
"Siapa Lun?",tanya Ririn dengan raut wajah ingin tahu.
"Gak mungkin...berarti Dokter--
"Jadi pria itu juga seorang Dokter?",tebak Ririn.
"I-iya Rin...",jawab Aluna yang masih begitu shock dengan semuanya.
"Ya ampun Aluna...kamu kenapa begitu ceroboh seperti ini sih?",bisik Ririn.
"Ya aku pikir karena dia dokter dia akan menjaga kesehatannya.Makanya aku gak masalah jika ia tak memakai pengaman dan aku juga menghitung masa suburku jika akan melakukannya",ujar Aluna.
"Terus kamu gak mikir jika suatu saat kamu bisa saja hamil meski kamu menghitung masa subur kamu yang namanya hal kayak gitu pasti suatu saat Allah berikan hasilnya",ujar Ririn.
"Aku harus temui Dokter Akan dulu,Rin",ujar Aluna beranjak dari duduknya.
"Aku ikut...",jawab Ririn mengikuti Aluna yang sudah berjalan menuju kasir untuk membayar makanan mereka.
Sementara itu di ruangan serba putih seorang pria duduk termenung melihat hasil dari tes kesehatannya.
"Argghh...ini gak mungkin",ucap pria itu mengusap wajahnya kasar dan membanting hasil laboratorium miliknya begitu saja.
Pria itu tampak begitu frustasi dengan apa yang terjadi padanya.Ia mengacak rambut asal dan mengehela nafas panjang.Yang ia pikirkan saat ini adalah istri serta anaknya yang masih bayi pasti juga ikut terkena imbas dengan penyakit yang ia derita.
Brak
"Aluna..."
Aluna menutup pintu ruangan itu rapat rapat lalu menghampiri pria itu dengan tatapan tajamnya.
Plak
"Aluna...kau--
"Apa ha?,gara gara kamu aku tertular penyakit yang begitu menjijikan", teriak Aluna.
"Kenapa kau menyalahkanku ha?.Kau yang datang padaku dan sekarang kau menyalahkanku?",bentak pria itu.
"Harusnya kamu memakai pengaman Alan",pekik Aluna.
"Kenapa?kau menyesal?.Bukannya selama ini kau begitu ketagihan dengan milikku yang tak memakai pengaman?",jawab pria itu menatap nyalang Aluna.
__ADS_1
"Lalu aku harus apa sekarang Alan,aku tak hanya terkena penyakit kutukan itu tapi juga hamil anak kamu", ucap Aluna.
"A-apa?.Gak...aku yakin itu bukan anakku",bantah Alan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Hanya sama kamu aku melakukan dengan tidak menggunakan pengaman Alan.Lalu sekarang kamu menolak mengakui anak ini adalah anak kamu?",ujar Aluna kembali berteriak.
"Jangan kau kira aku bodoh Aluna.Jangan jangan aku yang tertular darimu",tuduh Alan.
"Brengsek kamu Alan...aku membencimu",pekik Aluna yang berusaha kembali menyerang Alan namun pria itu dengan sigap menahan tangan Aluna.
"Iya...aku memang brengsek...mau apa kau,ha?",jawab Alan lalu menghempaskan tangan Aluna sehingga wanita itu sedikit terhuyung ke belakang.
"Kau harus bertanggungjawab Alan atas anak ini",ucap Aluna.
"Tanggungjawab?. Bukan kita awalnya hanya bersenang-senang,lalu untuk apa kau meminta pertanggungjawaban ha?.Aku ini pria beristri Aluna dan aku takkan menukar berlian dengan belingan kaca sepertimu",ketus Alan.
"Kamu yakin istrimu masih mau menerimamu dengan keadaan sekarang?", sinis Aluna.
Alan terdiam mendengar ucapan Aluna,karena ia tak berpikir sampai ke sana.
"Kenapa?,Aku yakin Yura akan meminta cerai darimu saat ia tau penyakit dan pengkhianatanmu padanya",ujar Aluna tersenyum miring.
"Shitt...",umpat Alan.
Alan dan Aluna saling tatap saat pintu ruangan pria itu diketuk.Alan merapikan kembali penampilan dan berjalan dengan tenang untuk membukakan pintu ruangan miliknya.
