Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kejam


__ADS_3

"Lepas...",pekik seorang wanita saat kedua tangannya diikat dengan tali.


"Diamlah...!, berisik",jawab pria yang mengikatnya.


"Arghhh... siapa kalian sebenarnya, lepaskan aku!",pekik wanita itu lagi.


"Diamlah Nona,jangan sampai kami berbuat kasar padamu.Kerena hanya Tuan kami yang pantas melakukan apapun padamu",jawab pria itu.


Ting


Hubungi Kai,dia yang berhak memberikan hukuman apa itu wanita itu.


Pria itu langsung menghubungi Kaisan sesuai perintah dari bos mereka.Pria itu tersenyum tipis saat menerima jawaban dari Kaisan.


Sebentar lagi Kaisan akan datang kesana setelah mengantarkan Mika kembali ke hotel dimana sang gadis menginap selama sang ayah dirawat dirumah sakit.


Sementara itu Kaisan baru saja menurunkan Mika di lobi hotel dan ia berencana mengantarkan gadis itu hingga ke depan pintu kamar hotel yang di sewa Mika.


"Aku antar sampai dalam ya",ujar Kaisan.


"Ya perlu Kai...aku gak apa apa kok",jawab Mika.


"Jangan menolak Mika,aku takut kejadian dirumah sakit tadi terulang lagi",ujar Kaisan.


"Tapi--


"Tak ada penolakan",ujar Kaisan.


"Huffhhh... baiklah",jawab Mika.


Setelah mengantarkan Mika sampai depan kamarnya Kaisan kini menuju tempat dimana saat ini Jeje disekap oleh orang orang Kakaknya.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya ia sampai disebuah gedung kosong yang jauh dari pemukiman penduduk.


Kaisan turun dari mobilnya,untuk pertama kalinya ia datang ketempat ini.Hanya Kakek dan Kalen yang biasanya datang ke sini.Ia selama ini tak pernah ikut campur dalam hal seperti ini.Tapi kali ini ia terpaksa meski sebenarnya ia ingin menyelesaikan secara hukum tapi ia tak sejalan dengan Kakaknya yang lebih memilih membalaskan dengan caranya sendiri.


"Dimana dia?",tanya Kaisan pada salah satu orang orang Kakeknya.


"Ikut saya Tuan Muda",jawab orang itu membawa Kaisan memasuki bangunan itu.


"Kaisan aku tau kamu datang...",ujar wanita itu.


"Hmmmm... apa tujuanmu berusaha menculik calon istriku", ucap Kaisan.


"Kai...aku mencintaimu,aku tak ingin gadis itu memilikimu.Aku ingin aku yang jadi istrimu",jawab wanita itu.


"Huffhhh... bukankah aku sudah sering mengatakan jika aku tak memiliki perasaan apapun padamu.Jangan memaksakan kehendak kamu Jeje", ujar Kaisan.

__ADS_1


"Kai..."


"Kak Diana...", gumam Kaisan melihat kedatangan Kakak sepupunya itu.


"Apa kabar?",tanya Diana.


"Baik...untuk apa Kakak ke sini?",tanya Kaisan.


"Membantumu untuk membalas wanita itu",jawab Diana menunjuk Jeje yang terikat tali.


"Tapi--


"Kenapa?,kamu ragu untuk membalasnya,atau kamu sebenarnya menyukai wanita ini",ujar Diana memancing amarah dalam diri Kaisan.


"Omong kosong apa ini Kak,aku bahkan sedikitpun memiliki perasaan padanya",jawab Kaisan.


"Oh ya...lalu kenapa kamu tampak ragu untuk membalasnya.Hari ini dia gagal melakukan rencananya, tidak menutup kemungkinan dikemudian hari dia kembali berulah jika kamu tak membalasnya",ujar Diana tersenyum miring


"Aku hanya--


"Kamu dan Kalen sangat berbeda Kai.Kalen tanpa ragu akan membalas orang yang menyakiti wanitanya dengan lebih kejam.Wanita ini akan sangat berbahaya jika kamu melepaskannya.Dan jangan menyesal jika suatu saat dia akan mengusik wanitamu",ujar Diana.


"Aku gak bisa menyakiti wanita Kak, meski dia--


"Serahkan padaku,itu sebabnya itu aku datang kesini",jawab Diana.


"Aku ingin dia jera",jawab Kaisan.


"Baiklah...",jawab Diana tersenyum smirk.


"Mau apa kamu?",pekik Jeje saat Diana menghampirinya dengan senyuman iblisnya.


"Katakan apa yang kau rencanakan pada calon istri dari adikku",ujar Diana.


"Heh... tidak akan", ketus Jeje.


"Baiklah... penjaga aku butuh cambuk", teriak Jeje.


"Ja-jangan... lakukan itu",pekik Jeje.


"Katakan atau cambuk ini akan melukai kulit mulusmu itu",ujar Diana saat menerima sebuah cambuk dari salah satu orang kepercayaan Kalen.


"A-aku-- berencana membuatnya ke-kehilangan kehormatannya agar Kaisan jijik padanya",jawab Jeje yang tampak ketakutan.


"Beraninya kau...",teriak Kaisan membuat Diana tersenyum tipis karena berhasil membuat seorang Kaisan meledak ledak.


"Ka-Kai a-aku--

__ADS_1


"Lakukan hal yang sama sesuai rencananya pada calon istriku.Lalu jadikan dia budak nafsu pria yang ada disini",ujar Kaisan dengan nafas memburu.


"Ti-tidak....ja-jangan Kai,aku mohon jangan", histeris Jeje.


"Bukankah aku sudah mengingatkanmu j***** ",ujar seseorang yang baru saja datang.


"Kak Kalen..."


"Lakukan sekarang, dihadapanku!",ujar Kaisan.


"Adikmu ternyata cukup menyeramkan juga Kalen, aku pikir dia pria yang berhati malaikat.Tapi saat gadisnya diusik dia berubah menjadi monster yang mengerikan",kekeh Diana.


"Itu akibatnya mengusik wanita dari keluarga Atmaja", jawab Kalen tersenyum miring.


"Panggil salah satu penjaga untuk melakukannya",ujar Diana


"Tidak...",jawab Kaisan.


"Lalu kamu yang akan melakukannya?", tanya Diana.


"Jangan satu tapi tiga",jawab Kaisan menatap tajam Jeje yang tampak ketakutan.


"Kai jangan Kai,aku mohon"isak Jeje saat tiga orang pria berbadan kekar berjalan menghampiri mereka.


"Lakukan sekarang!",ujar Kaisan pada para pria itu.


"Dengan senang hati Tuan Muda",jawab salah atau mereka menatap Jeje dengan tatapan lapar.


"Aku pamit...",ujar Kalen yang tak ingin melihat tubuh wanita lain selain istrinya.


"Ya ...",jawab Diana masih berada disana menonton adegan itu secara langsung.


Terdengar suara isakan Jeje bersamaan dengan d****** pria yang mengerjai tubuh wanita itu memenuhi ruangan itu.


Kaisan tersenyum miring setelah melihat tubuh Jeje yang sudah terkulai lemas tak berdaya setelah digarap secara bergilir oleh orang suruhannya.


Kemudian Diana menyuntikkan sesuatu pada wanita itu.


"Kak kamu menyuntikkan--


"Ya...dia tidak akan membuka mulut atas apa yang kita lakukan padanya",jawab Diana.


"Lempar dia ke tempat yang jauh dari sini",ujar Diana pada penjaga.


"Baik Nona...",jawab mereka lalu memakaikan kembali pakaian Jeje lalu mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya pergi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2