Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Bucinnya Kalen


__ADS_3

Kalen meletakkan tubuh Dea yang berbalut handuk di atas ranjang lalu menyelimutinya."Tidurlah...!",ujar Kalen mencium pucuk kepala sang istri.


"Gak Kak...aku lapar",jawab Dea.


"Baiklah...akan aku siapkan,oh ya tumben pagi ini kamu gak menyalami morning sicknise lagi",ujar Kalen.


"Gak tau Kak...tapi tadi pagi masih sedikit mual tapi gak sampe muntah",jawab Dea.


"Aku berpakaian sebentar dulu ya",ujar Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea memejamkan matanya.Tubuhnya benar benar lelah karena Kalen tak memberinya ampun sama sekali sebelum ia benar benar tepar.


Kalen menggeleng pelan melihat sang istri yang telah tertidur pulas.Ia kembali dikerjai oleh wanitanya itu.Kalen mengambil laptopnya lalu memeriksa beberapa email dari perusahaaan yang sedang ia bangun tiga tahun belakangan ini.


Kalen mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti.Tak selamanya ia akan menjadi CEO dirumah sakit.Suatu saat adiknya Kaisan juga berhak atas jabatannya saat ini.


Kalen fokus pada kerjanya sehingga tak terasa sudah dua jam ia mengerjakan pekerjaannya.Pria itu melirik Dea yang masih lelap dengan tidurnya.Ia menyunggingkan senyumannya,gadis yang ia dulu ia benci kini membuatnya begitu sangat menggilai wanita yang mengandung anaknya itu.


Kalen mengirim pesan pada kepala pelayan untuk menyiapkan makanan untuk mereka dan juga susu hamil untuk Dea.Pria itu meletakkan laptopnya lalu melangkah menuju ranjang untuk membangunkan sang istri yang belum memakan apapun dari pagi.


"Sayang... bangun",ujar Kalen mengecup pipi Dea agar wanitanya itu terbangun..


"Sayang...",ujar Kalen kembali menciumi wajah Dea agar tidur sang istri terganggu..


Dan benar saja Dea mengerjab pelan lalu menatap sayu Kalen yang tersenyum padanya.

__ADS_1


"Ayo bangun...",ujar Kalen mengelus pipi mulus sang istri.


"Hmmmm... ngantuk Kak", lirih Dea kembali memejamkan kedua matanya.


"Kamu belum makan dari pagi sayang,ini sudah mau siang",ujar Kalen..


"Ngantuk Kak...",ujar Dea yang masih menutup matanya seolah enggan membuka kedua matanya.


"Tapi anak kita ikut kelaparan loh baby", ujar Kalen.


Dea membuka matanya lebar-lebar dan tersenyum tipis."Kamu ganggu aku Kak", lirih Dea.


"Aku gak akan ganggu kamu jika kamu udah makan sayang.Sekarang yang makan bukan cuma kamu aja tapi juga anak kita",jawab Kalen.


"Ayo bangun...!",ujar Kalen menyibak selimut yang menyelimuti tubuh Dea.Pria itu menelan salivanya saat menatap handuk yang dikenakan Dea terbuka dan memperlihatkan tubuhnya polos Dea yang membuatnya panas dingin.


Pria itu segera memperbaiki handuk Dea dan berusaha menahan hasratnya.Tak mungkin lagi ia menggempur sang istri untuk kesekian kali disaat sang istri belum memakan makanan apapun.Apalagi sang istri sedang hamil muda.


Kalen memakaikan jubah miliknya pada Dea.Dan membantu wanitanya itu untuk duduk.


"Mana makanannya Kak?", tanya Dea.


"Sebentar lagi datang baby",jawab Kalen.


Dan benar saja tak lama pintu kamar di ketuk dari luar kamar.Kalen membuka pintu dan meraih troli berisi makanan yang ia pesan pada pelayan.

__ADS_1


Dea tersenyum dari atas tempat tidur menatap prianya mendorong troli berisi makanan.


"Ayo makan dulu sayang",ujar Kalen mengambilkan makanan untuk Dea lengkap dengan sayur dan lauk pauknya.


"Terimakasih Kak...",ujar Dea.


"Untuk...?",tanya Kalen mengerutkan keningnya.


"Semuanya...", jawab Dea.


Kalen tersenyum tipis."Aku yang harusnya berterimakasih sama kamu mau menerima pria yang dari awal sering menyakiti kamu",balas Kalen.


Dea meraih piring yang ada ditangan Kalen laku memakan makanannya dengan lahap tanpa menjawab ucapan Kalen.


"Makan yang banyak sayang...",ujar Kalen tersenyum tipis melihat sang istri makan dengan lahap.


"Ya...", angguk Dea di sela suapannya.


Kalen menatap dengan senyuman merekah sang istri memakan makanannya.Sungguh gadis kecil ini benar benar mampu membuatnya tergila gila dengan pesonanya.


Kalen mengulum senyumannya lalu membantu Dea yang akan mengambil minuman diatas troli.


"Hati hati sayang", pekik Kalen.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2