Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#187


__ADS_3

Faris makin mengeraskan rahangnya saat pria itu meminta nomor ponsel Kaira.


"Maaf Kaira...boleh saya meminta nomor ponselmu,aku hanya ingin--


"Maaf Pak, saya tidak bisa", tolak Kaira karena ia memang tak suka memberikan nomor ponselnya ke sembarang orang.


"Baiklah.Saya hargai keputusan kamu",jawab pria itu.


Tak lama meeting selesai,pria itu pergi meninggalkan Faris dan Kaira yang masih duduk di ruangan itu.


"Mau makan siang dulu disini",tanya Faris pada Kaira.


"Boleh Kak...",jawab Kaira.


Faris mengkode pelayan restoran untuk menghampiri meja mereka.


"Mau makan apa?",tanya Faris.


"Disamakan aja Kak",jawab Kaira.


"Kamu gak ada alergi udang kan, soalnya saya mau pesan udang goreng", tanya Faris.


"Gak Kak,aku hanya alergi sama kerang",jawab Kaira.


"Oh ya?, semua jenis kerang?",tanya Faris.


"Huummm...",angguk Kaira.


"Ada yang bisa dibantu Tuan dan Nona?",tanya pelayan ramah.


"Pesan beef teriyaki,udang goreng dan--


"Chicken steak",jawab Kaira.


"Semua dua porsi kecuali yang dia pesan hanya satu saja",ujar Faris.


"Minumannya?", tanya pelayan itu.


"Jus jeruk",jawab Faris.


"Aku juga", balas Kaira.


"Baiklah,mohon tunggu sebentar ya",ujar pelayan itu lalu pergi meninggalkan keduanya.


"Kaira..."


"Ya Kak...",jawab Kaira mengalihkan perhatian dari ponselnya.


"Kenapa kamu tidak memberikan nomor ponselmu pada Pak Geno tadi?",tanya Faris.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?", tanya Kaira balik.


"Dia cukup tampan dan mapan,tak jarang wanita bisa menolak pria seperti itu",jawab Faris.


"Dia bukan tipeku",jawab Kaira.


"Oh ya...",tanya Faris menaikkan sebelah alisnya.


"Ya..."


"Lalu tipemu seperti apa?", tanya Faris.


"Tak tau juga seperti apa, yang penting nyaman aja.Pria tadi membuatku risih dengan tatapannya",jawab Kaira.


"Oh..."


"Kak..."


"Ya...ada apa?",tanya Faris.


"Kakak belum mau move on dari Kak Mika?", tanya Kaira.


"Kenapa?",tanya Faris.


"Enggak...aku hanya bertanya saja",jawab Kaira.


"Bagaimana kalau kamu saja?",tanya Faris.


"A-aku?",tunjuk Kaira pada dirinya sendiri.


"Hmmm...",jawab Faris berdehem pelan.


"Hehehe jangan bercanda Kak",kekeh Kaira.


"Hufff...apa sayang terlihat bercanda?",tanya Faris.


"Ayo lah Kak,jangan membuatku berharap lebih.Aku mana mungkin gadis idamanmu Kak",jawab Kaira.


Faris terdiam sejenak,tapi kemudian pria itu kembali membuka suara."Kamu itu--


Faris menghentikan ucapannya saat pelayan datang membawa makanan pesanan mereka.


Faris tak lagi melanjutkan ucapannya tadi saat melihat Kaira mulai menyantap makanannya.Pria itu tersenyum tipis melihat Kaira makan dengan lahapnya.


***


Setelah selesai keduanya meninggalkan restoran dan kembali ke perusahaannya.Namun saat mereka akan memasuki mobil seseorang menghentikan mereka.


"Kaira..."

__ADS_1


Gadis itu menoleh dan tersenyum lebar saat melihat siapa yang memanggilnya.


"Diego?",gumam Kaira.


"Hai...apa kabar?",tanya Diego.


"Baik...",jawab Kaira seadanya.


"Dia siapa?",tanya pria itu menunjuk Faris.


"Oh ..dia kekasihku",jawab Kaira.


"Oh...maafkan aku saat itu yang--


"Aku sudah melupakannya",jawab Kaira.


"Tapi aku mau kita kembali lagi bersama,aku janji akan memperbaiki semuanya",ujar Diego.


"Untuk menuju masa depan kita harus menatap ke depan,bukan kebelakang.Kamu masa laluku dan dia masa depanku",ujar Kaira menunjuk Faris yang terkejut dengan pengakuan Kaira.


"Tapi Kai...",ujar Diego meraih tangan Kaira.


"Jauhkan tanganmu dari tangannya",ujar Faris menatap pria itu tajam.


Namun pria itu bukannya melepaskan tapi malah mencengkram erat pergelangan tangan Kaira.


"Lepaskan!",ujar Faris menarik tangan pria itu hingga genggaman pria itu terlepas dari pergelangan tangan Kaira.


"Jangan lagi menganggunya atau kau kehilangan nyawamu setelah ini", desis Faris mencengkram kuat kerah baju pria itu.


"Kak... sudah",ujar Kaira melerai keduanya.


"Ingat... jauhi kekasihku!",ujar Faris melepaskan cengkeramannya di kerah baju pria itu.


Faris dan Kaira memasuki mobil dan meninggalkan pria itu yang masih menatap kepergian mereka.


"Kak maafkan aku jika tadi aku mengatakan kalau Kakak kekasihku",ujar Kaira.


Faris tak menjawab malah mengangkat sebelah alisnya menatap gadis itu."Dia mantan kekasihmu?",tanya Faris pada akhirnya.


"Ya...", angguk Kaira.


"Maaf tadi--


"Tak apa, sepertinya dia percaya",jawab Faris.


"Ha?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2