Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Calon pawang Faris


__ADS_3

Kaira keluar dari mobilnya begitu dengan Faris saat sampai disebuah tepian danau.Kaira menatap danau itu lalu tersenyum tipis.Dulu ia juga pernah ke danau saat ia masih sekolah dasar dan setelah itu ia tak lagi pernah pergi ke danau.


Kaira duduk disebuah kursi yang disediakan disana.Banyak pengunjung juga karena cuaca yang cukup bagus untuk bersantai menikmati senja menjelang malam ditengah hiruk pikuknya kota.


Faris tampak membeli beberapa minuman kaleng dan juga cemilan karena satunya gadis itu sangat suka mengemil.


"Ini untukmu",ujar Faris memberikan kantong kresek berisi minuman dan cemilan.


"Apa ini Mas?",tanya Kaira melihat isi kantong itu.


Pandangan Kaira berhenti saat anak seusia Rania tampak berjalan begitu pelan diikuti oleh sang ayah dari belakang.


"Andai ada Rania pasti seru",ujar Kaira dengan dengan tatapan berbinar.


"Kalian sangat dekat,aku lihat Rania lebih dekat denganmu dari pada Nona Dea",jawab Faris ikut memperhatikan anak kecil itu.


"Tidak juga,dia akan melupakan Kak Dea saat ada aku, tapi nanti jika kau balik lagi ke kota xxx dia akan kembali dekat dengan Maminya",ujar Kaira.


"Liburanmu tinggal berapa hari lagi?",tanya Faris.


"Sekitar dua mingguan,dan setelahnya aku pulang dan melanjutkan kuliahku lagi",jawab Kaira.


Faris mengangguk pelan,entah kenapa hatinya tak rela berjauhan dengan Kaira.Ada rasa takut gadis itu melupakannya dan nyaman dengan pria lain karena mereka akan terpisah cukup jauh.


"Kuliahmu masih lama?",tanya Faris.


"Aku mau semester 5 Mas, insyaallah semester 7 kemungkinan aku sudah wisuda dan lanjut Koas",jawab Kaira.


"Oh...kamu ambil profesi apa?", tanya Faris.


"Rencananya dokter ahli bedah.Tapi mungkin akan aku pikirkan ulang karena waktu kuliahnya memakan waktu yang cukup lama.Mungkin setelah aku wisuda aku jadi dokter umum saja dulu", jawab Kaira.


"Kai..."


"Ya...Mas ada apa?",tanya Kaira.


"Jangan lupakan aku jika kamu sudah pulang",ujar Faris menatap gadis itu dengan intens.


"Hehehe... kenapa kamu bicara seperti itu Mas?",kekeh Kaira.


"Tadi Papamu ke kantor menemuiku",ujar Faris menatap lurus ke danau.


"Lalu?",tanya Kaira berpura-pura tidak tau.


"Dia meminta aku melepaskanmu jika mau tak bisa melupakan Mika",jawab Faris.


"Lalu kamu jawab apa Mas?",tanya Kaira dengan hati yang tak nyaman.Ia belum siap mendengar jika Faris memilih melepaskannya dari ikatan pertunangan ini.


Faris menatap Kaira."Aku memutuskan untuk menerima kamu dalam hidupku.Aku akan membuka hatiku untukmu dan bisakah kamu membantuku untuk menyakinkan hatiku?",tanya Faris menatap dalam Kaira.


Deg

__ADS_1


"Mas...a-aku m-mau",jawab Kairs terbata bata.


Faris tersenyum tipis."Tak mudah untuk kita setelah ini menjalani hubungan jarak jauh, kepercayaan dan komunikasi itu diperlukan.Jujur aku tak bisa menjalaninya",ujar Faris.


"Kenapa Mas?",tanya Kaira.


"Aku orangnya cemburuan Kai,aku takut kamu tak nyaman dengan sifatku itu",jawab Faris.


"Ya jika sebatas wajar aku sih gak masalah ya Mas",ujar Kaira.


"Oh ya,satu lagi.Sepertinya temanmu ingin sekali mendekatkanmu dengan pria waktu itu",jawab Faris.


"Deril maksud kamu Mas?",tanya Kaira.


"Entahlah siapa namanya aku tak tau",jawab Faris.


