Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Bekerja keras


__ADS_3

Faris tersenyum melihat sang istri yang menggeliat dari tidurnya.Pria itu sedang membaca buku bacaannya disofa,menutup bukunya lalu menghampiri sang istri yang sudah membuka mata.


"Mas...",lirih Kaira.


"Sudah bangun,hm?",ujar Faris mengecup kening Kaira.


"Huummm",angguk Kaira menatap sang suami yang hanya bertelanjang dada memperlihatkan perut kotak kotaknya.


"Jam berapa Mas?",tanya Kaira.


"Jam 2 siang sayang,mau mandi?",jawab Faris.


"Iya...",jawab Kaira bangkit dari duduknya lalu mengeratkan selimut di bagian dadanya.


"Mau Mas bantu ke kamar mandi?", tanya Faris.


"Enggak,aku bisa sendiri Mas",jawab Kaira.


"Baiklah...",jawab Faris beringsut mundur.


Kaira meringis pelan menahan rasa sakit di area intinya."Awh...",ringis Kaira.


Faris tersenyum lalu mengangkat tubuh sang istri menuju kamar mandi.Wanita itu tak bisa protes karena kakinya memang sulit untuk berjalan.Faris langsung memasukkan Kaira ke dalam bathub yang tadi sudah ia isi air setelah ia mandi besar.


"Mas tinggal ya",ujar Faris.


"Iya Mas... terimakasih",jawab Kaira.


"Iya...nanti jika sudah selesai panggil Mas saja,oke",ujar Faris.


"Iya..."


"Hufffhhh... ternyata kayak gitu rasanya bercinta", gumam Kaira membayangkan pergumulan mereka beberapa jam yang lalu.


Kaira tersenyum tipis karena Faris memperlakukannya dengan begitu lembut dan penuh dengan kasih sayang.Kaira menatap lautan lepas dari dalam kamar mandi yang di batasi kaca tak tipis.


Menikah muda bukanlah impiannya namun entah kenapa ia tak mau berpacaran terlalu lama.Ia ingin segera memiliki suami yang bisa memanjakannya.


Kaira bangkit dari bathub lalu berjalan pelan menuju shower untuk melakukan mandi besar.Ia teringat jika ia belum sholat Zuhur.


Setelah lima menit wanita itu menyelesaikan ritual mandinya lalu berjalan pelan layaknya pinguin keluar dari kamar mandi.


"Kenapa tidak memanggil Mas sayang?",tanya Faris melihat Kaira yang hanya berbalut handuk keluar dari kamar mandi dengan langkahnya yang menurut Faris lucu.


"Lupa...",jawab Kaira cengengesan.


"Duduk sini Mas bantu mengeringkan rambutnya",ujar Faris menunjuk meja rias.


"Eits...jangan sentuh.Aku mau sholat dulu.Ada mukena gak Mas?",tanya Kaira.


"Ada tuh dikoper Mas.Tunggu sebentar Mas ambilkan dulu",jawab Faris yang sengaja membawakan mukena untuk sang istri.


Kaira mengerjakan sholat empat rakaatnya setelah menerima mukena dari Faris.Meski bukan muslim yang taat dia tak pernah meninggalkan sholatnya.


Faris saat ini duduk kembali melanjutkan membaca buku bacaannya.Ia sudah meminta layanan kamar untuk makan siang mereka kali ini.Faris tak tega mengajak Kaira makan diluar karena wanitanya itu masih sulit untuk berjalan.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sholatnya Kaira mengambil salah satu lingerie di koper miliknya lalu memakainya.Setelahnya ia menghampiri Faris yang memakai kaca mata bacanya sedang membaca buku bacaannya.Bagi Kaira pria itu makin terlihat berwibawa saat memakai kacamata bacanya.


"Mas...kamu tadi tidak sholat?",tanya Kaira.


"Sholat dong sayang, kenapa?",tanya Faris menurunkan kaca mata bacanya dan menutup kembali buku bacaannya.


"Kenapa tidak membangunkanku,aku ingin sholat berjamaah sama kamu Mas",jawab Kaira.


"Mas kasihan sama kamu karena Mas tau kamu kelelahan.Maaf ya,nanti sholat asharnya kita berjamaah",ujar Faris mengambil handuk lalu membantu sang istri yang duduk disebelah untuk mengeringkan rambut Kaira.


"Iya.Mas aku lapar", rengek Kaira dengan manjanya duduk disebelah Faris.


Pria itu terkekeh,sifat manja Kaira tak membuatnya kaget, justru ia senang jika sang istri manja padanya."Tunggu sebentar lagi datang kok,kita makan dikamar dulu saja ya.Kamu kan masih sedikit susah jalannya", jawab Faris.


"Iya Mas...gak apa apa",jawab Kaira.


***


Mika begitu cantik dengan gaun malam yang membalut tubuhnya.Wanita itu malam ini akan menghadiri pernikahan salah satu rean kerja suaminya.Dengan mengenakan gaun berwarna hitam yang tertutup membuatnya tetap elegan.Meski belum berhijab ia saat ini tak lagi ingin memakai pakaian terbuka.


Kaisan tersenyum tipis melihat penampilan sang istri yang begitu cantik malam ini.Pria yang mengenakan jas dengan warna senada dengan gaun sang istrinya itu terlihat begitu sangat tampan.


"Ayo Mas",ujar Mika tersenyum pada sang suami yang menatapnya begitu dalam.


"Kamu sangat cantik malam ini",puji Kaisan.


