
Faris terkekeh saat Kaira menceritakan tentang Hadi yang terkena semburan muntahannya.
"Kamu memang jahil sayang", gelak Faris mencubit gemas pipi Kaira yang duduk diatas pangkuannya.
"Aku sebenarnya tidak sengaja Mas,aku memang sudah menahan mual tapi dia malah menghalangi langkahku.Ditambah bau perfume nya yang membuat aku semakin mual.Jadi salahnya sendiri",jawab Kaira.
"Sekarang masih mual?",tanya Faris.
"Tidak...",geleng Kaira.
"Mau makan apa,hm?",tanya Faris melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam makan siang.
"Soto...",jawab Kaira.
"Makan disini atau--
"Makan disini saja",jawab Kaira.
Baiklah.Akan Mas pesankan",ujar Faris.
Sembari menunjuk pesanan Kaira datang Faris melanjutkan pekerjaannya mengecek beberapa berkas dan juga menandatanganinya dengan Kaira yang berada di pangkuannya.
Kaira juga menyalakan laptopnya dan tampak sebuah email masuk dari Hadi.Wanita itu mengerutkan keningnya melihat Hadi mengirimkannya tugas.
"Kenapa sayang?",tanya Faris melihat sang istri tampak melamun menatap layar laptopnya.
"Dokter Hadi mengirimkan tugas, padahal dia bukan Dosen aku Mas",jawab Kaira.
"Oh ya...?,coba tanya sama teman kamu sayang",ujar Faris.
Kaira menghubungi salah satu temannya yang cukup dekat dengannya.Dan ternyata jawaban temannya membuatnya kaget.
"Dokter Hadi ngajar dikelas aku Mas, gantiin Miss Aira yang cuti mau melahirkan",ujar Kaira.
"Dia gak ganggu kamu lagi kan?",tanya Faris.
__ADS_1
"Enggak,kata Eren dia pacaran sama Kakak tingkat aku",jawab Kaira.
"Baguslah kalau begitu",jawab Faris.
"Dikumpulkan kapan tugasnya sayang?",tanya Faris.
"Minggu depan paling lama",jawab Kaira.
Tak lama soto pesanan Kaira datang,wanita itu tampak makan dengan lahapnya.Faris pun ikut maka soto karena mereka memesan dua porsi.
***
"Honey...ini makanannya sudah jadi", Geovano meletakkan sepiring nasi goreng kecap dihadapan Salsa.
Salsa memakan makanan itu tanpa mengucapkan terimakasih pada Geovano.Ia masih marah pada pria itu yang suka seenaknya saja padanya.Geovano hampir tiap malam menggagahinya membuatnya kesal.Ia seolah layaknya budak ranjang pria itu.Meski Geovano tak lagi menganggap sebagai budak ranjang tapi ia tetap merasa seperti itu.
"Kamu marah padaku honey?", tanya Geovano.
"Hmmm",Salsa hanya berdehem singkat.
"Aku minta maaf,aku akan mengurangi durasi bercinta kita",ujar Geovano.
"Baiklah...aku akan mengajakmu kemana saja hari ini asalkan kamu mau memaafkanku",ujar Geovano.
Seketika mata wanita hamil itu berbinar karena satu bulan lebih Geovano mengurungnya di apartemen ini."Aku mau belanja",jawab Salsa.
"Oke...",jawab Geovano.
"Baiklah...aku akan menghabiskan uangmu",jawab Salsa membuat Geovano terkekeh.
"Oke... silahkan habiskan!",ujar Geovano memberikan sebuah kartu hitam pada Salsa.
"Kamu yakin tidak takut bangkrut?",tanya Salsa.
"Kalau aku bangkrut mungkin kita akan tinggal ia kontrakan kecil setelahnya",jawab Geovano tertawa pelan.
__ADS_1
"Aku tau kamu bukan wanita seperti itu",ujar Geovano mengacak rambut sang istri lalu melangkah pergi meninggalkan Salsa yang tampak diam saja.
Geovano memang memiliki uang yang tak berseri.Ia sebenarnya anak konglomerat tapi memilih jalan sendiri daripada mengembangkan perusahaan keluarga.Ia juga berinvestasi di berbagai perusahaan.Selain gaji dari perusahaan Faris ia juga memiliki pemasukan dari bisnis senjata api.
Jadi saat Salsa mengatakan jika ia akan membuatnya bangkrut ia hanya tertawa saja.Ia tau istrinya itu bukan wanita materialistis.Dia hanya terobsesi pada Faris saja selebihnya dia wanita yang baik dan penurut.
Sesuai janjinya Geovano mengajak Salsa berbelanja di sebuah Mall terbesar dikota itu.Salsa tampak begitu senang namun wanita itu tak kunjung berbelanja.
"Katanya mau belanja, kita muter muter saja dari tadi",ujar Geovano.
"Aku bingung mau beli apa",jawab Salsa.
"Biasanya wanita suka baju,tas dan perhiasan.Kamu gak mau membelinya?",tanya Geovano.
"Untuk apa jika kau juga gak bisa kemana-mana",jawab Salsa telak.
"Maafkan aku honey.Tapi asalkan kamu janji tidak akan kabur lagi aku akan membebaskan kamu kemanapun kamu mau",ujar Geovano.
"Mau kabur kemana lagi udah hamil begini", ketus Salsa.
"Baiklah mulai besok kamu boleh pergi kemanapun tapi akan ada yang mengawasi kamu dari jauh honey",ujar Geovano.
"Sama saja tidak",jawab Salsa.
"Aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu karena saat ini kamu hamil, paham",ujar Geovano.
"Ya...", ketus Salsa.
"Geo..."
Geovano menoleh saat seseorang menyapanya.Ia terkesiap saat Faris menatapnya tajam.
"Tuan anda--
Salsa menatap Faris sekilas,ia sudah membenci pria itu.
__ADS_1
"Kalian--
...****************...