
Kalen duduk dihadapan sang Mama yang mengobati luka yang ada ditangan serta pelipisnya.
Kamar itu baru saja selesai dibersihkan oleh pelayan.Semua kenangan dan barang barang dari Aluna telah disingkirkan dari kamar itu.
Dea yang baru saja datang langsung masuk,kamar itu tampak berbeda tak ada lagi foto foto didinding kamar seperti yang ia lihat saat di malam pertamanya dan Kalen.
Dea menatap Kalen yang tampak berwajah datar dan begitu lusuh.Gadis itu berdiri tak jauh dari Kalen dan sang mertua yang sedang mengobati Kalen.
"Dea..."
"I-iya Ma...", jawab Dea.
"Kamu bantu pasangkan plesternya ya!,Mama mau ke bawah sebentar",ujar Marisa agar anak dan menantunya itu ada waktu berdua.
"I-iya Ma...",jawab Dea patuh.
Dea mendekati Kalen yang kini menatapnya dengan begitu dingin.Dea mengambil kain kasa lalu meneteskan betadine lalu memplesterkan ke pelipis Kalen dengan begitu hati hati.
"Maaf Tuan...ini mungkin sedikit perih",ujar Dea memasangkan plester itu dengan pelan.
Kalen manatap gadis yang dipilih oleh keluarganya untuk menjadi istrinya dengan begitu lekat."Gadis ini terlalu belia untukku",batin Kalen.
Dea merapikan kembali kotak P3K itu dan meletakkan ke atas nakas.Dea tak tau harus ngapain lagi karena ia begitu canggung saat ini.Berada di dekat Kalen membuat sungguh tak nyaman.
Tring...
Ponsel milik Dea berdering tampak panggilan dari sang sahabat.Gadis itu langsung mengangkat telfon tanpa mempedulikan Kalen yang menatapnya tajam.
Dea: Assalamualaikum Ris,ada apa?
Aris:Dee...besok kamu kerja kan?.Besok aku jemput ya sekalian aku juga jemput Sasha.
Dea:Ogah...yang ada aku jadi obat nyamuk.
Aris:Hahaha...dari pada kamu naik bus
Dea:Gak deh Ris... mungkin besok aku gak masuk deh,ada urusan.
Aris:Ya deh...istri pak CEO mah bebas
Dea:Apaan sih Ris.Gak ada hubungannya kali.
Aris: Hahaha ya sudah kalau gitu aku tutup ya
Dea:Ya...bye.
Tutt...
"Malam ini kita menginap,tapi ingat didepan seluruh keluarga kita harus terlihat harmonis",ujar Kalen.
"Ta-tapi
__ADS_1
"Kita tetap satu kamar tapi kamu tidur disofa",ujar Kalen.
"I-iya Tuan",lirih Dea.
Kalen tersenyum smirk."Kamu pikir aku tidak tau tujuanmu masuk kedalam keluargaku adalah untuk hidup enak bukan?.Tapi sayang dugaanmu salah aku akan membuatmu menderita",ujar Kalen menatap tajam sang istri.
Dea hanya bisa tertunduk karena menjelaskan juga percuma,Kalen tak akan percaya.Gadis itu terduduk disofa dengan mata berkaca-kaca.Malam ini ia akan kembali tidur disofa kamar itu.
Kalen meninggalkan Dea masuk ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya.
Sedangkan Dea mengusap sudut matanya yang berair.Ingin menangis tapi ia tahan karena tak ingin Kalen makin murka dan kembali mengatainya manja dan cengeng.
Drt...
Dea...kamu ada uang gak,ibuk sama ayah butuh uang
Dea tersenyum miris, kedua orangtuanya menghubunginya bukan untuk menanyakan keadaannya tapi untuk meminta uang.Dea tak memiliki uang lagi untuk ia berikan pada kedua orangtuanya itu.
Dea gak ada uang buk...
Tring....
Ibuk is calling...
Dea:Hallo Buk...
Ibuk:Eh Dea masa iya kamu gak ada uang sih?,nikah sama orang kaya tu manfaatkan hartanya.Percuma dong kamu nikah sama aki aki tua tapi gak bisa manfaatkan hartanya.Ibuk gak mau tau kamu kirim ke ibuk sekarang juga sebanyak 500 ratus juta.
