
Mika berdiri menatap pantulan dirinya didepan cermin.Ia pangling melihat tampilan wajahnya sendiri malam ini.Dengan memakai gaun pengantin berwarna putih gading dan rambut yang disanggul begitu rapi dan cantik.
Ia masih merasa ini mimpi yang menjadi kenyataan.Menikah dengan pria kaya impian semua wanita.Tapi ia tak menyangka jika itu terjadi padanya.
Tim MUA mengundurkan diri dari ruangan itu saat seseorang akan memasuki ruangan.Tampak seorang pria dengan jas berwarna hitam berjalan menghampiri Mika.
Mika terkejut siapa yang saat ini ada dibelakangnya tersenyum tipis menatap dirinya dari pantulan cermin.
"Kamu sangat cantik",bisik orang itu lalu melabuhkan sebuah kecupan dibahu Mika.
"Mas..."
"Ya... kamu ratuku mulai malam ini",bisik orang itu.
Mika membalikan badannya dan menatap sang suami."Kenapa dia menjadi sangat tampan?", batin Mika.
"Ayo...",ujar orang itu yang tak lain adalah Kaisan mengulurkan tangannya pada Mika.
Dengan senyuman merekah Mika menyambut uluran tangan Kaisan.
Kaisan membawa Mika dimana semua orang menunggu kehadirannya.Keduanya dengan saling bergandengan tangan memasuki ruangan acara disambut ratusan pasang mata yang menatap kedatangannya.
Senyuman di bibir Mika terus mengembang saat melihat pelaminan yang akan menjadi saksi mereka bersanding dua.
Begitu juga dengan Kaisan pria itu sangat bahagia karena akhirnya ia mendapatkan gadis yang selama ini diam diam mencuri hatinya.
Kaisan membantu Mika untuk duduk dengan nyaman.Keduanya duduk menghadap para tamu undangan.
"Mika... selamat ya",ujar Dea yang menaiki pelaminan.Ibu satu anak itu tampak cantik dengan gaun berwarna navy senada dengan gaun Rania yang saat ini berada dalam gendongan Kalen yang juga memakai jas berwarna navy.
__ADS_1
"Terimakasih ya Dea... atas ucapannya",jawab Mika memeluk iparnya itu.
"Ya... semoga cepat dikasih momongan dan selalu bersama hingga akhir",ucap Dea tersenyum tipis.
"Untle...",ujar Rania yang berada didalam gendongan Kalen saat melihat Kaisan yang tersenyum pada batita itu.
"Apa, hum?",jawab Kaisan mencubit gemas pipi cubby Rania.
"Selamat Kai,jadi suami yang baik,dan jangan sesekali kamu menyakitinya baik secara fisik maupun batin.Jadikan dia ratu maka dia akan merajakanmu",ujar Kalen menepuk pelan pundak sang adik.
"Ya Kak...",jawab Kaisan dengan mata berkaca-kaca.
Mereka melakukan foto bersama sebelum akhirnya turun dari panggung pelaminan.
"Kak Kai... selamat ya",pekik Kaira berlari kecil mengahampiri sang Kakak lalu memeluknya.
"Ya Ra...",jawab Kaisan tersenyum tipis melihat sang adik yang selalu bermanja padanya itu memeluk dirinya didepan semua orang.
"Gak... aku bahagia akhirnya Kakak menikah dengan gadis yang selama ini Kakak cinta",jawab Kaira mengusap air matanya dengan ibu jarinya sendiri.
"Hai...Kakak tau bukan itu,kamu takut kesepian dirumah bukan?",kekeh Kaisan diangguki gadis itu.
"Kak Mika bujuk Kak Kalen untuk tetap tinggal dirumah kita", rengek Kaira.
"Akan Kakak lakukan, jangan bersedih lagi ya",jawab Mika.
"Ra,rumah baru Kakak itu hanya berjarak dua rumah dari rumah kita yang sekarang.Jadi jika kamu bosan dirumah kamu bisa datang kerumah Kakak kapanpun kamu mau",ujar Kaisan.
"Ya baiklah...tapi dengan satu syarat",jawab Kaira tersenyum licik.
__ADS_1
Kaisan menggeleng pelan karena ia tau adiknya itu akan meminta hal yang aneh aneh.
"Apa?", tanya Kaisan.
"Buatkan aku keponakan laki laki yang lucu",jawab Kaira.
"Ya baiklah...",jawab Kaisan melirik Mika yang sudah tersipu malu.
"Okelah kalau begitu, aku pergi dulu memburu makanan",ujar Kaira.
"Eits...foto dulu",jawab Kaisan manarik gaun belakang Kaira.
"Hehehehe...baiklah",jawab Kaira cengengesan.
Acara pesta pernikahan malam itu berjalan dengan sangat meriah.Tak jauh dari pelaminan seorang pria menatap pengantin wanita yang tersenyum bahagia dengan hati yang terluka.
Ia tak sanggup melangkah menuju pelaminan untuk sekedar mengucapkan selamat pada sahabatnya itu.
"Aku doakan semoga kalian bahagia",gumam pria itu.
"Ris...yuk kita foto bersama dengan pengantin", ujar Bayu sahabat Kalen.
"Duluan saja Dokter Bayu,saya lagi menunggu seseorang",kilah Faris.
"Oh begitu, baiklah saya duluan ya",ujar Bayu menepuk pelan pundak Faris.
"Ya ..",jawab Faris.
Faris menyeka sudut matanya yang berair lalu pergi dari gedung itu membawa luka hati yang entah kapan akan sembuh.
__ADS_1
...****************...