
"*Apa?",pekik Marisa.
"Iya Ma...Faris sendiri yang mengatakannya padaku dan mengajukan cuti selama tiga hari untuk melamar Mika",ujar Kalen.
"Huffhhh... Padahal Mama sudah berharap adikmu dan Mika berjodoh Kalen",jawab Marisa mengehela nafas berat.
"Masih ada waktu jika Kaisan mau mengakui perasaannya Ma,yah...jika Kaisan memiliki rasa pada Mika",ujar Kalen.
"Akan Mama beritahu dia nanti Kalen",jawab. Marisa.
"Ya sudah Mama tutup dulu", sambung Marisa.
Klik*
"Kai... harusnya saat ini Mama yang sedang mempersiapkan semuanya untuk melamarkan Mika untukmu",gumam Marisa.
Sementara itu dibalik tembok Kaisan mengepalkan kedua tangannya.Lalu melangkah menuju kamar milik Mika.
Tok tok tok
Ceklek
"K-Kai... kamu--
Kaisan mendorong Mika masuk kekamar gadis itu lalu mengungkungnya dengan kedua tangannya.
"Katakan... jadi ucapanmu tadi pagi itu kamu dipaksa ibumu untuk menerima lamaran Faris?", tanya Kaisan menatap tajam Mika.
"Bukan urusanmu Kai",jawab Mika.
"Aku--
"Keluar Kai!.Tak pantas seorang pria memasuki kamar seorang gadis",ujar Mika.
"Kenapa?", tanya Kaisan tanpa bergerak sedikit pun dari tempatnya.
"Kai...ini hidupku, urusanku.Apa hakmu menanyakan hal pribadiku",jawab Mika dengan mata berkaca-kaca.
"Jawab saja Mika",ujar Kaisan.
"Tidak...kamu tak berhak mencampuri urusanku.Kamu tak tau apa yang aku rasakan saat ini Kai.Aku--
__ADS_1
"Aku mencintaimu...",ujar Kaisan menatap kedua manik mata gadis itu.
"K-Kai...kamu jangan bercanda", geleng Mika yang sudah berurai air mata.
"Aku tak pernah bercanda Mika,jika menyangkut perasaan",jawab Kaisan mengusap lembut sisa air mata di pipi Mika.
"Tapi...kamu sudah terlambat Kai,aku--
"Katakan jika kamu juga mencintaiku Mika,maka aku akan memperjuangkanmu",ujar Kaisan menatap teduh gadis yang hampir satu setengah tahun ini mengusik hidupnya.
"Ya K-Kai...a-aku juga mencintaimu",isak Mika lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Kaisan lalu menangis terisak.
Kaisan tersenyum lebar lalu memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"Kenapa baru sekarang Kai, aku akan--
"Baru akan Mika,aku janji akulah yang akan melamar kamu",ujar Kaisan mengurai pelukannya lalu mengusap sisa air mata dipipi Mika.
"Berjanjilah padaku untuk menjaga hatimu untukku.Dan besok kita akan menemui kedua orangtuamu",ujar Kaisan.
"Ya...",jawab Mika.
"I love you to",jawab Mika.
"Bagaimana dengan wanita bernama Jeje itu Kai?",tanya Mika teringat akan gadis yang tadi pagi yang akan temui Kaisan.
"Dia bukan siapa siapaku,hanya kamu disini",jawab Kaisan membawa telapak tangan Mika ke dada sebelah kirinya.
Deg
Mika berdebar saat menyentuh dada bidang pria yang selama ini diam diam ia cintai itu.
"Tapi--
"Jangan pernah meragukan hatiku Mika,disini terasa sakit saat mendengar kamu akan dilamar pria lain",jawab Kaisan menunjuk dada sebelah kirinya.
"Aku takut Ibu tak merestui kita Kai,dia--
"Aku akan menyakinkan kedua orangtua kamu dengan caraku",ujar Kaisan mengusap pipi Mika dengan lembut.
"Tidurlah...aku akan menyusun strategi untuk menikung pria itu",ujar Kaisan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya..."
***
"Ma..."
"Ya...ada apa?",tanya Marisa tanpa melihat putranya itu.
"Aku mau bicara sama Mama",jawab Kaisan.
"Hmmmm..."
Kaisan duduk bersimpuh dihadapan sang ibu."Lamarkan Mika untukku,Ma",ujar Kaisan menatap sang Mama.
"Kai...kamu--
"Aku tahu ini terlambat Ma,Mika akan dilamar pria lain.Tapi hanya ini satu satunya cara untuk menyakinkan kedua orangtua Mika, yaitu permintaan Mama kepada Ibu Mika",jawab Kaisan.
"Kai...sedari dulu Mama ingin kamu mengkhitbah Mika,tapi kamu seolah tak ada rasa pada gadis itu.Kenapa baru sekarang,ha?",berang Marisa.
"Aku kira selama ini Mika ada hubungan dengan Kak Faris Ma",jawab Kaisan.
"Namun kenyataannya?", tanya Marisa.
"Tidak Ma,aku salah paham selama ini",lirih Kaisan.
"Lalu jika Mama lamarkan Mika untuk kamu bagaimana dengan Mika,apakah kamu yakin Mika mau sama kamu?",tanya Marisa.
"Ya Ma...,dia kekasihku saat ini",jawab Kaisan.
"Benarkah?,sejak kapan?", tanya Marisa.
"Beberapa jam tangan lalu",jawab Kaisan.
"Jadi--
"Ya...aku dan Mika saling cinta Ma, jadi aku mohon lamarkan Mika untukkku", jawab Kaisan.
"Hufffhh...akan Mama pikirkan",jawab Marisa.
...****************...
__ADS_1