"Jadi hanya malam ini saja akunya cantik Mas, sebelum sebelumnya aku tidak cantik, begitu?",tanya Mika mengerucutkan bibirnya kedepan membuat Kaisan terkekeh.


"Tentu saja cantik dong sayang,tapi malam ini kamu terlihat berbeda",jawab Kaisan.


"Ayo kita berangkat!",ujar Kaisan mengulurkan tangannya pada sang istri.


Mika menyambut uluran tangan Kaisan lalu mengikuti langkah sang suami keluar dari kamar mereka.Mereka berangkat menunjuk gedung dimana acara pesta pernikahan berlangsung.


Setibanya disana keduanya memasuki tempat acara dimana tampak sudah ramai oleh tamu undangan.Kedunya berjalan bergandengan tangan sesekali mengangguk saat orang orang menyapa mereka.


Kaisan dan Mika menghampiri pengantin untuk mengucapkan selamat.Setelah itu barulah mereka bergabung dengan tamu lainnya.


"Mika bukan ya?",ujar seorang pria menghampiri Mika yang ditinggal sendiri oleh Kaisan yang saat ini mengambilkan makanan untuknya.


"Iya... siapa ya?",tanya Mika tak mengenal orang yang menyapanya.


"Aku Reno.Ingat gak?.Kita satu angkatan saat SMA dulu",jawab pria itu tersenyum tipis.


"Oh...iya aku ingat,kamu tetangga Faris bukan ya",ujar Mika.


"Dulu.Sekarang tidak lagi,kedua orangtuaku pindah kesini dan menetap disini",jawab Reno.


"OOO..."


"Ehemmm...."


"Mas... kenalkan ini teman satu angkatan aku saat SMA,Reno namanya.Dan Reno kenalkan ini Mas Kaisan suami aku",ujar Mika.


"Reno...", ujar pria berkacamata itu.

__ADS_1


"Kaisan....",jawab Kaisan dengan wajah datarnya menahaa rasa kesalnya melihat keakraban istrinya dengan pria lain.


"Mika aku kira kamu akan menikah dengan Faris,kalian saat sekolah dulu kan terpisahkan",kekeh Reno dengan semangatnya.Tak tahukah pria itu jika saat ini Kaisan menatapnya tajam.


"Tidak Ren,kita murni sahabat.Malah Faris baru saja menikah dengan adiknya suami aku",jawab Mika tersenyum canggung yang merasakan suaminya saat ini sedang menahan amarahnya.


"Oh..."


"Istriku mau makan dulu,nanti saja lanjutkan nostalgianya",ujar Kaisan mengusir pria itu secara halus.


"Oh baiklah...aku kesana dulu",jawab Reno meninggalkan keduanya.


Kaisan duduk dihadapan sang istri yang tersenyum tipis padanya.Entah kenapa ia kesal saat mendengar kedekatan Mika dan Faris dulu.Meski ia tau istrinya tak mencintai Faris.Tapi Faris pernah memiliki rasa untuk istrinya itu.Walau ia lihat saat ini Faris begitu mencintai adiknya tapi ia takut jika Mika pergi darinya.


"Mas kamu gak makan?",tanya Mika saat melihat pria itu melamun.


"Iya...",jawab Kaisan tersenyum kaku.


"Mas...maafkan ucapan Reno tadi membuat kamu tidak nyaman.Aku dan Fa--


"Jangan menyebut pria lain dihadapan ku sayang",jawab Kaisan.


"Baiklah...maafkan aku", balas Mika.


Sementara itu sepasang pengantin baru yang tengah dimabuk cinta tampak saling berpelukan setelah selesai dengan kegiatan panas mereka.


Faris mengecup pucuk kepala sang istri lalu membenamkan wajah Kaira ke dada bidangnya.


"Sayang..."


"Hmmmm"


"Kamu mau tidur?",tanya Faris.


"Kenapa Mas?",tanya Kaira mengadah menatap sang suami.


"Mas mau tanya sama kamu,tentang perihal anak.Kamu mau menunda atau--


"Aku gak mau nunda Mas,bukankah aku akan tetap masih kuliah nantinya meski hamil",ujar Kaira.


"Kamu yakin?,Mas gak mau nantinya ini menjadi beban untuk kamu",jawab Faris.


"Tidak Mas,kamu lupa telah menumpahkannya di dalam Mas.Aku juga dalam masa subur,jadi untuk menundanya aku rasa percuma .Lagian aku sangat ingin mengandung anak kamu Mas",ujar Kaira.


"Mas sangat mencintaimu sayang", bisik Faris yang begitu bahagia jika Kaira tak menolak jika wanitanya itu hamil setelah ini.Karena ia sangat menantikan saat itu tiba yaitu Kaira mengandung anaknya.


"Aku juga Mas",jawab Kaira.


"Kalau begitu kita harus bekerja keras agar bibitku segera tumbuh dirahimmu sayang", bisik Faris sensual dan tangan pria itu kembali menggerayangi tubuh polos sang istri di balik selimut.


Kaira hanya pasrah,tubuhnya tak bisa menolak setiap sentuhan yang diberikan sang suami.Ia juga mulai agresif dan itu membuat Faris semakin bergairah.Keduanya kembali bercocok tanam di iringi deburan ombak lautan.


...****************...


part panjang untuk Kalian karena kemarin gak up.lagi ada acara keluarga.semoga kalian tetap mendukung ku

__ADS_1


__ADS_2