
Seperti janjinya setelah melakukan meeting Faris kembali pulang dan menyerahkan pekerjaannya pada sektretarisnya.Ia mengkhawatirkan keadaan Kaira saat ini.
Faris memasuki mobilnya namun gerakannya terhenti saat seseorang menghampirinya.Pria itu terlihat kesal dengan rahang yang mengetat.
"Faris... mobilku tiba tiba mati mesin, apakah boleh aku minta tolong untuk--
Faris tak menggubris ucapan wanita tak tau malu dan masuk kedalam mobilnya.Ia tak sabaran untuk bertemu dengan wanitanya.
"Faris...",wanita itu berdiri dihadapannya mobil Faris membuat Faris geram dengan kelakuan wanita itu.
Faris membuka kaca mobilnya dan menatap wanita itu degan tatapan menghunus."Minggir atau aku tak akan segan-segan menabrakmu",ujar Faris.
"Coba saja jika kamu berani", tantang wanita itu.
"Shitt...", umpat Faris.
"Apa maumu?", tanya Faris.
"Aku ingin kamu mengantarkanku pulang",jawab wanita itu penuh kemenangan karena rencananya berhasil.
Faris tersenyum miring.Kau pikir kau siapa,hah?",cibir Faris.
"Aku--
"Awas ada ular", pekik Faris membuat wanita itu berhamburan berlari mencari tempat yang aman dan itu langsung dimanfaatkan Faris untuk langsung tancap gas meninggalkan perusahaanya.
"Arghhh...dia menipuku",erang wanita itu terlihat marah.
Faris membuka satu kancing kemeja,ia begitu kesal saat ini karena wanita itu menganggunya.Faris dengan mudahnya membuka kancing kemejanya karena tak memakai dasi.Ia tak bisa memakai dasi sendiri karena tadi pagi sang istri tak bisa memasangkannya dasi.
Bukan Faris tak bisa,ia bisa tapi satu bulan ini ia sudah bergantung pada istrinya.Baginya jika Kaira yang memasangkannya penampilannya jauh lebih rapi.
"Geo kau urus wanita yang tadi",ujar Faris pada sekretaris barunya itu.
__ADS_1
"Baik Pak.Serahkan semuanya padaku",jawab Geo.
Tut.
******Baby...Mas di dalam perjalanan pulang.Kamu menginginkan sesuatu******?
Faris meletakan ponselnya di dasbor mobil menunggu balasan dari sang istri.
Ting
My wife
[Gak ada Mas,aku cuma mau kamu cepat sampai apartemen 😍😍😍]
******Sebentar lagi Mas sampai sayang******.
Faris menambah kecepatan mobilnya,ia sungguh merindukan istrinya itu saat ini.Ia tak ingin lama lama berjauhan dengan wanitanya itu.Apalagi saat ini sang istri tengah mengandung anaknya membuatnya makin ingin menempel pada sang istri.
Faris sekarang makin protektif dengan sang istri.Ia gak mengizinkan Kaira lagi untuk melakukan pekerjaan apapun selain melayaninya.
"Sayang...kamu--Faris menghentikan ucapannya saat melihat sang istri yang terlihat begitu sangat cantik.
"Apa ini,hm?",tanya Faris merengkuh pinggang Kaira dengan posesif.
"Kenapa Mas?",tanya Kaira.
"Kamu sangat cantik baby", ucap Faris mengecup bibir sang istri dan ********** sekilas.
"Kenapa?, apakah salah aku menyambut suami pulang kerja dengan dandanan seperti ini",jawab Kaira mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
"Tidak sayang,aku suka malahan.Makin cinta tau gak", ucap Faris dengan tatapan penuh memuja.
"Hehehe... gombal kamu Mas",jawab Kaira.
__ADS_1
"Mas jujur sayang,Mas makin cinta dan sayang sama kamu dan calon anak kita",ujar Faris.
"Baiklah...kamu ganti baju dulu Mas,aku sudah disiapkan pakaian ganti kamu",jawab Kaira berusaha melepaskan pelukan Faris di pinggangnya namun pria itu makin mempererat pelukannya.
"Mau kemana,hm",bisik Faris mengecup bahu polos Kaira karena wanita itu memakai gaun dengan medel sabrina.
"Kamu harus ganti baju Mas",jawab Kaira.
"Nanti,aku mau seperti ini dulu,aku merindukanmu baby",ujar Faris menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri menghirup aroma tubuh Kaira yang membuatnya candu.
"Ayo Mas, sebentar lagi mau Azan Zhuhur,kita sholat,makan siang lalu antar aku ke kampus",jawab Kaira mendorong tubuh Faris.
"Baiklah,baby",ujar Faris mengecup pipi Kaira.
Faris mengganti pakaiannya dengan cepat lalu menghampiri sang istri yang ia yakin saat ini ada didapur menyiapkan makan siang untuknya.
"Mas kita makan dulu ya, baru sholat",ujar Kaira saat Faris memasuki ruang makan yang terhubung dengan dapur.
"Baiklah...",jawab Faris duduk di kursi meja makan.
"Bik...ayo makan bersama",ujar Faris.
"Bibik nanti saja Tuan di--
"Ayo Bik...gak boleh nolak",ujar Kaira menarik kursi untuk Bik Sum.
"Aduh... Bibik jadi enggak enak sama Tuan dan Nona",ujar Bik Sum.
"Santai aja Bik.Bibik udah aku anggap kayak Mama",jawab Kaira tulus membuat Faris tersenyum melihat sang istri yang bersikap baik pada pelayan mereka.
Mereka melanjutkan siang bersama setelahnya Kaira dan Faris melaksanakan sholat Zuhur berjamaah.
...****************...
__ADS_1
Segini dulu ya, rencana mau double up untuk kalian.