
"Ya Ma...",jawab Dea tersenyum tipis saat Marisa datang menghampirinya.
"Lagi mikirin apa sayang?, masalah ibu tiri kamu tadi gak usah dipikirkan.Uang segitu bukan apa apa untuk Kakek dibandingkan kebahagiaan kamu dan Kalen",ujar Marisa mendudukkan dirinya disebelah Dea.
"Tapi ibuk sangat keterlaluan Ma,ia tidak akan pernah berubahnya jika menyangkut masalah uang",jawab Dea.
"Udah ya... jangan pikirkan lagi wanita toxic itu.Sekarang kamu fokus sama rumah tangga kamu dan Kalen ke depannya.Mama tak sabar menunggu kabar baik dari kamu dan Kalen",ujar Marisa.
"Maksud Mama?",tanya Dea.
"Kehamilan kamu...Mama yakin sebentar lagi kamu akan mengandung anak Kalen,penerus keluarga ini",jawab Marisa.
"Tapi jika--
"Percayalah dengan feeling seorang ibu Dea",ujar Marisa.
Sementara itu Kalen mendengarkan kisah sang istri dari Kakek dengan begitu fokus.Ia merasa bersalah karena dulu pernah beranggapan jika Dea adalah gadis matre yang menumpang hidup pada keluarganya.Lebih mirisnya ia pernah berniat untuk membuat Dea menderita.
"Kakek harap kamu selalu membahagiakan Dea karena selama ini ia hidup dalam penderitaan.Besar harapan Kakek jika kamu dan Dea hidup bahagia selamanya",tutur Tuan Wiliam pada Kalen sang cucu.
Kalen mengangguk pelan sebagai jawaban.Ia yakin Kakeknya pasti akan kecewa dengannya jika tau dia pernah memperlakukan Dea dengan buruk.
"Oh ya kamu menyekap Tiara?",tanya Tuan Wiliam.
"Kakek tau darimana?",tanya Kalen.
"Tak perlu kamu tau,Kakek cuma minta jangan pernah main fisik degan seorang wanita",ujar Tuan Wiliam yang selalu mendidik anak dan cucu laki-lakinya untuk tidak memperlakukan wanita dengan ringan tangan.
"Ya Kek... Diana yang akan membalaskan perbuatannya pada Tiara", jawab Kalen.
"Kamu melibatkan sepupumu itu?",tanya Tuan Wiliam.Ya Diana adalah cucu dari mendiang adik Tuan Wiliam.
"Ya...dia bersedia kenapa tidak Kek.Seandainya Tiara itu laki laki mungkin saat ini dia tinggal nama", desis Kalen.
"Sebegitu kah kamu mencintai Dea?",goda Tuan Wiliam.
"Ya...dia segalanya untukku Kek.Terima kasih telah menjadikan Dea istriku.Gadis kecil yang dulu pernah aku minta pada Kakek untuk suatu saat dinikahkan",kekeh Kalen.
__ADS_1
"Kamu mengingatnya?",ujar Tuan Wiliam.
"Ya Kek.Tanda lahir yang ada dipangkal lengan Dea.Dia Deraku Kek",Jawab Kalen dengan senyuman mengembang.
Tuan Wiliam tersenyum tipis."Kamu menyesal tak mencari keberadaanya setelah kejadian naas itu?",tanya Tuan Wiliam.
"Ya...dari mana Kakek tau jika Dea masih hidup saat itu",tanya Kalen.
"Anas...pria itu menelfon Kakek untuk meminta pertolongan untuk pengobatan Dea yang saat itu koma",jawab Tuan Wiliam.
"Kenapa Kakek merahasiakan semuanya dariku?",tanya Kalen.
"Agar kamu bisa fokus pada sekolahmu", jawab Tuan Wiliam.
"Baiklah Kek terima kasih atas informasinya",ujar Kalen bangkit dari duduknya.
"Kalen ada satu hal yang kamu tidak tau tentang Dea",ujar Tuan Wiliam.
"Maksud Kakek apa?", tanya Kalen mengerutkan keningnya.
"Dea adalah putri dari pasangan Dion dan Sandra.Lahir dari hubungan terlarang keduanya saat masih menjadi sepasang kekasih.Yang keluarga itu tau Dea telah meninggalkan jadi Kakek minta jaga Dea baik baik.Karena Dea adalah aset mereka untuk mencairkan seluruh harta warisan",ujar Tuan Wiliam.
"Jaga Dea baik baik",ujar Tuan Wiliam menepuk pelan pundak Kalen.
"Ya Kek...", jawab Kalen lalu keluar dari rumah kerja Kakeknya itu.
Kalen benar benar tak menyangka jika Dea adalah putri dari konglomerat dikotanya.Ia tau keluarga Argadana adalah salah satu keluarga konglomerat yang memiliki beberapa anak perusahaan hampir di seluruh negaranya.
Kalen mengehentikan langkahnya saat melihat sang istri yang duduk di taman.Ia mengahampiri sang istri yang ternyata tak sendirian,ada Kaisan sang adik menemani sang istri.Kalen menatap tak suka pada sang adik.
"Sayang...",ujar Kalen menghampiri sang istri.
"Kak kamu--Dea menghentikan ucapannya saat menyadari jika suaminya sedang menahan cemburunya.
"Ayo...",ujar Kalen manarik pergelangan tangan sang istri dengan lembut.
"Kak...kamu bawa Dea kemana?", tanya Kaisan.
__ADS_1
"Dia istriku Kai...jadi kamu tak perlu tau kemana aku akan membawanya",jawab Kalen datar tanpa menoleh pada Kaisan.
Kaisan tersenyum tipis melihat sang Kakak yang terlihat cemburu padanya."Dasar pria bucin yang posesif",gumam Kaisan.
Kalen membawa Dea masuk kedalam kamar mereka.Pria itu mengunci pintu kamar lalu merengkuh pinggang sang istri.
"Sudah aku katakan jangan berdekatan dengan pria manapun,Dea",ujar Kalen merapatkan tubuh Dea padanya.
"Kak... Kaisan itu adik--
"Ipar itu maut Dea.Inilah yang membuat aku tak suka jika kita menginap disini",ujar Kalen.
"Posesif..."
"Itu karena aku begitu takut kehilanganmu,takut kamu nyaman dengan orang lain dan meninggalkanku",jawab Kalen memeluk Dea dengan begitu erat seakam akan Dea akan pergi meninggalkannya.
"Kak...kamu tempat ternyaman dan rumah untukku pulang.Aku takkan meninggalkanmu", jawab Dea.
"Kamu harus dihukum karena telah berani tertawa lepas dengan pria lain.Semua yang ada padamu adalah milikku dan hanya untukku",ujar Kalen.
"Dihukum?",beo Dea.
"Ya... hukuman yang membuatmu kelelahan sayang dan tentunya kamu sukai", bisik Kalen.
Deg
Dea menelan silivanya karena ia tau apa yang dimaksud Kalem suaminya.
Kalen tersenyum melihat keterkejutan Dea lalu menarik tengkuk Dea dan m****** bibir Dea dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.
"Kak...ah--
"Kamu hanya milikku baby, milikku",ujar Kalen.
"Ya Kak...aku hanya milikmu", jawab Des mengalungkan kedua tangannya di leher Kalen.
"Aku mencintaimu...",ujar Kalen tersenyum tipis.
__ADS_1
"Aku juga Kak", jawab Dea.
...****************...