
"Argghh....."
Prang
"Harusnya aku yang ada disana", lirih seorang wanita yang tampak begitu kacau.
Prang
"Aku benci dengan semuanya",Isak wanita itu lagi.
Ceklek
"Aluna...ya ampun,ada apa ini lun?",pekik Ririn menghampiri apartemen milik sahabatnya itu. Aku layaknya sudah seperti kapal pecah.
"Semuanya hancur Rin, impian gue dan semuanya hancur.Kamu lihat....!,dia...dia melupakan gue", teriak Aluna menunjuk foto Kalen yang ada di dinding kamarnya.
"Lun...sudah ya!.Buat apa Lo nangisi semuanya jika Lo lah yang membuat semuanya hancur.Andai Lo gak bermain api Kalen tidak akan meninggalkan Lo Lun",jawab Ririn menenangkan sahabatnya itu.
"Kalau Lo ke sini cuma mau ngatain gue mending Lo pergi",ujar Aluna yang tampak frustasi.
"Lun... sekarang fokus sama kesehatan Lo dan anak yang kini Lo kandung.Anak Lo butuh perhatian Lo Lun", jawab Ririn mengusap punggung Aluna yang terduduk dilantai kamarnya.
"Gue nyesel Rin... gue nyesel, semuanya hancur... impian gue dan karir gue semua hancur",lirih Aluna.
"Lo yang sabar ya.Mungkin Kalen bukan jodoh Lo",ujar Ririn.
"Rin.. gue ikut Lo ke LA.Gue mau lupain semuanya",ucap Aluna akhirnya..
"Seriusan?",tanya Ririn.
"Iya..."
"Baiklah...gue akan hubungi Kakak gue di LA jika Lo bersedia menjalani pengobatan disana", jawab Ririn.
***
Dea mengedarkan pandangannya keseluruh ruang kamar saat terbangun dari tidurnya.Ia meraba tubuhnya yang telah menggunakan gaun tipisnya.
Dea menyibak selimut lalu turun dari tempat tidur.Ia meringis saat merasa area intinya yang masih terasa sakit.Dea menatap ke arah jendela yang yang tampak sudah gelap menandakan hari sudah berganti malam dan selama itukah ia tertidur.
Dea membuka pintu kamar mencari keberadaan sang suami yang tak ia temui di mana pun.Ia menuruni tangga villa itu menuju lantai dasar.
"Kak..."
Hening
__ADS_1
Dea tak menemukan keberadaan Kalen lalu menyibak tirai jendela dan ia tak melihat keberadaan mobil milik Kalen.
"Kak....kamu meninggalkan aku",lirih Dea dengan mata berkaca-kaca.Apa yang ia takutkan terjadi Kalen meninggalkannya setelah semuanya ia serahkan pada suaminya itu.
Dea duduk disofa ruang tamu memeluk tubuhnya sendiri dengan air mata mengalir di pipinya.Ia tak tau bagaimana sekarang di villa ini sendirian sedangkan dirinya tak tau jalan pulang saat ini.
Dea merebahkan tubuhnya di sofa itu lalu meringkuk sembari terisak mengingat nasibnya yang begitu miris.
"Kamu pembohong Kak,kamu--hiks--
Dea sesugukan di atas sofa yang tak mempedulikan tubuhnya yang kedinginan karena hanya memakai gaun tipis.
Ceklek
Dea menatap kearah pintu dimana Kalen baru saja datang dengan menenteng kantong plastik berisi makanan.
"Kak...",ujar Dea dengan suara serak dan mata yang memerah.
"Dera...kamu--Kalen menghampiri Dea yang duduk di sofa menatap Kalen dengan sisa air mata di pipinya.
"Kak--Dea berhamburan memeluk pria yang telah merenggut apa yang telah ia jaga selama ini.
"Kenapa, hum?.Masih sakit?.Kenapa menangis?",ujar Kalen mengusap rambut panjang Dea yang tergerai.
"A-aku pi-pikir Ka-kakak ninggalin aku,hiks",jawab Dea yang masih terisak.
