Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Rencana perjodohan


__ADS_3

Waktu terus berlalu kini usia kandungan Dea memasuki usia sembilan bulan.Wanita itu telah mengajukan cuti sementara untuk kuliahnya.Mengenai kedua orangtuanya mereka kembali dekat,sesekali Sandra dan Dion mengunjunginya.


Dan kali ini Dea tampak menikmati suasana pagi sembari mengelilingi rumah mewahnya.Ia diminta sang Ibu dan Mama mertua untuk banyak gerak menjelang lahiran.


"Nyonya...anda dicari Tuan",ujar salah satu pelayan.


"Ya Bi,ada dimana Kak Kalen?",jawab Dea.


"Tadi masih dilantai atas Nyonya",jawab sang pelayan.


"Baiklah Bik,saya akan menemuinya",jawab Dea berjalan pelan kembali memasuki rumah.


"Baby dari mana,hum?.Jangan membuat aku panik sayang.Pas aku terbangun kamu udah gak ada",tutur Kalen.


"Lagi jalan santai dibelakang Kak,kan kata Ibu dan Mama aku harus banyak gerak kalau mau lahiran normal",jawab Dea.


"Huffhhh... kamu lahiran ceasar aja ya,aku gak bisa melihat kamu kesakitan sayang",ujar Kalen yang tau betapa sakitnya melahirkan normal.


"Insyaallah aku bisa Kak,asal kamu menemani aku saat lahiran Kak",jawab Dea.


"Itu masalahnya sayang,aku gak bisa melihat kamu menahan rasa sakit yang begitu hebat",ujar Kalen mendudukkan Dea di atas pangkuannya lalu mengusap lembut perut buncit Dea.


"Itu sudah kodratku sebagai wanita Kak, mengandung, melahirkan dan menyusui.Jadi aku pasti bisa melewatinya",jawab Dea.


"Baiklah aku akan mencari dokter terbaik agar istriku ini tak begitu kesakitan saat melahirkan",ujar Kalen membuat tawa Dea meledak.


"Hahahaha...kamu ini aneh deh Kak,kamu itu seorang dokter loh.Kamu pasti tau gak ada dokter manapun yang bisa mengurangi rasa sakit melahirkan Kak",gelak Dea.


"Ya...siapa tau aja ada baby",jawab Kalen dengan tampang bodohnya.


"Kak..."


"Ya...ada apa?", tanya Kalen.


"Aku mau melahirkan di rumah sakit milik keluarga kamu",jawab Dea.


"Jauh sayang, sementara kamu gak bisa lagi melakukan perjalanan jauh",jawab Kalen.


"Yah..."


"Kamu akan melahirkan di rumah sakit terbaik di kota ini",ujar Dea.


"Tapi--


"Besok Mama, Papa dan kedua orangtua kamu akan datang.Jadi mereka juga akan ikut menemani kamu nantinya saat lahiran",ujar Kalen.


"Benarkah...?", tanya Dea dengan wajah sumringah.


"Ya baby... kamu bahagia?",tanya Kalen.


"Ya Kak...aku ingin mereka ikut menemaniku saat lahiran makanya aku ingin lahiran di rumah sakit milik Kakek,Kak",jawab Dea.

__ADS_1


"Aku sudah mengantisipasi itu baby,ayo mandi dulu setelah itu kita sarapan",ujar Kalen.


"Ya Kak...kamu gak ke kantor?", tanya Dea.


"Gak sayang...mulai hari ini aku ngantor dari rumah",jawab Kalen.


"Oh..."


***


Pagi ini kedua orangtua Kalen sudah datang.Mereka disambut oleh Dea dengan wajah sumringah.


"Ma...",sapa Dea menyalami punggung tangan mertuanya itu.


"Sayang...udah mulai merasakan sakit?",tanya Marisa mengusap lembut perut Dea.


"Sesekali udah Ma",jawab Dea.


"Ayo Ma, Pa masuk!",ujar Dea.


"Iya...Kalen mana Nak?",tanya Marisa.


