
Hoek Hoek heok
Dea memuntahkan isi perutnya pagi ini di westafel kamar mandi.Perutnya terasa begitu tak nyaman dan terasa di aduk aduk.Bangun dari tidur ia langsung berlari menuju kamar mandi meninggalkan Kalen yang masih lelap dalam tidurnya.
"Ya Allah...",lirih Dea dengan wajah pucatnya.
Hoek
Ia kembali muntah namun hanya mengeluarkan cairan bening.Tubuhnya terasa begitu lemas dan gak bertenaga.
"Sayang...are you oke?",tanya Kalen menghampiri sang istri lalu membersihkan mulut Dea tanpa merasa jijik.Pria itu terbangun saat mendengar suara muntahan dari kamar mandi.
"Lemas Kak",lirih Dea.
Kalen menggendong Dea lalu merebahkan tubuh sang istri diatas tempat tidur dengan sangat hati-hati.
"Aku bikinin teh hangat ya",ujar Kalen mengusap wajah cantik Dea dengan begitu lembut.
"Ya kak...", lirih Dea memejamkan kedua, tubuhnya betul betul lemas.
Kalen segera ke dapur untuk membuatkan teh hangat.Meski mual di pagi hari adalah hal biasa bagi ibu hamil namun Kalen cukup kuawatir dengan sang istri.Terlebih usia Dea yang masih belia.
"Sayang...ayo minum tehnya dulu",ujar Kalen meletakkan teh panas itu diatas nakas lalu membantu Dea untuk bersandar di dasbor tempat tidur dengan posisi nyaman dan terasa lebih rileks.
"Kak..."
"Ya... mau sesuatu?",tanya Kalen.
"Aku mau makan bubur Manado",ujar Dea.
"Baiklah...kita cari--
"Buatan kamu", sambung Dea.
"Hah?"
Kalen menelan salivanya kasar.Ia yang menginginkan Dea hamil dan ia harus siap dengan permintaan ngidam sang istri yang terkadang kata orang rasa rasa aneh.
"Baiklah sayang...tapi kamu minum teh ini dulu ya",jawab Kalen.
"Ya Kak...",Dea menyeruput teh hangat itu dengan perlahan.
"Aku bikin sebentar ya",ujar Kalen mengecup kening sang istri dengan lembut.
"Ya Kak..."
Dea mengusap perut ratanya dengan perlahan.Dia sungguh tak menyangka jika Tuhan secepat ini memberinya kepercayaan untuk menjadi seorang ibu di usia yang masih sangat muda.
"Sehat terus ya Nak",gumam Dea.
Tring...
Ponsel Kalen berdering diatas nakas,Dea awalnya tak mempedulikan panggilan itu namun lama kelamaan dering ponsel sang suami membuatnya terusik.
Dea meraih ponsel sang suami berniat untuk memberikan pada Kalen.Dea mengerutkan keningnya saat melihat nama penelpon.
"Sayang...ini buburnya",ujar Kalen membawa nampan berisi bubur permintaan Dea.
"Kak...ini ada telfon",jawab Dea menyerahkan ponsel milik Kalen.
"Dari siapa sayang?",tanya Kalen.
"Gak tau Kak...",jawab Dea.
__ADS_1
Kalen meletakkan nampan berisi bubur itu di atas nakas lalu meraih ponsel miliknya.Pria itu mengumpat pelan saat melihat siapa yang menghubunginya.
"Dari siapa Kak?",tanya Dea lebih selidik.
"Ini dari salah satu orang kepercayaan aku sayang.Aku angkat telfon sebentar ya",ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.
Kalen mengangkat telepon dari orang kepercayaannya.
"*Ya...ada apa?",tanya Kalen.
"Semua beres bos... sesuai rencana"
"Hmmmm...kamu yakin tak meninggalkan jejak?",tanya Kalen.
"Ya Bos.."
"Good..."
Klik*.
Kalen menghembuskan nafas panjang lalu kembali menghampiri sang istri yang sedang menyuap bubur manado yang menjadi keinginan istrinya itu.
"Masih panas sayang...",ujar Kalen.
"Enggak kok Kak",jawab Kalen.
"Sini aku suapin...",ujar Kalen.
"Gak usah Kak,aku sendiri aja",jawab Dea.
