Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Permintaan Kaisan


__ADS_3

Kaira berdebar menatap pria yang juga menatap dirinya.Tatapan mereka terkunci karena Kaira masih terkejut.


"Ehemmm... tatap tatapannya nanti saja ,ayo temui dulu",goda Mika.


Kaira salah tingkah karena Kakak iparnya itu berhasil menggodanya.


"Ayo...!",ujar Mika menggandeng Kaira menghampiri semua orang.


Kaira duduk dihadapan pria yang masih menatapnya.Ia sungguh kaget dan tak menyangka jika pria yang dijodohkan dengannya adalah orang yang kini duduk di depannya.


"Kalau begitu,kita tanyakan mereka saja ya jeng,kerena mereka sudah saling kenal",ujar Marisa pada sang ibu pria.


"Silahkan Buk",jawab wanita paruh baya itu tersenyum tipis.


"Nak Faris,Maafkan kami yang mengatur perjodohan ini tapi semuanya sudah dalam pertimbangan kami sekeluarga.Apalagi Kalen begitu mengenal baik Nak Faris.Mungkin diantara kalian belum ada cinta tapi itulah yang saya katakan pada putri saya samalam.Jika kalian bertunangan dulu sebelum Kaira menamatkan kuliahnya.Tapi jika selama itu gak ada kecocokan kalian berdua bisa membatalkan perjodohan ini",ujar Marisa.


Faris sebenarnya cukup terkejut dengan hal ini karena tengah malam sang Mama mendatangi apartemennya dan mengatakan rencana perjodohan ini.Jujur saja ia sungkan untuk menolak terlebih tak ada alasan baginya untuk menolak karena ia juga tak memiliki kekasih.Niat ingin membantu Kaira keluar dari perjodohannya tapi justru malah dialah yang dijodohkan dengan gadis itu.


"Bagaimana Nak Faris?",tanya Marisa.


"Jangan sungkan jika kamu menolak,aku tak malah Ris",ujar Kalen buka suara.


Faris mengembuskan nafas panjang lalu melirik sekilas Mika yang tersenyum dan mengangguk pelan padanya.Ia akui memang ia masih memiliki rasa pada sahabatnya itu.Tapi ia sudah berusaha untuk mengikhlaskan semuanya.


"Ya...aku mau",jawab Faris mantap.


Kaira mengangkat kepalanya yang tertunduk menatap pria yang ia mintai tolong untuk membatalkan rencana perjodohan ini tapi malah pria itu mengiyakannya.


"Nak Kaira, Tante ingin melamar kamu untuk anak laki laki Tante.Kamu bersedia kan?", tanya Arita Mama Faris.


Kaira tampak berpikir sejenak karena ini sungguh sangat mengejutkan baginya.Jujur ia nyaman dengan Faris dan juga sedikit menyukai pria itu.


"Bismillahirrahmanirrahim...ya...",jawab Kaira dengan jantung yang berdebar kencang.


"Alhamdulillah...",ujar semua orang serempak.


Arita,Mama Faris mengeluarkan sebuah kita beludru yang berisi cincin permata berlian."Mungkin ini bukan cincin mahal tapi ini adalah cincin yang telah saya beli sejak dulu untuk melamarkan gadis untuk anak lelaki saya", ucap Arita.


"Tak apa Jeng,cincin hanyalah pengikat yang terpenting itu kedua anak kita setuju",jawab Marisa.


Arita meminta Faris memasangkan cincin itu pada jari manis Kaira."Ayo Ris, pasangkan cincinnya!",ujar Arita.

__ADS_1


Faris meraih cincin itu dan dengan perlahan memasangkan ke jari manis Kaira yang terlihat begitu pas.


Semua orang tersenyum lega karena akhirnya putri bungsu mereka telah resmi dilamar oleh seorang laki laki pilihan putra sulung mereka.


Acara di lanjutkan dengan makan bersama,semua orang berkumpul kecuali Kaira yang sedang bermain dengan baby Rania.Batita itu begitu lengket dengan Kaira, auntynya.


"Ty..."


