
Dea berjalan begitu anggun dengan Kalen yang mengenggam erat tangannya.Gadis itu tersenyum begitu manisnya sehingga banyak para tamu undangan yang terpukau oleh kecantikan gadis belia itu.
"Selamat datang di kediaman Atmaja,saya dan cucu saya sengaja mengundang anda sekalian ke sini untuk memperkenalkan anggota baru di keluarga ini.Perkenalkan cucu menantu saya Deandra Cantika Atmaja",ujar Tuan Wiliam Atmaja pada seluruh undangan yang hadir.
Dea tersenyum tipis seraya menganggukan kepalanya pada semua tamu yang hadir.
"Kalen...",ujar Tuan Wiliam meminta sang cucu membawa Dea ke tengah tengah kerumunan para tamu.
Kalen menggandeng Dea menuju sang Kakek yang tersenyum kepada mereka.Dengan begitu gagahnya ia berjalan mengamit tangan sang istri.
"Inilah menantu kami, istri dari Kalendra",ujar Tuan Wiliam membuat semua orang tersenyum melihat sepasang pengantin itu begitu sangat serasi.
"Dea...",gumam seseorang diantara kerumunan para tamu menatap Dea penuh kebencian.
"Lo kenal istri Dokter Kalen, Wulan?",tanya salah satu tamu yang hadir yang merupakan sah satu perawatan di rumah sakit milik keluarga Atmaja.
"Hmmmm"
"Kayaknya Lo benci banget sama dia?",ujar orang itu.
"Sangat...",jawab Wulan dengan tatapan penuh kebencian.
"Harusnya aku yang disana bukan gadis kampungan itu,Ibuk kenapa bohingin aku",batin Wulan.
"Berani Lo ganggu Dea lagi,gue jamin karir Lo di rumah sakit akan hancur", bisik seseorang pada Wulan.
"Lo...?"
"Kenapa?,Lo terkejut kalau Dea menikah bukan dengan orang yang dikatakan Ibuk Lo",bisik pria itu lagi.
"Hehehe...gue kasihan sama Lo bertahun-tahun dekat dengan Dea tapi Dea anggap Lo cuma teman doang",ejek Wulan tersenyum sinis.
"Hehehe...mungkin orang orang beranggapan gue dan Dea ada hubungan,tapi dia tak lebih dari sekedar sahabat dan telah gue anggap adik sendiri",jawab orang itu.
"Lo--
"Ris..."
"Eh...Beb kamu udah selesai?",tanya orang itu pada orang yang memanggilnya.
"Sudah...kamu suster Wulan kan?",ujar orang itu pada Wulan.
"Iya... Dokter Sasha", jawab Wulan.
"Ris...kita ke Dea sama Dokter Kalen yuk!",ujar Sasha.
"Iya...", jawab orang itu yang tak lain adalah Aris.
"Ingat pesan gue",bisik Aris sebelum benar benar pergi meninggalkan Wulan.
Sementara itu Kalen memperkenalkan Dea pada satu persatu rekan dan relasi bisnisnya sebagai istrinya.Meski Dea masih belia namun ia bisa membawakan diri saat mendampingi Kalen bertemu relasi kerjanya.
"Dee..."
"Hai... Aris,Dokter Sasha",ujar Dea saat kedua orang itu menghampiri Dea.
"Selamat ya Buk Dea.Jujur saya gak tau dari awal jika Buk Dea adalah menantu dari pemilik rumah sakit",ujar Sasha menyalami Dea.
__ADS_1
"Gak apa apa Dok...oh panggil saya Dea saja",jawab Dea
"Iya Dea",balas Sasha.
"Selamat Dokter Kalen dan Dea...semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah",ujar Aris ikut memberikan selamat.
"Makasih ya Ris...",jawab Dea.
Kalen hanya mengangguk pelan sebagai jawabannya menatap istri dan rekan seprofesinya itu berbicara sangat akrab padahal usia mereka terpaut cukup jauh.
"Sama sama Dee,kalau gitu kita pamit ya, sebentar lagi mau gantian shift sama Dokter lain",ujar Aris pada Dea.
"Iya Ris...hati hati ya",jawab Dea tersenyum senang melihat sahabatnya menggandeng sang pujaan hati.
"Iya..."
"Dia--
"Sahabatku Kak,sudah ku anggap Kakakku sendiri dan begitu juga sebaliknya.Dan Dokter Sasha tadi kekasihnya",ujar Dea pada Kalen yang mengangguk pelan.