"Aku juga baru kenal dia Mas, meski kita satu kampus tapi aku tak pernah menggubris pria yang mendekatiku",ujar Kaira.


"Kenapa?",tanya Faris.


"Aku gak tertarik memiliki pasangan seorang Dokter Mas",jawab Kaira.


"Kai...bisakah kita sama sama membuka hati?", tanya Faris.


"Iya aku mau,tapi...kamu harus janji mau melupakan perasaanmu pada Kak Mika",jawab Kaira.


"Hehehe... perasaanku pada Mika sudah tak ada lagi Kai,aku sadar mungkin selama ini aku hanya kagum saja bukan cinta.Perasaan itu hilang saja setelah pernikahan Mika dan Kaisan.Tapi aku hanya takut untuk memulai karena aku dulu pernah dicampakkan karena aku ini hanya pria biasa yang tak memiliki apa apa.Aku hanya takut kamu juga melakukan hal yang sama karena status keluarga kita yang jauh berbeda",ujar Faris.


Faris tersenyum tipis,ia akui Kaira memang gadis manja.Yang mungkin saja apa yang dia mau selama ini tercukupi oleh keluarganya.Tapi kini ia tau gadis itu sangat sederhana sekali.Meski ia putri dari pengusaha sukses tapi gadis itu tampak sederhana sekali.


"Kamu benar...", timpal Faris membenarkan ucapan Kaira.


"Oh ya,kamu gak makan cemilannya?", tanya Faris.


"Nanti aja dirumah Kak,kita cari makan yuk!",jawab Kaira.


"Kamu lapar?", tanya Faris.


"Iya...",jawab Kaira.


"Mau makan dimana?",tanya Faris.


"Hmmmm makan bakso disana aja Mas",ujar Kaira menunjuk sebuah kedai bakso.


"Kamu yakin makan disana?",tanya Faris.


"Huummm... kayaknya enak,ramai gitu",jawab Kaira.


"Ayo kita kesana!",ujar Faris diangguki Kaira.


"Kamu gak gengsi makan ditempat seperti itu?",tanya Faris.

__ADS_1


"Gaklah Mas,justru pedagang seperti merekalah yang kita bantu.Mereka berdagang untuk memenuhinya kebutuhan agar tungku dirumah mereka tetap berasap", jawab Kaira membuat Faris terkesan dengan jawaban gadis itu.


Keduanya memasuki kedai itu dan memesan dua mangkuk bakso.Faris sengaja duduk disebelah Kaira karena beberapa pria menatap tunangannya itu tak berkedip.Ia berusaha mengulangi agar mereka tak bisa melirik Kaira.


"Ck... dasar,tak bisa melihat yang bening sedikit saja", gumam Faris mengumpat pelan.


"Kenapa Mas?",tanya Kaira saat mendengar Faris bergumam.


"Gak ada apa apa?",jawab Faris tersenyum tipis.


"Oh..."


Tak lama pesanan mereka datang keduanya makan dengan lahapnya.


"Baksonya cukup enak ya Mas",ujar Kaira.


"Ya... pantas saja ramai",jawab Faris.


"Mas...boleh minta fotonya gak?",tanya seseorang tiba tiba pada Faris.


Gluk


Kaira menatap seorang gadis dengan senyuman merekahnya menatap penuh harap pada Faris.


"Maaf saya bukan artis",jawab Faris.


"Tapi kamu lebih dari artis Mas, boleh ya",ujar gadis itu dengan penuh harap.


"Tanyakan pada istri saya, boleh apa tidak",jawab Faris menunjuk Kaira.


"Eh...ada pawangnya ternyata", gumam gadis itu tersenyum tipis.


"Hmmm gak jadi deh Mas",ujar gadis itu pergi begitu saja.


"Mas kamu--


"Maaf ya ,jika tidak begitu dia akan terus memaksa", ujar Faris.


"Ya...tak apa,aku ngerti kok",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Bukankah nanti kamu juga akan jadi istriku",ujar Faris membuat Kaira yang sedang menyeruput kuah baksonya tersedak.


Uhuk uhuk uhuk


"Kamu gak apa apa?, makannya pelan pelan saja Kai",ujar Faris memberikan segelas air pada Kaira.


"Terimakasih Mas",jawab Kaira setelah menenggak segelas air itu.


"Ya..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2