"Ya sayang... ada apa, hum?", tanya Kaira mengecup pipi cubby Rania.


Rania menunjuk sebuah bola dan minta diturunkan dari gendongan Kaira.


"Mau main bola?",tanya Kaira yang menunduk dan gak sengaja membuat belahan dada gadis itu terekspos karena Kaira menggunakan gaun model sabrina dengan potongan dada rendah.


Faris yang tak sengaja melihat pemandangan itu segera memalingkan wajahnya kearah lain.


"Kenapa dia memakai gaun seperti itu?", gumam Faris lalu bangkit dari duduknya mengahampiri keduanya dengan pura pura megambilkan bola untuk Rania.


"Man...Ris",Rania tertawa kegirangan saat Faris memberikan bola pada gadis kecil itu.


"Apa, hum?",tanya Faris mencubit gemas pipi Rania.


"Main...",ujar Rania menyerang bola itu pada Faris.


"Ya sayang.Kita main didepan",ujar Kaira.


"Ndong...",ujar Rania pada Faris.


Dengan sigap Faris menggendong gadis kecil itu dan melangkah ke halaman depan diikuti oleh Kaira dari belakang.


"Apakah tak ada gaun lain yang akan kamu kenakan, Kaira", bisik Faris saat mereka sampai dihalaman.


Kaira menggerutkan keningnya."Kenapa dengan gaunku Kak?",tanya Kaira.


"Lihatlah jika kamu menunduk sedikit saja dadamu akan terlihat", bisik Faris membuat wajah Kaira memanas seketika.


"Aku tak ingin kamu mengenakkan gaun seperti ini lagi",sambung Faris lalu melangkah meninggalkan Kaira untuk menghampiri Rania yang sedang menendang bola kecilnya.


Kaira menaikan sedikit gaunnya di bagian dada karena meskipun tak menunduk gaun itu sangat seksi dibagian dadanya.


"Tenyata kalian disini?",tanya Dea saat mencari keberadaan sang putri.

__ADS_1


"Kak..."


"Ra...kamu kenapa?",tanya Dea yang melihat Kaira membenarkan gaunnya dibagian dada.


"Gak Kak", elak Kaira.


"Kamu risih dengan gaunmu?", tanya Dea.


"Hehe..."


"Sana ganti,Kakakmu tadi terlihat gak suka dengan gaunmu itu",ujar Dea.


"Ya Kak...",jawab Kaira melangkah menuju kamarnya.


***


Kaira kembali turun dengan gaun yang lebih tertutup dan menghampiri sang Mama yang sedang berbincang dengan Mamanya Faris dan juga Mika.


"Ma..."


"Kok gaunnya diganti?",tanya Marisa.


"Gak nyaman aja Ma",jawab Kaira jujur.


"Kamu tetap cantik meski memakai apapun kok sayang",ujar Arita Mamanya Faris.


"Terimakasih Tante",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Kuliah semester berapa sayang?",tanya Arita.


"Mau semester 5 Tante",jawab Kaira sopan.


"Oh..."


Sementara itu Faris yang duduk tak jauh dari sana tampak sesekali melirik Kaira yang sudah mengganti gaunnya.


"Ris...jaga Kaira ya,jangan permainkan dia",ujar Kaisan yang awalnya tak setuju dengan perjodohan ini karena takutnya Faris menjadikan Kaira untuk alat balas dendam padanya.


Faris mengangguk dan tak menjawab permintaan Kaisan.Ia memang tak akan berniat mempermainkan Kaira.Ia akan berusaha membuka hatinya untuk gadis itu.Meski itu tak mudah karena ia yang telah berulang kali terluka oleh cinta.


"Dia adik perempuanku satu satunya.Aku harap pilihan Kak Kalen tak salah",ujar Kaisan lalu berjalan meninggalkan pria itu yang masih tetap diam.

__ADS_1


"Huffhhh...kita lihat sejauh mana gadis itu bisa membuatku percaya lagi apa itu cinta",gumam Faris tersenyum menatap Kaira yang tertawa lepas bersama sang Mama.


...****************...


__ADS_2