Ibuk:Yang berhutang itu ayah kamu ya jadinya kamu dong yang nikah dengan pria tua itu.Ibuk gak mau tau kamu kirim uangnya atau--
Dea:Atau apa?Ibuk akan menjual rumah peninggalan ibuku lagi.Silahkan Buk.Lalu ibuk mau tinggal dimana?
Ibuk:Berani menantang kamu sekarang,hah?.Ibuk mau uangnya sekarang!
Dea:Ibuk pikir aku orang kaya seenaknya ibuk meminta uang sebanyak itu?.Aku bukan atm berjalan ibuk lagi sekarang.
Ibuk:Kamu--
Tutt....
"Hufffhh...",Dea menghela nafas panjang karena pusing dengan tingkah ibu tirinya itu.
"Jadi benar kau menikah denganku hanya karena uang?",ujar Kalen tiba tiba.
"Tuan anda salah--
"Gadis sepertimu banyak yang rela menikah dengan pria kaya untuk bisa hidup enak",ujar Kalen.
Dea menahan rasa sakit dihatinya mendengar penghinaan dari Kalen.
"Tuan anda--
__ADS_1
"Sssttt...kau tak akan mendapatkan apa yang kau cari Nona Dea.Kau menikah dengan pria salah.Aku tak seroyal itu menghamburkan uangku untuk keluargamu",ujar Kalen tersenyum smirk.
Tok tok tok
"Buka pintunya!",ujar Kalen pada Dea.
Dea dengan patuh membuka pintu kamar tampak seorang pelayan tersebut ramah padanya.
"Makan malamnya sudah siap Nona,anda dan Tuan muda ditunggu yang lain di meja makan",ujar pelayan itu ramah.
"Iya Bik... terimakasih sebentar lagi kita turun", jawab Dea.
"Siapa?",tanya Kalen.
"Pelayan yang meminta kita turun untuk makan malam bersama",jawab Dea.
"Ayo...",ujar Kalen menggandeng tangan Dea untuk pertama kalinya membuat gadis itu berdebar.
"Kita hanya pura-pura jadi jangan baper.Beraktinglah dengan baik",bisik Kalen saat semua orang menatap mereka.
"Wah... pengantin baru makin lengket aja",goda Marisa.
Dea tersenyum tipis mendengar gurauan dari mertuanya itu.
Semua orang makan malam dengan khidmat tanpa ada pembicaraan.Dea tampak tak begitu menikmati makanannya karena perutnya yang tiba tiba terasa sakit.
"Dea... besok kamu sudah bisa kuliah di universitas yang sama dengan Kalen mengajar",ujar Rendra pada Dea saat usai makan malam.
"Tapi Pa...Dea--
"Papa yakin kamu gak akan mengecewakan kami,kamu itu pintar sayang gak lanjut kuliah",ujar Rendra.
Kalen tersenyum miring pada Dea karena ia semakin yakin jika Dea sama saja dengan gadis diluaran sana.
"Papa kamu benar Dea...",ujar Tuan William.
"Baiklah Pa...tapi aku masih diperbolehkan bekerja kan?",tanya Dea.
"Tentu saja tidak.Kamu tanggungjawab Kalen sekarang.Pria itu yang akan menafkahi kamu kecuali kuliah kamu itu tanggungjawab Papa",jawab Rendra.
"Pa...Dea mohon...boleh ya.Dea janji gak akan ganggu kuliah Dea",mohon Dea.
"Hufff baiklah...",jawab Rendra pada akhirnya.Toh dirumah sakit anaknya dan menantunya akan memiliki banyak waktu bersama hingga Kalen bisa melupakan Aluna dan menerima Dea sebagai istrinya.
Setelah pembicaraan selesai Dea melangkah menuju taman yang ada dirumah itu.Masuk ke kamar ia merasa malas karena pasti akan berdebat lagi dengan suami yang berujung menghinanya.Dea duduk di bangku taman menatap bunga bunga milik mertuanya yang begitu indah.
"Hai..."
...****************...
Hai reader jangan lupa like dan komentarnya ya
__ADS_1