"Bagaimana dengan kuliahku jika aku hamil Kak?",tanya Dea.
"Kamu akan tetap bisa kuliah mungkin saat mendekati lahiran kamu bisa mengajukan cuti",ujar Kalen tersenyum senang istrinya itu sudah tampak tenang.
"Ayo kita makan...maaf meninggalkan kamu tadi dan membuat kamu ketakutan.Aku membeli makanan untuk kita.Ayo makan kamu pasti lapar",ujar Kalen.
"Iya Kak...",jawab Dea yang masih dengan suara serak.
Mereka makan malam bersama mengisi perut mereka untuk memulihkan tenaga akibat pergumulan mereka yang cukup lama tadi.
Kalen tersenyum melihat sang istri maka begitu lahapnya.Ia tau Dea sangat kelaparan karena dari tadi siang belum memakan apapun akibat ulahnya yang tak bisa menahan hasratnya hingga menggempur istrinya itu berkali kali.
"Makannya pelan pelan Dera,kamu bisa keselek",ujar Kalen menegur sang istri.
"Aku sangat lapar Kak.Kamu menggempurku berkali-kali",jawab Dea.
"Hehehe... salahkan dirimu yang begitu menggoda dan nikmat",jawab Kalen tertawa dengan tatapan nakalnya.
"Mesum...",sungut Dea.
__ADS_1
"Itu karena aku baru tau jika surga dunia itu begitu sangat nikmat sayang.Jadi jangan salahkan aku jika aku mesum dengan istriku sendiri",jawab Kalen.
Dea tak menggubris ucapan mesum Kalen lebih memilih menghabiskan makanannya untuk mengisi tenaganya yang terkuras habis di kamar mandi tadi.
Kalen tersenyum karena ia tak menyangka jika dirinya akan tergila gila seperti itu pada istri kecilnya ini.Istri yang dari awal pernikahannya tak ia inginkan karena ia berpikir Aluna adalah wanita yang tepat mendampinginya.Namun takdir berkata lain ia terjerat pesona gadis kecil ini.Bahkan mungkin saat ini ia bisa dikatakan bucin.
"Dera..."
"Ya Kak..."
"Kita kemungkinan disini satu malam dan besok pagi kita akan terbang ke Bali.Atau kamu ingin ke suatu tempat?", tanya Kalen.
"Lalu kuliahku Kak?", tanya Dea.
"Aku sudah mengajukan izinmu selama lima hari",jawab Kalen.
"Jawab Dera... apakah kamu ingin kesuatu tempat?",ulang Kalen.
"Gak Kak...",jawab Dea karena memang ia tak pernah berangan-angan ke tempat manapun selama ini.
"Baiklah kita besok pagi ke Bali,kamu gak nolak kan?",tanya Kalen mengangkat tubuh Dea untuk duduk diatasnya pangkuannya karena Dea duduk tepat disebelahnya.
"Gak Kak...asalkan kamu gak ninggalin aku kayak tadi lagi",jawab Dea.
"Mana mungkin aku meninggalkan kamu Dera.Berjauhan dengan kamu aja aku gak sanggup lagi", ujar Kalen.
"Gombal...",jawab Dea.
"Aku gak pernah bahkan gak bisa menggombal Dera.Aku benar benar tak bisa jauh dari kamu", bisik Kalen memeluk pinggang ramping Dea.
"Kak...aku capek",lirih Dea merebahkan kepalanya di dada bidang Kalen.
"Ayo kita tidur!",jawab Kalen.
Dea menggeleng pelan membuat Kalen mengernyitkan keningnya."Katanya capek",ujar Kalen.
"Kita baru saja selesai makan malam Kak,gak baik selesai makan langsung tidur",jawab Dea.
"Kalau gitu ayo kita--
"Kak...aku sungguh capek", rengek Dea melihat senyuman nakal suaminya itu.
"Hahaha...iya iya sayang...kita tak akan melakukannya malam ini tapi aku tidak akan membiarkan kamu memakai apapun selama kita di Bali nanti", bisik Kalen menggoda istri kecilnya itu.
Deg
__ADS_1
...****************...