
"Baby...kamu baru selesai makan loh,kok tiduran, hum?",ujar Kalen yang baru keluar dari walk in closet.
"Mau rebahan aja Kak",jawab Dea.
"Aku ambil laptop sebentar di ruang kerja ya",ujar Kalen mengusap lembut rambut Dea.
"Ya Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.
Kalen keluar dari kamar menuju ruang kerjanya untuk mengambil laptopnya untuk memeriksa beberapa laporan yang telah kirim oleh Faris.
Untuk saat ini ia akan meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang dokter demi fokus pada perusahaaannya yang sedang berkembang cukup pesat.Bukan ia mengubur mimpinya sedari kecil yang ingin menjadi seorang dokter tapi saat ini ada mimpi seseorang yang harus ia wujudkan yaitu keinginan Dea yang juga ingin menjadi seorang dokter dan hanya di kota ini ia bisa mewujudkannya jauh dari orang yang saat ini mengincar sang istri.
Kalen ingin sang istri aman dalam mengenyam pendidikannya.Dan juga ia ingin menggali bakatnya dalam dunia bisnis.Meski tak semudah ia menjadi Dokter dulu tapi setidaknya ia berjuang dari nol dengan hasil keringatnya sendiri.Ia akan dengan bangganya nantinya mengatakan pada anak anaknya jika perusahaan yang dia punya adalah hasil keringatnya dan diperuntukkan untuk anak anaknya.
Kalen kembali ke kamar dan mendapati sang istri yang sedang bermain ponsel.
"Sayang... bermain ponsel dengan posisi rebahan tak baik untuk kesehatan matamu sayang",ujar Kalen berkacak pinggang menatap sang istri.
"Hehehehe...maaf Kak",jawab Dea cengengesan.
"Kalau mau bermain ponsel itu duduk,baby",ujar Kalen.
"Iya...siap Pak Dokter",jawab Dea.
"Kamu ini dibilangin malah ngeledek",ujar Kalen mencubit pipi Dea yang mulai tampak berisi dengan gemas.
Kalen membantu sang istri untuk duduk dengan nyaman dengan memberikan bantal sebagai sandarannya.Setelah itu ia duduk dihadapan Dea dengan memangku laptop miliknya.
"Kak..."
"Hmmm"
"Pekerjaan kamu banyak?",tanya Dea menatap sang suami yang fokus pada layar laptopnya.
"Hanya beberapa sayang,kenapa memangnya?",jawab Kalen yang masih fokus pada email yang dikirim Faris.
__ADS_1
"Gak...cuma nanya aja.Gimana jika aku ikut bekerja di kantor kamu Kak?",ujar Dea tiba tiba.
Kalen menoleh pada sang istri yang menatap. penuh harap."No...baby.Kamu cukup kuliah dan dirumah saja.Jika kamu ikut bekerja di kantor aku tak akan pernah fokus pada pekerjaaanku",jawab Kalen.
"Yah..."
"Sayang...kamu saat ini fokus pada kuliah sama kehamilan kamu.Aku sangat sanggup mencukupi semua kebutuhan kamu tanpa kamu harus ikut bekerja",ujar Kalen memeberikan pengertian pada sang istri.
"Tapi kau bosan jika di rumah saja Kak",keluh Dea.
"Jika kamu bosan kamu bisa datang ke kantor",jawab Kalen.
"Benarkah...",ujar Dea tersenyum lebar.
"Tentu...tapi tidak untuk saat ini karena ruangan kerjanya ku dalam tahap renovasi pembuatan kamar pribadi untuk kita.Jika nanti kamu datang ke kantor kamu bisa beristirahat disana tanpa harus tidur disofa seperti kemarin",jawab Kalen.
"Baiklah Kak...aku juga ingin ada sofa untuk ibu hamil dikamarnya",ujar Dea.
"Tentu Baby, apapun untukmu.Dan aku juga telah memesankannya untukmu dikamar ini.Mungkim sebentar lagi akan sampai",jawab Kalen.
"Ya...ingat jangan terlalu bahagia.Itu tidak baik,kamu ingat kejadian Bali waktu itu akibat kamu terlalu berbahagia", tegur Kalen.
"Iya Kak... terimakasih telah mengingatkan",jawab Dea.
"Ya sayang.Aku selesaikan ini dulu ya,nanti aku akan menemani kamu ngobrol",ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea.
***
"Bik...minta tolong bikinin salad sayur ya",ujar Dea saat menghampiri dapur.
"Ya Nyonya,ada lagi yang lain?",tanya pelayan
"Gak Bik.itu aja...",jawab Dea duduk di panti menunggu pesanannya dibuatkan.
__ADS_1
"Bik...berapa usiamu?",tanya Dea menatap wanita paruh baya yang masih cekatan dengan pekerjaannya.
"Lima puluh empat tahun Nyonya muda",jawab pelayan itu sembari tersenyum.
"Oh...tapi Bibik terlihat seperti belum seusia itu",ujar Dea.
Pelayan itu tersenyum lalu memberikan makanan yang baru saja selesai ia racik pada Dea.
"Terimakasih ya Bik...",ujar Dea.
"Iya Nyonya muda",angguk pelayan itu tersenyum tulus.
"Sayang...kamu dari mana,hum?",tanya Kalen saat menuruni tangga.
"Dapur Kak...bikin ini?", jawab Dea menunjukkan salad sayur pada sang suami.
"Oh...ayo kita sarapan setelah itu aku akan mengantarmu ke kampus",ujar Kalen menarik pergelangan tangan sang istri.
"Iya Kak...",jawab Dea mengikuti langkah sang suami menuju ruang makan.
"Kak...jadi hari ini aku gak usah datang ke kantor kamu?",tanya Dea.
"Aku akan menjemputmu nanti ke kampus dan setelah kita akan kesuatu tempat",ujar Kalen.
"Kemana?",tanya Dea.
"Rahasia...",jawab Kalen.
"Kok rahasia sih Kak",ujar Dea.
"Nanti kamu juga tau.Ayo di makan saladnya",jawab Kalen.
"Yah....",keluh Dea mengerucutkan bibirnya ke depan membuat Kalen terkekeh geli.
...****************...
__ADS_1