Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Diserang Fans Kalen


__ADS_3

Kalen kembali melajukan mobilnya menuju kampus dengan hati mulai sedikit tenang.Ia tak tau kenapa kali ini ia begitu posesif pada pasangannya.Sebenarnya bukan sifatnya yang seperti ini.Tapi saat ia menjatuhkan hatinya pada Dea dia selalu merasa takut kehilangan wanitanya itu.


Sedangkan Dea menatap lurus kedepan hanya sesekali ia melirik pada Dea.Wanita itu begitulah bahagia sekali dicintai pria setampan Kalen.


"Kak... aku turun di gerbang saja ya?",ujar Dea.


"Kenapa?,kamu ada janji dengan seseorang?", tanya Kalen dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Ya ampun Kak...ya gak lah.Aku gak mau diamuk para fans kamu jika mereka tau aku satu mobil denganmu Kak",jawab Dea menggeleng pelan.


"Lalu apa urusan mereka,kamu istriku jadi mereka tak berhak menghakimi kamu sayang",ujar Kalen terus melajukan mobilnya menuju parkiran khusus dosen.


Dea mengehela nafas panjang saat melihat dari dalam mobil beberapa mahasiswi menatap kearah mobil Kalen menunggu pria itu turun.


"Ayo turun...!",ujar Kalen yang sudah membukakan pintu mobil untuknya dari luar.


"Kak...kapan kamu turun?", tanya Dea tersentak kaget.


"Makanya jangan melamun terus",jawab Kalen.


"Ayo...!", Kalen mengulurkan tangannya pada Dea.


Dea menyambut uluran tangan Kalen lalu turun dari mobil.Terimakasih Kak...",ucap Dea.


"Sama sama sayang",jawab Kalen mengusap pucuk kepala Dea dengan lembut.


"Aku ke kelas dulu Kak...",ujar Dea tersenyum tipis meninggalkan Kalen yang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


"Jaga mata jaga hati",jawab Kalen.


"Kamu juga...",ujar Dea.


"Selalu",jawab Kalen.


Dea melangkah menuju kelasnya dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Hal itu menjadi perhatian beberapa mahasiswi yang menatap Dea tak suka.


Dea tak mempedulikan tatapan orang orang padanya.Toh Kalen suaminya sekarang dan mereka tak berhak menghakimi dirinya.


Dea duduk di bangku yang cukup lama ia tinggalkan.Kelas masih tampak kosong karena hari masih pagi dan jam pelajaran pun belum dimulai.


"Hai..."


Dea terkesiap saat sekelompok mahasiswi menggebrak mejanya.

__ADS_1


"Ya ada apa?",tanya Dea berusaha tenang.


"Ada apa,ada apa.Jangan mentang mentang anak baru Lo kecentilan sama dosen",ujar salah satu mereka berusaha membully Dea.


"Maksudnya?",tanya Dea masih terlihat tenang.


"Pak Kalendra...dia calon pacar gue,jadi cewek ingusan kayak Lo jangan berharap Lo akan jadi--


"Apa?", tantang Dea.


"Berani juga Lo ha",ujar salah satu mereka menarik rambut belakang Dea.


Dea meringis kesakitan namun ia tak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang.


"Anak ingusan sok sok menantang kita senior kamu",ujar salah satu dari mereka.


Dea menyikut mereka yang menarik rambut panjangnya hingga cewek itu melepaskan tarikannya pada rambut Dea.


"Kau... beraninya me--


"Apa yang kalian lakukan ini adalah pembullyan.Dan kalian tau bukan konsekuensinya jika Pak Dekan tau",ujar seseorang menahan tangan salah satu mereka yang akan menampar Dea.


"Jangan ikut campur", teriaknya.


Orang itu menghempaskan tangan gadis itu hingga ia terhuyung ke belakang.


"Ck... awas ya.Urusan kita belum selesai",ancamnya pada Dea lalu pergi meninggalkan kelas Dea.


Dea tak menggubris dan hwnyat tersenyum tipis.Ia merapikan kembali rambutnya yang sedikit berantakan akibat ulah mereka tadi.


"Kamu sudah menikah?",tanya orang itu saat melihat cincin nikah dijari manis Dea.


Dea tersenyum tipis lalu mengangguk pelan."Sudah... terimakasih telah menolongku",jawab Dea.


"Ya sama sama..."


"Aldi...",ujar orang itu mengulurkan tangannya kanannya.


"Dea...",jawab Dea menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Salam kenal",ujar pria itu beranjak dari hadapan Dea saat dosen tampak memasuki ruangan kelas.


Dea menatap lurus kedepan dan ternyata dosenya kali ini adalah suaminya sendiri.Ia berusaha untuk profesional mengikuti kelas yang di ajar sang suami.


Kalen menatap tajam sang istri dari kejauhan,ia tau jika ada yang menggangu sang istri karena ia memiliki beberapa mata mata untuk menjaga sang istri dari kejauhan.

__ADS_1


Ia merasa sendikit tak berguna karena ia tak ada disaat sang istri membutuhkan perlindungannya.Malah pria lain yang memasang badan melindungi sang istri.


Dua jam berlalu akhirnya kelas pun usai, semua mahasiswa bernafas lega karena Kalen merupakan dosen yang begitu tegas dan dingin.


"Deandra temui saya diruangan",ujar Kalen sebelum keluar dari kelas.


"Baik Pak...",jawab Dea pelan.


Dea melangkah mengikuti Kalen dari belakang.Ia sedikit menjaga jarak agar tak ada lagi mahasiswi yang curiga padanya.


Setibanya di depan pintu ruangan Kalen Dea langsung membuka handel pintu.


Kalen menarik tangan Dea dan mengungkungnya di dinding ruangannya."Apakah ini sakit?",tanya Kalen mengusap rambut Dea dengan lembut.


"Sedikit...Kakak tau--


"Semuanya aku tau Dea",ujar Kalen mengecup kening Dea.


"Kak...aku mau ke kelas lagi",ujar Dea berusaha lepas dari kungkungan suaminya itu.


"Sebentar lagi Dea...",jawab Kalen membawa Dea ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku tak bisa melindungimu tadi",ujar Kalen penuh sesal.


"Aku bisa melindungi diriku sendiri Kak,jadi mereka main keroyokan jadi aku tak bisa membalas mereka",jawab Dea.


"Aku akan memberi pelajaran pada mereka karena telah melakukan pembullyan",ujar Kalen.


"Bukankah sudah aku katakan kamu memiliki banyak fans di universitas ini",jawab Dea.


"Aku tak peduli.Aku tak akan membiarkan mereka lolos begitulah saja dan kembali melakukan hal yang sama.Dan satu lagi aku akan mengumumkan pernikahannya kita pada seluruh mahasiswa agar kejadian ini tak terulang lagi karena kesalahpahaman mereka",ujar Kalen.


"Tapi Kak--


"Sssttt...aku tak ingin kamu diganggu lagi Dea",ujar Kalen menatap intens sang istri.


"Kak... aku harus kembali ke kelas",ujar Dea.


"Baiklah... aku tunggu disini",ujar Kalen.


"Kakak gak ke rumah sakit?",tanya Dea.


"Nanti bareng kamu", jawab Kalen


"Kak..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2