Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Aku akan membuatmu menyukaiku


__ADS_3

Mika membuka matanya perlahan,ia disuguhi wajah tampan sang suami yang memeluk pinggangnya dengan begitu posesif.


Mika menyingkirkan secara perlahan tangan Kaisan yang memeluk pinggangnya.Ia ingin segera mandi sebelum pria itu terbangun.Tubuhnya terasa begitu remuk redam akibat ulah suaminya itu.


"Ish...",ringis Mika saat kakinya menginjak lantai.**** ************* terasa begitu sangat perih.


Dengan melangkah pelan akhirnya wanita itu sampai juga dikamar mandi.Mika langsung menyalakan air untuk mengisi bathub.Ia berencana untuk berendam agar tubuhnya kembali rileks.


Setelah memasukan buih sabun dan aroma terapi Mika masuk ke dalam bathub dan berendam.Wanita itu memejamkan matanya menikmati aroma terapi.


Sementara itu Kaisan meraba kasur disebelahnya yang terasa kosong.Pria itu membuka kedua matanya dan benar istrinya tak lagi ada disampingnya.


Pria itu menatap kearah kamar mandi dan tersenyum tipis.Ia melihat sang istri tengah berendam di bathtub karena dinding kamar mandi yang terbuat dari kaca.


Kaisan meraih jubahnya yang tergantung disebelah tempat tidur lalu memakainya.Pria itu melangkah menuju kamar mandi.Dengan langkah pelan pria itu memasuki kamar mandi dan duduk dibibir bathub menatap wajah cantik sang istri yang sedang memejamkan kedua matanya.


Kaisan tersenyum tipis,ia sungguh tak menyangka wanita dulu dijodohkan oleh Mamanya dan ia tolak karena alasan perbedaan umur kini menjadi istrinya.Bahkan ia melanggar permintaan Kakeknya untuk menyelesaikan dulu kuliahnya baru menikah demi wanita ini tak diambil orang.


Meski Kakeknya meminta ia menyelesaikan dulu kuliahnya baru menikah tapi itu bukan berarti larangan.Kakeknya hanya ingin ia fokus pada kuliahnya.Tapi begitulah takdir manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan lah yang menentukan semuanya.


"Sayang...",ujar Kaisan menyentuh lembut kepala Mika.


Mika membuka kedua matanya saat merasa ada yang menganggunya."Mas...kamu sudah bangun?",tanya Mika tersenyum tipis.


"Ya... sudah rileks?", tanya Kaisan.


"Ya...",angguk Mika.


"Ayo mandi bersih dulu",ujar Kaisan.


"Kamu keluar dulu Mas", usir Mika.


"Lah kenapa aku harus keluar sayang,aku juga mau mandi",ujar Kaisan.


"Aku--


"Malu?", tanya Kaisan.


"Iya...Mas",jawab Mika.

__ADS_1


"Kenapa harus malu, hum?.Aku sudah melihatnya sayang",ujar Kaisan.


"Mas...ayo keluar dulu",rengek Mika.


"Apa bedanya sayang dari luar aku juga bisa juga bisa lihat kamu mandi",jawab Kaisan.


"Ya itulah modus kamu bikin kamar mandi kayak gini",ujar Mika.


"Hahaha...gak lah sayang.Ini tuh udah di desain kayak gini sayang.Aku kan beli rumah jadi bukan membangun yang bisa request bagaimana interiornya",jawab Kaisan.


"Ayo...nanti kamu kedinginan sayang",ujar Kaisan.


"Tapi--


"Mika sayang,ayo!",ujar Kaisan.


Perlahan Mika keluar bathub dengan tubuh polosnya terekspos di hadapan Kaisan.Bohong jika Kaisan tak tergoda dengan pemandangan yang seketika membuatnya panas dingin itu.Tapi ia berusaha menahan hasratnya agar tak lagi menyerang sang istri.Ia tak mau membuat Mika kelelahan melayaninya.


Apalagi ia calon dokter yang juga tau tak baik terlalu sering melakukan ****.Kaisan mengeringkan bathtub untuk mengalihkan perhatiannya dari tubuh indah sang istri.


Setelah selesai Mika keluar dari kamar mandi sementara Kaisan lah yang kini tengah membersihkan tubuhnya.


***


Kaira menuruni tangga rumah sang Kakak karena baru saja selesai membersihkan tubuhnya.


"Kak...Rania mana?",tanya Kaira pada Dea yang sedang duduk santai di ruang tengah.


"Tuh diluar lagi main sama Bibik",ujar Dea menunjuk Rania yang bisa ia lihat detil kejauhan.


"Aku kesana ya Kak",jawab Kaira.


"Ya sudah Kakak titip Rania ya mau siapin baju kerjanya Kakak kamu",ujar Dea.


"Kak Kalen belum berangkat kerja?",tanya Kaira.


"Belum,subuh tadi baru pulang dari rumah sakit karena ada operasi",jawab Dea.


Kaira berjalan menghampiri Rania yang sedang mandi bola.

__ADS_1


"Hai keponakan lucu Aunty",ujar Kaira.


"Ty..."


"Apa sayang?",tanya Kaira.


"Ndong...",ujar Rania merentangkan kedua tangannya.


"Baiklah...",jawab Kaira meraih tubuh mungil Rania.


"Bik...Rania biar sama aku aja",ujar Kaira.


"Iya Nona...",jawab pelayan itu pergi meninggalkan Kaira dan Rania.


"Man Ris...", tunjuk Rania saat mobil yang dikendarai Faris memasuki halaman rumah mewah Kalen.


"Oh Paman Faris...",ujar Kaira.


"Ya...",angguk Rania yang memanggil Faris dengan sebutan Paman.


"Hai Kak...jemput Kak Kalen ya",ujar Kaira menghadang langkah Faris.


"Ya...",jawab Faris datar mengacuhkan Kaira lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


"Ish...lihat saja aku akan buat kamu suka sama aku",batin Kaira.


"Eh tunggu... aku kenapa?",gumam Kaira saat menyadari keinginannya itu.


Kaira menggeleng pelan lalu mengajak Rania untuk mewarnai.


Sementara itu Faris yang duduk dari jauh tak sengaja menatap Kaira yang dengan penuh kesabaran mengajari Rania mewarnai sembari mengenal warna pada batita itu.


Tanpa pria itu sadari ia menyunggingkan senyumannya melihat pemandangan itu.Entah kenapa akhir akhir ini Kaira mengusik dirinya.Ia sengaja bersikap acuh untuk mengalihkan perhatiannya.Tapi bagaimana bisa kalau setiap hari ia bertemu gadis itu disini.


Faris akui Kaira cantik dengan wajah baby facenya.Memiliki rambut sebahu dan tubuh yang tidak terlalu tinggi tapi begitu pas dengan tubuh langsingnya.


"Faris..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2