
Faris dan Kaira melangkah memasuki restoran dimana meeting akan diadakan.Faris mengenggam tangan Kaira saat beberapa pria menatap gadis itu penuh minat.
Kaira hanya menurut saja karena ia pikir langkahnya pelan hingga Faris menarik pergelangan tangannya.Gadis itu belum menyadari jika begitu banyak pria yang mencuri pandang padanya.
Faris memasuki ruangan VIP restoran itu, beruntung kliennya belum datang.Pria itu duduk disebelah Kaira dengan wajah dinginnya.
Kaira yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya melihat Faris yang diam saja.Ia tak mau menanyakan dulu karena klien mereka memasuki ruangan VIP itu.
"Maaf kami sedikit terlambat Pak Faris",ujar pria paruh baya menyalami Faris.
"Ya Pak",jawab Faris tersenyum tipis.
"Kaira..."
"De--ril",gumam Kaira yang terkejut akan kehadiran pria itu.
"Kalian saling kenal?",tanya pria paruh baya itu.
"Kami satu kampus Pa",jawab Deril yang ternyata pria paruh baya itu adalah Papanya.
"Oh...kamu magang di kantor Pak Kalen?",tanya pria paruh baya itu.
"Saya adik bungsu Pak Kalen, Pak",jawab Kaira sopan.
"Oh...begitu rupanya",kekeh pria paruh baya itu.
"Ehemmm...bisa kita mulai meetingnya Pak",ujar Faris.
"Ah baiklah...ayo,maaf saya membawa putra saya agar dia juga belajar bisnis", jawab pria paruh baya itu.
"Ya..."
Selama meeting berlangsung Faris di buat kesal oleh Deril yang mencuri pandang pada Kaira.Meski gadisnya itu tak menggubris tapi ia cukup dibuat kesal.
"Mas aku ke toilet sebentar ya",bisik Kaira saat meeting selesai.
"Ya...jangan lama lama,kalau ada sesuatu hubungi aku",ujar Faris.
__ADS_1
"Ya...", jawab Kaira lalu bangkit dari duduknya meninggalkan ketiga pria itu.
"Pa...aku ke toilet sebentar ya",ujar Detil tiba tiba membuat Faris mendelik tajam pria muda itu.Ia tau pasti akal akalan pria itu saja untuk mendekati Kaira.
"Ya .. Papa tunggu di mobil,jangan lama ya",jawab pria paruh baya itu.
"Ya Pa...",jawab Deril.
Faris menatap tajam kepergian Deril yang ia yakini pasti menghampiri Kaira.
"Pak Faris kalau begitu saya balik dulu",ujar pria paruh baya itu.
"Ya Pak Anto...",jawab Faris tersenyum tipis.
Faris menunggu Kaira karena tas gadis itu masih ada diatas meja juga laptop dan beberapa berkas.
Menunggu cukup lama membuat Faris kuawatir lalu merapikan berkas catatan yang dibuat Kaira.
Sedangkan ditoilet Kaira di hadang Deril yang memaksanya untuk memberikan nomor ponselnya.
"Maaf Deril aku tidak bisa memberikan nomor ponselku sama kamu",ujar Kaira.
"Ya...aku gak mau aja",ujar Kaira mulai tak nyaman dengan pria itu,mana toilet sepi lagi membuatnya resah apalagi ia pernah mengalami hal buruk saat ditoilet.
"Huffhhh...kamu kayak menghindariku,aku cuma ingin dekat sama kamu Kai,siapa tau kita jodoh.Iya kan",ujar Deril mendekati Kaira.
"Kamu bicara apa sih Deril, aku sudah bertunangan Deril jadi berhentilah mendekatiku",ujar Kaira menaikan suaranya.
"Baru bertunangan kan,aku bisa memiliki mu saat ini juga Kaira",jawab Dariku tersenyum smirk.
"A-apa yang mau kamu lakukan?",ujar Kaira mulai tampak panik.
"Kaira..."
Kaira menoleh saat Faris sudah berada dibelakang Deril, gadis itu tersenyum lebar melihat kedatangan kekasihnya itu.
"Mas Faris...",ujar Kaira.
__ADS_1
"Shitt...",umpat Deril.
Kaira menghampiri Faris,ia beruntung kekasihnya itu datang tepat waktu.Ia tak tau apa yang akan terjadi jika saja Faris tak datang.
"Are you oke?",tanya Faris menatap wajah pucat Kaira.
"Oke kok Mas",jawab Kaira.
"Yakin?",tanya Faris lalu menatap tajam Deril yang tampak gugup.
"Saya tau apa yang kamu lakukan,jaga sikapmu jika kerja sama ini akan tetap berlangsung.Jika sekali lagi kamu menganggu Kaira akan aku pastikan kerjasama tadi batal.Dan kamu tau Papa kamu membutuhkan kerja sama ini",ujar Faris menatap tajam Deril lalu membawa Kaira pergi dari sana.
Faris dan Kaira kembali ke kantor dan selama perjalanan Faris hanya diam saja.
"Mas... terimakasih su--
"Apa yang di katakan padamu?",tanya Faris tanpa menoleh dan tetap menatap lurus ke depan.
"Dia meminta nomer ponselku dan aku tak mau memberikannya",jawab Kaira.
"Hanya itu?",tanya Faris.
"I-iya...",jawab Kaira.
"Jangan membohongiku Kaira,kamu tidak ada keahlian untuk hal itu",ujar Faris.
"Mas... a-aku--Kaira meremas kedua tangannya yang tampak bergetar dan Faris tau akan hal itu.
"Katakan apa yang pria itu katakan padamu hingga kamu ketakutan seperti ini",ujar Faris menggenggam tangan Kaira dengan tangan kirinya.
"Dia--mengatakan akan memilikiku saat itu",jawab Kaira dengan kepala tertunduk.
"Bangsat", umpat Faris yang tau arah maksud perkataan Kaira.
"Mas...maafkan aku, harusnya tadi aku gak toilet tapi aku harus mengganti pembalut", lirih Kaira.
"Sudah...aku tak akan membawamu untuk meeting yang diluar lagi setelah ini",ujar Faris mengusap lembut punggung gadis itu agar tenang.
__ADS_1
"Akan aku pastikan pria itu mendapatkan konsekuensinya",batin Faris.
...****************...