Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
S2.Kekecewaan Faris


__ADS_3

"Kamu kenapa?",tanya Mika pada Kaisan yang duduk di sebuah bangku yang terdapat di halaman rumah Mika.


Kaisan menatap gadis yang ia cintai itu dan tersenyum tipis."Aku gak tau bagaimana sakitnya jika kamu benar benar dilamar pria lain",jawab Kaisan.


Mika tersenyum tipis."Aku memang sudah akan dilamar Kai,oleh Faris.Tapi aku menolaknya",jawab Mika.


"Mik...maaf selama ini aku begitu pengecut dan tak mau mengakui semuanya.Aku memendam dan berpikiran kamu dan Faris memiliki hubungan",ujar Kaisan menatap gadisnya itu.


"Ya..."


"Saat kamu mengatakan jika kamu menginginkan pria yang umurnya diatas kamu,saat itu aku mulai tertantang untuk mendapatkanmu Mika.Tapi kejadian di rumah sakit saat itu membuatku insecuer dan merasa jika kamu tak mungkin mau dengan pria ingusan sepertiku", ujar Kaisan.


"Kai...jujur aku memang menginginkan pria yang umurnya jauh diatasku dan dewasa.Tapi aku sadar kedewasaan seseorang tak bisa diukur dengan umurnya",jawab Mika.


"Jadi siap jadi Nyonya muda Atmaja?",tanya Kaisan menatap Mika lalu meraih jemari Mika dan menggenggamnya.


"I-iya...",jawab Mika tersipu malu.


"Kai ayo kita pulang", ujar Marisa setengah berteriak.


Kaisan melepaskan genggaman tangannya pada jemari Mika."Ya Ma...",jawab Kaisan.


Marisa sedari tadi berada didalam rumah Mika bersama Kalen untuk membahas lamaran dan pertunangan putra keduanya itu.


Kaisan mengahampiri semua orang yang ada tak jauh dari ia dan Mika duduk.


"Bu...saya pamit pulang dulu.Insyaallah lusa ke sini lagi melamar putri Ibu",ujar Kaisan menyalami punggung tangan calon mertuanya itu.


"Ya Nak.Kehidupan Mika hanya seperti ini.Kami bukan dari keluarga terpandang,Ibu harap kamu mau menerima Mika apa adanya.Dia putri ibu satu satunya jadi jangan sakiti dia",jawab wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Insyaallah...aku mencintai Mika dengan apa adanya dan aku berjanji akan menikahi Mika secepatnya Bu setelah aku menyelesaikan Coasku yang tinggal beberapa bulan lagi",jawab Kaisan mantap menatap Mika tampak mengulum senyum malu-malu.


"Jeng...jangan merendah seperti itu.Saya dan suami memang selektif mencari seorang menantu tapi itu untuk menantu pria.Saya harus memastikan anak gadis saya mendapatkan pria yang bisa menghidupinya secara finansial dan yang lainnya.Tapi untuk anak laki laki kami memberi kebebasan selama calonnya gadis baik dan memiliki tata krama yang juga baik",sela Marisa.


"Ya... terimakasih telah mau menerima putri dari seorang pedagang kecil seperti kami di keluarga kalian",jawab ibu dari Mika.


"Mika gadis yang baik yang mampu mencuri hati saya dan tentunya hati putra saya.Mika mungkin tau bagaimana saya bersikap pada menantu pertama saya.Saya akan memarahi anak saya jika sedikit saja menantu saya disakiti.Jadi jangan ragukan keluarga kami",ujar Marisa.


"Oh ya... kami harus pulang lebih dahulu.Lusa kami kesini lagi melamar Mika untuk anak saya",ujar Marisa menghampiri Mika dan memeluknya.


"Terimakasih Buk, sudah--


"Mama...panggil aku Mama, sebentar lagi kamu akan menjadi putriku",jawab Marisa saat Mika mengucapkan terimakasih padanya.Hal itu membuat Kaisan tersenyum tipis melihat keduanya.


"I-iya Ma...",jawab Mika terbata.


"Baiklah...ayo Kai kita pulang",ujar Marisa pada sang putra.


"Iya Buk...maaf jika sambutannya hanya seadanya saja",jawab ibunya Mika.


"Tidak apa apa",jawab Marisa.


"Jaga hatimu untukku", bisik Kaisan pada Mika dan tersenyum tipis.


"Ya...", angguk Mika.


"Ayo Kai...",ujar Kalen yang dari tadi hanya menyimak saja.


"I-iya Kak",jawab Kaisan yang sebenarnya berat meninggalkan Mika di kampungnya.

__ADS_1


Sementara itu dari kejauhan seorang pria menatap kejadian itu dengan perasaan hancur.Pria yang bersembunyi dibalik pohon besar itu mengepalkan kedua tangannya menahan rasa sesak di dadanya.


Kaisan dan semuanya kembali ke kota untuk mempersiapkan semuanya kecuali Kalen yang akan kembali ke rumahnya yang tak jauh dari tempat tinggal Mika hanya berbeda kecamatan saja.


"Mika..."


Mika yang akan memasuki rumah menghentikan langkahnya."Faris...", gumam Mika.


"Ya... ini aku.Selamat karena sebentar lagi kamu akan menikah",ujar Faris mengulurkan tangannya m


"Ya...maaf untuk--


"Tak apa.Perasaan memang tak bisa dipaksa tapi aku hanya sedikit kecewa sama kamu karena menolakku",jawab Faris.


"Faris... sungguh aku hanya menganggap kamu sahabat tak lebih",jawab Mika dengan perasaan penuh rasa bersalah.


"Ya aku tau.Tapi kenapa harus dia yang menjadi sainganku Mika, seseorang yang tak bisa aku lawan karena aku berhutang budi pada keluarga itu",ujar Faris menatap gadis yang ia cintai tak mungkin ia miliki itu.


"Entahlah Ris.Semua mengalir begitu saja,aku terjebak pesona pria itu dan terperangkap didalamnya.Aku pernah berusaha menolak karena perbedaan kami.Tapi tidak dengan hati ini Ris,aku merasa takut kehilangannya", lirih Mika.


"Baiklah.Semoga bahagia,ini kali terakhir aku kesini", jawab Faris menahan rasa sesak didalam dadanya melihat gadis yang sangat ia cintai tak bisa ia rengkuh.


"Faris...


"Mama titip salam untuk kamu",ujar Faris balik badan dan melangkah meninggalkan Mika yang menatapnya penuh rasa bersalah.


Sementara itu Kaisan mengemudikan mobilnya dengan perasaan senang.Sebentar lagi ia dan Mika akan bersatu.


"Aku janji akan membuatmu bahagia Mika", guman Kaisan tersenyum tipis.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2