"Oh..."
"Dea..."
"Kak Kaisan...",ujar Dea.
"Maaf Dea,Kak baru datang,Aku baru saja selesai coas",ujar Kaisan.
"Iya Kak...",jawab Dea tersenyum lebar.
"Dea...ikut aku",ujar Kalen menarik tangan sang istri dari hadapan sang adik.
Pria yang masih coas di ruang sakit milik Kakeknya itu melangkah menuju sang adik yang tampak sendirian duduk di salah satu meja.
"Dek..."
"Kak Kai...kok baru datang sih?",tanya Kaira.
"Kakak baru selesai coas,Ra.Kenapa?",jawab Kaisan.
"Bete Kak,gak ada teman", sungut Kaira.
"Kamu gak ngundang teman teman kamu?",tanya Kiasan.
"Gak...acaranya juga dadakan", jawab Kaira.
"Iya sih...ide siapa sih ini?",tanya Kaisan.
"Siapa lagi jika bukan Mama dan Kak Kalen",jawab Kaira.
"Seriusan ini idenya Kak Kalen?",tanya Kaisan dengan raut wajah setengah tak percaya.
"Huumm..."
Kaisan tersenyum tipis karena sang Kakak pelan pelan sudah menerima kehadiran Dea.
Sedangkan Dea tampak sedikit gelisah seperti menahan sesuatu.
__ADS_1
"Kamu kenapa?", bisik Kalen.
"Aku mau ke toilet sebentar Kak, boleh?", tanya Dea.
"Ya bolehlah Dea...mau aku temani?", jawab Kalen.
"Eh gak usah Kak.Aku bisa sendiri",jawab Dea berjalan meninggalkan Kalen yang menatap punggungnya semakin menjauh darinya.
Dea buru-buru berjalan menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.
"Hufff....lega",gumam Dea saat akan keluar dari toilet.
"Enak ya hidup kamu sekarang?.Tak peduli peduli lagi dengan ayah dan ibuku yang jaga dan besarin kamu selama ini",ujar seseorang tiba tiba menghadang Dea.
"Kak Wulan...",gumam Dea.
"Iya ini aku... kenapa kaget?. Harusnya aku yang ada diposisi kamu saat ini", desis Wulan dengan kilatan amarah dimata gadis itu.
"Tapi Kak aku--
"Jangan karena kamu sekarang kamu menantu dikeluarga ini kamu lupa dengan keluarga yang menampung kamu selama ini",ujar Wulan.
"Kak...aku gak pernah lupa dengan kalian tapi--
"Saat ibuk minta uang ke kamu kenapa gak kasih,hah?.Gini cara kamu balas budi?",ujar Wulan.
"Kak...saat itu aku tak memiliki uang dan soal balas budi kurang apalagi aku Kak.Aku mengorbankan masa mudaku untuk menikah demi melunasi hutang hutang yang kamu dan ibuk lakukan Kak",jawab Dea yang mulai kesal dengan Kakak tirinya itu.
"Kamu...sudah mulai berani sekarang,huh?",berang Wulan bersiap menampar Dea namun tangannya ditahan seseorang.
"Berani kamu menyentuh menantu keluarga ini akan aku pastikan besok pagi kamu akan mendapatkan surat pemecatan",ujar orang itu menghempaskan tangan Wulan cukup kasar.
"Kak Kai...",gumam Dea.
"Heh...siapa kamu?",tanya Wulan.
"Dea..."
"Kak Kalen",lirih Dea saat melihat sang suami menghampirinya.
"Ada apa ini?",tanya Kalen menatap satu persatu adik dan istrinya begitu juga Wulan.
"Ini Kak...gadis ini berusaha menyerang Dea", adu Kaisan membuat Dea menatap tak percaya adik iparnya itu yang mengadu pada suaminya.
Kalen manatap Wulan dengan tatapan tajam membuat gadis itu bergidik ngeri."Siapa kamu?",tanya Kalen datar.
"Ka-kakak tiri Dea Dokter Kalen",lirih Wulan dengan kepala tertunduk.
"Kak...ayo kita ke depan",ujar Dea menarik pergelangan tangan sang suami.
"Urus dia Kai...",ujar Kalen mengikuti langkah sang istri.
"Dengan senang hati Kakakku", jawab Kaisan tersenyum tipis.
"Jadi kamu....
"Kenapa?", tanya Kaisan.
__ADS_1
"Aku--
...****************...