Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Tentang keluarga Dea


__ADS_3

Kalen menyelimuti tubuh polos Dea lalu mengecup kening wanitanya itu cukup lama."Terimakasih sayang untuk semuanya", bisik Kalen.


Dea hanya mengangguk pelan kemudian memejamkan kedua matanya karena ia begitu lelah melayani sang suami.


Kalen tersenyum lalu beranjak turun seiring tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.


"Tak sabar menunggu kamu hamil anakku sayang",gumam Kalen yang tersenyum tipis membayangkan pergumulan mereka berusan.


Setelah dua puluh menit dikamar mandi pria itu keluar dengan wajah yang terlihat segar.Pria itu tersenyum melihat sang istri tidur dengan pulasnya.Ia segera berpakaian lalu melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.Pria itu sengaja membawa pekerjaannya ke dalam kamarnya dan duduk disebelah sang istri yang tertidur.Barjaga jaga jika wanita itu bangun untuk membantunya ke kamar mandi.


Sementara biru dikediaman Atmaja Tuan Wiliam beserta anak dan cucunya Kaisan sedang berembuk.


"Kek...aku rasa rasa tak perlu memberitahu Dea akan hal ini jika situasinya rumit seperti ini",ujar Kaisan.


"Ya... Kakek juga berpikiran seperti itu.Keluarga besar Dion lagi memanas memperebutkan harta warisan.Jika sampai mereka tau jika Dea masih hidup semuanya akan lebih memanas lagi.Terlebih Dea anak diluar nikah",ujar Tuan Wiliam.


"Terus kita harus bagaimana,Pa?. Jangan rusak kebahagiaan mereka saat ini,Pa",ucap Rendra.


"Kai... apakah Kakakmu mengatakan sesuatu?",tanya Tuan Wiliam.


"Gak Kek...dia hanya minta kita untuk tidak mengatakan apapun pada Dea saat ini",jawab Kaisan.


"Hufff...tapi aku melihat keterkejutan Dea saat bertemu Sandra di malam itu",ujar Rendra.

__ADS_1


"Jangan jangan Dea mengenali Sandra",ujar Tuan Wiliam.


"Mungkin...", sambung Kai.


"Aku rasa Dea tak perlu tau akan hal ini.Bukankah Sandra tak peduli mesin saat itu mayat putrinya tidak ditemukan", ujar Rendra.


"Aku rasa Sandra sengaja menyembunyikan keberadaan Dea dengan alasan ini.Ia takut putrinya dimanfaatkan oleh keluarga Dion.Karena hanya anak pertama dari Dion yang bisa mencairkan seluruh warisan itu",tutur Tuan Wiliam.


"Papa benar...tapi kenapa Sandra tak mengenali Dea malam itu",ujar Rendra.


"Mungkin saja ia sudah lupa dengan wajah putrinya karena ini sudah 10 tahun setelah kejadian itu",jawab Tuan Wiliam.


"Harusnya dia tau nama Dea bukan?",tanya Kaisan.


"Nama Dea sebenarnya adalah Diandra Ayu Cantika bukan Deandra Cantika.Diandra adalah gabungan nama Dion dan Sandra.Entah siapa yang mengubahnya menjadi Dea",ujar Tuan Wiliam.


"Jadi siapa yang merubah nama Dea?",gumam Kaisan.


"Anas...pria itu yang tau semuanya tentang Sandra",jawab Rendra.


"Mungkin...", sambung Tuan Wiliam membenarkan ucapan sang putra.


"Baiklah Kek...aku ke rumah sakit dulu",ujar Kaisan berpamitan.

__ADS_1


"Ya... belajar kah baik agar kamu segera lulus coas",jawab Tuan Wiliam.


"Ya Kek"


***


Sementara itu di apartemen milik Kalen Dea baru saja membuka kedua matanya.Menatap sekeliling kamar dan terlihat sang suami yang fokus pada laptopnya.


"Kak..."


"Sudah bangun?",tanya Kalen meletakan laptopnya diatas nakas.


"Huumm..."


"Mau mandi?",tanya Kalen.


Dea mengggeleng pelan."Sebentar lagi,masih lemas", lirih Dea.


"Baiklah... bilang saja jika mau mandi nanti aku bantu",ujar Kalen diangguki Dea.


"Kak..."


"Hmmm..."

__ADS_1


"Kita nginep dirumah Mama yuk!",ujar Dea tiba tiba.


...****************...


__ADS_2