"Ke kantor sebentar Ma,ada yang mau ditandatangani",jawab Dea.


"Tuh anak..istri sudah mau melahirkan masih saja kerja.Kan dia bisa minta asistennya untuk datang ke rumah",gerutu Marisa.


"Faris lagi diluar kota Ma, menggantikan Kak Kalen menghadiri acara kantor",jawab Dea.


"Lagi cari Ma,Mama tau sendiri Kak Kalen kayak apa.Cari orang yang bisa di percaya itu susah",jawab Dea.


"Ya...kamu benar",balas Marisa akhirnya.


"Bik...tolong barang barang Mama dan Papa di bawa ke kamar yang sudah disiapkan ya",ujar Dea pada pelayan yang ada dirumah mereka.


"Baik Nyonya...", jawab pelayan patuh.


"Mika...",ujar Dea saat pengawal pribadinya itu melewati ruang tamu.


"Iya Nona...ada apa?",tanya Mika dengan sopan.


"Kenalkan ini kedua mertuaku.Mama Marisa dan Papa Rendra",ujar Dea.


"Salam kenal Nyonya, Tuan",ucap Mika sembari menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Ini--


"Asisten pribadi aku Ma,menemani aku kemana pun aku pergi",jawab Dea tak mau menyebut Mika sebagai pengawalnya.


"Cantik...",puji Marisa.


"Terimakasih Nyonya",jawab Mika tersipu malu.

__ADS_1


"Berapa usiamu Nak?",tanya Marisa.


"25 tahun Nyonya",jawab Mika.


"Ya sayang sekali.Kaisan masih berusia 23 tahun",ujar wanita perubahan baya itu tanpa sadar.


"Ha?"


"Maksud Mama?,Mama mau jodohkan Kaisan dengan gadis ini?",tanya Rendra menunjuk Mika yang tampak terkejut.


"Ya...jika mereka mau.Usia tak masalah,banyak kok artis artis yang nikah dengan usia terpaut jauh.Contohnya U**sy dan A***ka.Mereka harmonis loh sampai sekarang",jawab Marisa tersenyum lembut pada pengawal menantunya itu.


Dea terkekeh melihat raut wajah kaget Mika."Ma...tanya dulu, barangkali Mika ada kekasih",ujar Dea.


"Nak...kamu udah punya calon suami,eh maksud saya kekasih?", tanya Marisa dengan lembut pada Mika.


"Oh...itu--be-belum Nyonya",jawab Mika.


"Pas kalau begitu",ujar Marisa membuat Dea dan Rendra menepuk pelan jidatnya.


"Ha..?"


"Maaf aku terlambat...",ujar Kaisan yang baru saja datang.


"Nah...tuh orangnya datang",ujar Marisa.


"Ada apa sih Ma?", tanya Kaisan menatap satu persatu orang disana.


"Nih calon menantu Mama,kamu suka gak?",tanya Marisa menunjuk Mika yang. menundukkan kepalanya.


"Suka..",jawab Kaisan dengan bodohnya.


"Pas kalau gitu",ujar Marisa.


"Eits tunggu dulu,calon menantu berarti dia--Kaisan baru menyadari ucapan Mamanya.


"Ya...calon untuk kamu",ujar Marisa.


"Ma...aku belum mau nikah,kerja aja belum",jawab Kaisan.


"Sebentar lagi kamu selesai Coas dan langsung kerja memimpin rumah sakit Kai",jawab Marisa.


"Ma..udah ya.Cukup Kalen yang kita jodohkan.Biarlah Kaisan menentukan jodohnya sendiri.Kita gak tau akan seperti apa ke depannya.Doakan saja mereka berjodoh",ujar Rendra.


"Tapi--


"Nanti akan Papa atur perjodohannya", bisik Rendra membuat Marisa tersenyum penuh kemenangan.


"Ya..."


...****************...

__ADS_1


Ya elah...Papa Rendra ikutan juga menjodohkan Kai dengan Mika.


__ADS_2