuju butik dengan muka lesuh.


"Pagi Mbak Mika",sapa Rani salah satu karyawati dibutik milik Marisa.


"Pagi Rani, apakah semuanya sudah pada datang?",tanya Mika.


"Sudah Mbak...",jawab Rani.


"Hari ini Buk Marisa gak datang karena keluar kota, jadi jika nanti ada yang menanyakan Ibuk bilang begitu saja ya",ujar Mika.


"Oke Mbak,siap",jawab Rani tersenyum tipis.


"Aku ke ruanganku dulu ya.Oh ya gaun yang dipesan kemarin sudah di bungkus kan?",tanya Mika.

__ADS_1


"Sudah Mbak...",jawab Rani.


"Nanti tolong minta kurir buat antar ya sesuai alamat",ujar Mika.


"Ya Mbak",jawab Rani.


Sahari ini Mika disibukan dengan beberapa konsumen yang mencari beberapa gaun pernikahan dan gaun malam.Gadis yang masih belajar mendesain itu sangat antusias melayani konsumennya.Hingga tanpa ia sadari seorang gadis melangkah dengan pongah kearahnya.


"Tante Risa ada?", tanya gadis itu mengibaskan rambutnya panjangnya kebelakang.


"Maaf... Mbak tanya saya?",jawab Mika.


"Ya... siapa lagi",jawab gadis itu.


"Maaf Mbak siapa ya?",tanya Mika sopan.


"Aku tanya Tante Risanya ada gak?", jawab gadis itu ketus.


Mika menghembuskan nafas beratnya lalu menggeleng pelan."Buk Risa lagi ke luar kota Mbak,ada pesan?",ujar Mika.


"Oh...kamu karyawannya?",tanya gadis itu dengan tatapan sinis.


"Ya...saya asistennya",jawab Mika.


"Oh... saya Jeje.Calon menantu Bu Marisa,lebih tepatnya calon istri Kaisan.Saya kesini untuk bertemu dengan Tante Marisa", ujar gadis itu.


Mika hanya tersenyum tipis meski hatinya tak baik baik saja saat dihadapkan dengan gadis yang terlihat sempurna itu.


Sementara itu Kaisan baru saja selesai melaksanakan ujian kompetensinya di ruang operasi.


Pria yang digadang gadang akan menjadi CEO setelah mendapatkan gelar Dokternya itu melangkah menuju ruang kerja milik Kakaknya dulu yang kini kembali di tempati oleh sang Kakek.


Tuan Wiliam memang tak setiap hari datang kerumah sakit.Hanya Kaisan yang sering menggunakan ruangan itu untuk beristirahat.


Kaisan memejamkan kedua matanya namun lagi dan lagi bayangan yang sama melintas di dalam benaknya.


"Huuffhh...sadar Kai,kamu bukan pria idamannya", batin Kaisan berusaha menepis bisikkan yang datang.


...****************...

__ADS_1


Nah...ini season duanya ya....


__ADS_2