"Maaf Dokter...anda diminta Dokter Kalen untuk menemuinya diruangan rapat.Dan ya Dokter Aluna juga", ucap seorang perawat dengan tersenyum tipis saat melihat Aluna juga berada disana.
"Baiklah Sus, terimakasih",jawab Alan menutup kembali pintu ruangannya.
Aluna menegang,ia takut jika Kalen sudah mengetahui perbuatannya selama ini dengan Alan.
"Alan jangan jangan--
"Berpikir positif lah Aluna kita ditunggu diruang rapat pasti ada sesuatu yang terjadi mengenai rumah sakit ini atau perubahan peraturan baru karena pergantian pimpinan",jawab Alan.
"Ya...kamu benar.Ayo kita ke sana sekarang",ujar Aluna.
"Duluan lah jangan membuat orang curiga dan satu lagi bersikaplah seolah olah tak terjadi apa-apa dengan kita berdua", ucap Alan.
"Baiklah... hanya untuk kali ini",jawab Aluna melangkah meninggalkan ruangan Dokter Alan.
__ADS_1
Setibanya di ruang rapat Aluna dikejutkan dengan semua jajaran rumah sakit yang duduk dikursinya masing masing.Perasaan wanita itu tak karuan saat Kalen menatapnya acuh dan mengabaikannya.
Aluna duduk dikursi yang telah disediakan,dan yang membuatnya bingung tak ada satupun dokter yang menegurnya.
Tak lama Alan juga memasuki ruangan rapat dengan langkah tenang dan duduk dihadapan Aluna yang meliriknya sekilas.
"Baiklah karena semuanya sudah hadir saya akan membuka rapat ini dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim.Saya sengaja mengumpulkan semua anda sekalian disini karena sesuatu hal yang harus kita putuskan bersama.Saya selaku pimpinan disini tak ingin rumah sakit ini tercoreng karena salah satu petugasnya berbuat asusila,benar begitu Dokter Alan?",ujar Kalen menatap Alan tajam.
"I-iya Dok...",jawab Dokter Alan dengan keringat yang membasahi tubuhnya.
Deg
Aluna menegang, jantungnya berdegup kencang karena apa yang ia takutkan terjadi.
Semua orang yang ada diruangan itu saling berbisik dan bertanya siapa gerangan orang yang dimaksud.
"Silahkan lihat ke proyektor...",ujar Kalen mengalihkan atensi semua Dokter yang saling berbisik.
Aluna dan Alan ikut menyaksikan video yang di putarkan di layar.
Awalnya video itu hanya video biasa yang menampilkan sebuah ruangan yang kosong namun beberapa detik kemudian seorang pria memasuki ruangan itu dan diikuti oleh seorang wanita yang langsung memeluk pria itu dari belakang.Sebuah adegan yang berawal dari sebuah ciuman berlanjut kepada adegan yang lebih vulgar.
Klik
Layar proyektor itu padam karena Kalen memang sengaja mematikannya demi harga diri Aluna,meski wanita itu sebenarnya tak lagi memiliki harga diri.
Aluna dan Alan menundukkan kepalanya kebawah karena tak kuasa dengan tatapan lara dokter lainnya yang menatap jijik.
"Maaf videonya cukup sampai disana, silahkan kira kira apa yang terjadi selanjutnya",ujar Kalen yang sebenarnya juga sakit melihat video itu menyaksikan betapa liarnya sang mantan kekasih yang selama ini ia anggap begitu polos dan lugu.
"Sekarang apa keputusan yang akan kita ambil karena permasalahan ini?",tanya Kalen.
"Pecat secara tidak hormat Dok",ujar salah satu dokter.
"Tunggu...!,ini pelanggaran privasi.Sejak kapan ruangan itu ada cctv?.Berarti rumah ruangan pasien tak lagi privasi", bantah Kalen.
"Sejak saya mencurigai kamu sering memakai ruangan itu dan oleh karena itu pada hari itu saya meminta anak buah saya memasang kamera agar kedua mata cucu saya terbuka seperti apa kelakuan wanita yang dicintainya",ucap Tuan Wiliam tiba tiba.
"Kek...
"Saya kecewa dengan anda Dokter Alan.Saya tau selama ini anda dokter yang cukup berpotensi tapi malah bertingkah seperti ini",ujar Tuan Wiliam.
__ADS_1
...****************...