Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Gara gara oseng mercon


__ADS_3

"Oh itu lagi bicarakan perkembangan Rania Ma,iya kan Ra",ujar Dea menyenggol bahu sang adik ipar.


"I-iya Ma,kata Kak Dea Rania udah makin pintar dan lucu sekarang",jawab Kaira.


"Oh..."


"Makanannya sudah matang?",tanya Marisa.


"Hampir Ma",jawab Dea.


"Kalian lanjutin saja ya Mama mau telepon Kakek dulu untuk mengingatkan makan malamnya",ujar Marisa.


"Siap Ma,titip salam buat Kakek",jawab Kaira.


"Iya...nanti Mama sampaikan", balas Marisa.


"Untung Mama percaya",ujar Kaira.


"Huummm...maaf ya",jawab Dea.


" Ya Kak...", balas Kaira.


Keduanya tampak kompak memasak makan malam dengan berbagai macam menu makannan yang sesuai selera pasangan masing dan tentunya di bantu beberapa orang pelayan karena mereka memasak cukup banyak tak hanya untuk mereka juga untuk pelayan juga.Dea tak membedakan menu makanannya dengan para pelayan.Dea begitu menghargai pelayan yang bekerja pada dan yang sudah meringankan pekerjaaannya.


"Ra...kamu mau bikin apa?",tanya Dea saat melihat adik iparnya itu mengeluarkan daging dari lemari pendingin.


"Mau bikin oseng mercon Kak",jawab Kaira.


"Faris suka makanan pedas?",tanya Dea.


"Ya...dan itu salah satu makanan kesukaannya",jawab Kaira tersenyum tipis pada Kaira.


"Oh..."


"Udah matang ayam kecapnya Kak?",tanya Kaira.Ayam kecap adalah makanan kesukaan Kalen dan sekarang menular pada Rania.


"Udah... tinggal bikin sayurnya aja",jawab Dea mengiris bawang untuk menumis.

__ADS_1


Dengan cekatan Kaira yang sudah tau dengan resepnya karena pernah membuatnya dulu dengan sang Mama mertua saat ia dan Faris masih sepasang kekasih.Mama Arita lah yang mengatakan jika oseng mercon menjadi makanan favorit anak laki laki nya.


"Kamu kayak udah jago aja bikinnya Ra",ujar Dea melihat kelihaian Kaira mengolah bumbu.


"Pernah bikin beberapa kali sama Mamanya Mas Faris Kak",jawab Kaira.


"Oh ya..", timpal Dea.


"Ya meski banyak Mama yang memasaknya.Tapi jika aku yang masak sendiri ini perdana Kak",jawab Kaira jujur.


"Memang harus begitu Ra,meski suami melarang kita masak tapi tetap saja kita sebagai istri memiliki kewajiban untuk memasak makanan untuk suami",ujar Dea.


"Ya...Kakak benar,meski Mas Faris gak nuntut aku bisa masak.Tapi aku ingin dia makan makanan yang aku masak", jawab Kaira membenarkan ucapan Dea.


"Faris bucin ya Ra?", tanya Dea.


"Gak terlalu sih Kak,masih dalam batas wajar aja",jawab Kaira.


"Aku gak nyangka kalian itu jodoh.Tapi itulah kehendak Tuhan",ujar Dea.


"Ya... aku yang awalnya dulu suka godain Mas Faris yang galau ditinggal nikah sama Kak Mika malah membuat aku terjebak dan jatuh cinta sama Mas Faris",jawab Kaira.


"Iya...aku tau banget kisah kalian yang sangat sulit di awal pernikahan.Apalagi saat ini Kak Kalen masih cinta sama Kak Aluna.Oh ya ngomong ngomong tentang Kak Aluna aku pernah melihatnya beberapa bulan yang lalu di pinggir jalan",ujar Kaira tetap fokus pada masakannya.


"Oh ya...?",tanya Dea.


"Huummm...dia kayaknya tunawisma gitu Kak,jauhlah dari penampilannya dulu saat masih bekerja dirumah sakit",jawab Kaira.


"Kamu yakin itu Kak Aluna?", bisik Dea.


"Iya Kak,meski gak semodis yang dulu tapi aku sangat yakin itu Kak Aluna",jawab Kaira mantap.


"Kenapa Kak?",tanya Kaira mematikan api kompor karena masakannya sudah matang.


"Aku yakin Kak Kalen gak akan tergoda lagi sama dia.Apalagi kalian punya Rania sekarang,aku yakin Kak Kalen tidak akan menukar kalian dengan wanita murahan itu",ujar Kaira.


"Kamu udah tau Ra?",tanya Dea.

__ADS_1


"Ya tau lah, pernah lihat videonya yang dirumah sakit saat itu.Aku jijik tau gak lihatnya",jawab Kaira.


"Sayang...makanannya sudah siap belum?", tanya Kalen mengahampiri sang istri.


"Sudah Mas.Kamu tunggu di meja makan ya.Sebentar lagi akan di hidangkan",jawab Kaira.


"Ayo... biarkan Bibik yang menyelesaikannya,nanti kamu kecapekan honey",ujar Kalen menarik pergelangan tangan sang istri.


Kaira tersenyum tipis melihat keromantisan rumah tangga Kakaknya.Ia berharap tak ada lagi yang mengusik rumah tangga Kakaknya itu.


Kaira memindahkan masakannya di piring saji lalu membawa ke meja makan.Gadis itu tersenyum saat sang suami mengedipkan matanya kearahnya.


"Masak apa sayang?",tanya Faris menghampiri Kaira yang menata makanan.


"Makanan kesukaan kamu",jawab Kaira menunjuk oseng mercon buatannya.


"Enak kayaknya",ujar Faris ikut bergabung dengan Kalen dan Dea.


"Di coba dulu Mas, baru komentar",jawab Kaira mengambilkan makanan untuk sang suami.


"Baiklah...",jawab Faris.


Marisa tersenyum melihat sang putri yang begitu santun pada sang suami.Hatinya sangat adem sekarang melihat rumah tangga anak menantu nya tampak bahagia.


"Kayaknya oseng buatan kamu enak Ra",ujar Kalen melihat Faris makan dengan lahap.


"Kakak jangan ikutan makan,ini pedas banget.Kakak kan gak bisa makan makanan pedas",jawab Kaira.


"Tapi Kakak coba dikit aja boleh lah", ujar Kalen mendapat pelototan tajam dari sang istri namun pria itu tak menyadarinya.


"Enak...tapi pedas",ujar Kalen langsung meminum segelas air.


"Gak bisa makan pedas jangan dipaksakan Mas", sindir Dea.


"Dengar tuh ucapan istri,jangan bandel.Kualat kan jadinya",kekeh Marisa melihat wajah sang anak yang memerah menahan rasa pedas.


Faris tersenyum tipis namun hanya sekilas ,ia tak ingin Kalen menyadarinya.

__ADS_1


...****************...


Aku double up ya,jangan lupa dukungannya.bunganya atau jika bisa kopi deh


__ADS_2