Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#183


__ADS_3

"Ah ya Pak",jawab Faris berdiri Deri duduknya.


"Ayo berangkat!",ujar Kalen.


"Ya Pak",jawab Faris mengikuti langkah Kalen dari belakang.


"Pi...", pekik Rania yang berada dalam gendongan Kaira saat melihat Kalen keluar dari rumah.


"Sayang...Papi kerja dulu ya Nak,Rania sama Mami dan Aunty dulu ya",ujar Kalen mengecup pipi gembul Rania.


Gadis kecil itu tampak tersenyum menunjukan deretan giginya yang belum sepenuhnya tumbuh.


"Hati hati Kak",ujar Kaira.


"Ya... titip Rania ya,Kakakmu lagi beberes di kamar",jawab Kalen.


"Ya Kak...",balas Kaira.


Kaira menatap Faris yang hanya menatapnya dingin.Pria itu berjalan begitu saja melewatinya.


Kaira mendengus kasar saat melihat pria itu memasuki mobil tanpa menoleh padanya.


"Ty..."

__ADS_1


"Apa sayang...?",tanya Kaira pada batita itu.


"Daaa...daaa",ujar Rania dengan logat bayinya melambaikan tangan pada mobil yahh dikendarai Faris.


"Da...da...Papi...", timpal Kaira ikut melambaikan tangannya mengikuti Rania.


"Ra..."


"Eh Kak, sudah selesai beberesnya?", tanya Kaira.


"Sudah...Rania rewel gak?", jawab Dea.


"Gak Kak,Rania kamu kan anak pintar.Ya kan sayangnya Aunty",ujar Kaira mengecup pipi cubby Rania gemas.


"Tanya apa Kak?",jawab Kaira yang masih menggendong Rania.


"Entah cuma perasaan Kakak.Tapi Kakak perhatikan kamu sering mencuri pandang pada Faris.Kamu menyukainya?", tanya Dea.


Deg


"Maaf...bukan maksud Kakak ikut campur urusan kamu.Kamu tau sendiri kan Papa dan Mama begitu selektif dalam mencari menantu untuk anak perempuannya karena itu menyangkut masa depan kamu.Bukan berarti Faris tidak termasuk dalam kriteria itu.Menurut Kakak Faris cukup mapan.Selain menjadi asisten Kakakmu dia juga memiliki bisnis sampingan yaitu kuliner.Jadi kamu menyukai Faris?", tanya Dea.


"Kak...aku gak tau.Tapi aku akhir akhir ini suka aja meledeknya dan berujung dengan kami cekcok.Tapi untuk suka sama Kak Faris,ya aku suka.Siapa yang gak suka sama Kak Faris Kak",jawab Kaira.

__ADS_1


Dea tersenyum melihat adik iparnya itu,jika memang benar Kaira menyukai Faris itu tidak akan mudah bagi adiknya itu.Kedua mertuanya begitu selektif dalam mencari menantu laki laki.Terlebih Kalen pasti juga akan tak mudah memberikan restunya.


Ditambah pria itu juga pernah patah hati.Dea takut Faris mempermainkan Kaira karena Kaisan yang merebut Mika darinya.Meski ia tau Faris tak akan memiliki nyali yang cukup untuk melakukan itu tapi Dea sangat takut jika itu terjadi.Suaminya tak akan tinggal diam jika wanita mereka disakiti sedikit saja.


Kini Dea tau jika Kaira menyukai Faris,lalu bagaimana dengan pria itu?.Faris makin kesini sifatnya hampir mirip suami Kalen yang begitu dingin dan datar.Sulit menebak pria seperti itu.


"Jika kamu menyukainya jangan perlihatkan jika kamu menyukainya.Biarkan mengalir begitu saja.Bersikaplah seperti biasanya jangan terlalu agresif padanya",ujar Dea.


"Kak...aku suka Kak Faris sebatas--


"Jangan pernah mempermainkan seorang pria Kaira.Di permainkan itu sangat sakit",ujar Dea.


"Kak aku gak ada--


"Kakak tau kamu Kaira saat tadi kamu menatap Faris memasuki rumah kami tengah merencanakan sesuatu",ujar Dea yang gak sengaja tadi melihat arti tatapan sang adik ipar saat ia mengambilkan kopi untuk Kalen.


"Kak aku--


"Jika kamu tak menyukainya jangan mendekatinya",ujar Dea yang tak ingin iparnya ini salah langkah.


"Iya Kak...", jawab Kaira.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2