Kalen tersenyum tipis melihat sang istri yang makan dengan lahapnya.Ia akan mengusahakan semua keinginan sang istri apapun itu agar Dea nyaman menjalani kehamilannya.
"Ha?,untuk aku?", tanya Kalen menunjuk dirinya sendiri.
"Ya Kak..."
"Tapi--
"Ya sudah jika kamu gak mau",ujar Dea dengan wajah sendu.
"Sayang aku--
"Gak apa apa Kak jika kamu gak mau",lirih Dea.
"Ya sudah...sini aku makan",jawab Kalen yang tau jika istrinya itu tengah mengidam.
"Sisa aku loh Kak",ujar Dea.
"Keinginan dia kan?",tanya Kalen mengusap perut rata Dea.
Dea tersenyum tipis lalu mengangguk pelan."Maaf ya Kak...aku buka bermaksud--
"Ssstt...gak apa apa kok sayang.Selagi mood kamu baik baik saja aku akan melakukan apapun untuk itu agar kamu gak sedih yang berakibat terganggunya kehamilan kamu",jawab Kalen.
"Oh ya Kak...aku masih boleh kuliah kan?",tanya Dea.
"Boleh tapi kamu jangan terlalu capek,oke",jawab Dea.
"Ya Kak..."
"Dan satu lagi...jika kondisi kamu kayak gini terus hingga siang kamu gak aku izinin buat berangkat kuliah", sambung Kalen.
__ADS_1
"Ya Kak..."
"Oh ya... Dosen kamu yang bernama Devano itu tidak akan lagi mengajar di kelas kamu",ujar Kalen.
"Kenapa Kak?",tanya Dea sedikit takut.
"Kamu mau cerita sendiri atau aku akan yang akan--
"Maksud Kakak?",tanya Dea.
"Kamu mau menceritakan sendiri apa yang terjadi antara kamu dan Dev--
"Kakak tau dari mana?",tanya Dea.
"Sayang kamu mau cerita atau tidak, hum?",tanya Kalen yang mulai gemas dengan sang istri.
"Ya...Kak Devano bilang jika dia-- suka sa-ma aku selama ini",jawab Dea takut takut.
"Hufffhh...apa yang kau katakan benar bukan?,jika dia suka sama kamu",ujar Kalen.
"Tapi dia sudah bertunangan Kak",jawab Dea.
"Bertunangan tidak menjamin jika dia menyukai wanita lain selain tunangannya",ujar Kalen.
"Jadi Kakak yang meminta pihak kampus untuk tak mengajar di kelas aku",jawab Dea.
"Ya...karena aku tau istriku ini tidak nyaman",ujar Kalen mengecup kening Dea.
"Ya Kak...tapi bagaimana dengan--
"Hanya di kelas kamu sayang",jawab Kalen yang tak maksud sang istri.
"Oh ya Kakak gak ke rumah sakit?",tanya Dea.
"Iya sayang...tapi kamunya gimana,masih mual?",jawab Kalen.
"Udah gak apa apa kok Kak.Sudah mendingan kok Kak",ujar Dea tersenyum tipis.
"Kalau gitu aku siap siap dulu,kamu mau mandi bareng gak?",tanya Kalen.
"Gak Kak...yang ada kamunya telat ntar",jawab Dea.
"Kok telat?, emangnya kenapa, hum?", goda Kalen.
"Gak... sudah sana Kak",ujar Dea mendorong pelan tubuh tegas Kalen.
Cup
"I love you sayang",ujar Kalen.
"I love you to Kak... cepatan Kak,nanti telat",jawab Dea.
"Aku pemilik rumah sakitnya sayang jadi tak akan ada yang marah jika aku telat",ujar Kalen.
"Tapi setidaknya kamu kasih contoh yang baik untuk bawahan kamu",jawab Dea.
"Baiklah baby...",ujar Kalen.
Dea mengggeleng pelan melihat kelakuan sang suami yang akhir akhir ini terlihat begitu bucin.Wanita hamil muda itu bangkit dari duduknya lalu membawa bekas makanannya ke westafel.
Dea mencuci bekas makanannya lalu membuat susu hamil yang semalam dibeli oleh sang suami.
...****************...
__ADS_1