
"Kapan mulai kuliah lagi Kaira?",tanya Arita di sela makan mereka.Ketiganya makan bersama di rooftop restoran milik Faris.
"Minggu depan Ma",jawab Kaira tersenyum tipis.
"Kalian jalin hubungan jarak jauh dong,apa ya nama kerennya sekarang itu kalau tidak salah L--
"LDR Ma",ujar Faris membenarkan ucapan sang Mama.
"Nah...ya itu LDR an",kekeh Arita.
"Kaira pindah kuliah disini Ma",ujar Faris.
"Ha...?,benar begitu Kaira?",tanya Arita.
"I-iya Ma...",jawab Kaira.
"Wah bagus itu... capek loh sayang menjalin hubungan jarak jauh",ujar Arita.
Tring
Pak Kalen is calling...
Kaira dan Arita menoleh pada Faris yang menantap layar ponselnya.
"Iya Kak....",ujar Faris langsung mengangkat panggilan teleponnya.
"Faris... bagaimana dengan anaknya Anto?,apakah sudah kamu bereskan?",tanya Kalen
"Sebentar Kak..."
"Ma...Kai,aku terima telepon dari Pak Kalen dulu sebentar.Kalian lanjutkan saja dulu makannya",ujar Faris lalu beranjak dari duduknya menjauhi keduanya.
"Iya ..Mas",jawab Kaira tersenyum tipis.
"Sudah Kak,saya menunjuk satu orang kita untuk mengawasinya",jawab Faris saat sudah berada sedikit jauh dari Kaira dan Mamanya.
"Baguslah... mengenai pembatalan kontrak dengan perusahaan milik Anto segera kamu selesaikan",ujar Kalen.
"Baiklah Pak...",jawab Faris.
"Oke...hanya itu saja,saya tutup dulu ",ujar Kalen.
"Ya Pak..."
Tut.
Dari jauh dari jauh Faris tersenyum tipis melihat kedekatan Kaira dengan Mamanya.Ia pikir akan susah mendekatkan keduanya karena Kaira tipe cewek yang susah untuk akrab dengan orang baru.
__ADS_1
Pria itu ikut tersenyum saat melihat tawa lepas sang kekasih.Entah apa yang mereka bicarakan hingga gadis itu tertawa begitu lepasnya.
Faris tidak mau menggangu kebersamaan kedua memilih untuk turun ke lantai bawah mengecek laporan pendapatan restoran.Ia mengirim pesan pada sang kekasih agar tak mencari keberadaan.
******Mas ke ruang kerja ya,kamu dan Mama lanjut saja makan dan ngobrolnya biar makin akrab sama calon mertua******.
Hanya centang dua, kekasihnya itu belum menyadari pesan masuk di ponselnya.Tapi biarlah dia ingin Kaira makin dekat dengan Mamanya.
Faris memeriksa laporan keuangan restorannya sebelum ikut membantu yang lainnya melayani para pelanggan.Ia tidak akan mau berpangku tangan melihat karyawannya kewalahan.Apalagi tiap weekend restorannya selalu ramai.
Faris yang masih fokus pada pekerjaaannya tak menyadari jika ponselnya menandakan pesan masuk.Namun beberapa menit kemudian ia menyelesaikan semua pekerjaan dan meraih ponselnya.Pria itu membuka pesan yang di kirim setengah jam yang lalu oleh sang kekasih.
Cinta
[Iya Mas...aku sama Mama kamu bantu karyawan untuk melayani pelanggan ya.Ini ramai banget]
Faris berdiri dari duduknya dan mengantongi ponselnya ke saku celana lalu keluar dari ruangannya.Pria itu mencari keberadaan sang kekasih,saking ramainya ia tak bisa melihat keberadaan sang kekasih.
Prang
Faris menoleh pada sebuah meja yanh letaknya agak terpencil di mana tampak terjadi keributan kecil.Pria itu langsung bergegas menghampiri saat melihat seorang gadis memakai celemek yang tangannya dicekal pelanggan.
"Ada apa ini?",tanya Faris.
Gadis itu menoleh membuat Faris terkejut dan langsung melepaskan cekalan pria itu pada tangan sang gadis.
"Kamu tidak apa apa kan?",tanya Faris menatap pergelangan tangan sang gadis yang tampak memerah.
"Sakit...",jawab sang gadis.
"Kau....",tunjuk Faris pada pelanggan yang tampak tersenyum miring pada gadis itu.
"Apa?,dianya saja sok suci,minta nomor ponsel saja tidak mau memberikan.Padahal dia tak lebih dari seorang--
Bugh bugh bugh
Pria itu langsung mendapat bogeman dari Faris.Beruntung meja makan mereka jauh dari keramaian hingga tak mengundang perhatian pelanggan lainnya.
"Pergi dari sini dan jangan pernah lagi datang ke restoran ini",desis Faris dengan emosi yang memuncak.
"I-iya....",jawab pria yang sudah mengalami memar di wajahnya akibat bogeman Faris.
"Pergi kau dari sini",ujar Faris menatap nyalang pria itu.
Pria itu segera pergi bersama rekannya yang juga tampak ketakutan.
"Are you oke?",ujar Faris membawa sang gadis kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Iya Mas...aku hanya sedikit shock saja",jawab sang gadis saat Faris mengurai pelukannya.
"Kamu duduk diruanganku saja,tak perlu membantu",ujar Faris.
"Tapi Mas--
"Sayang...Mas gak mau hal ini terjadi lagi sama kamu.Lihat pergelangan tangan kamu memar Kaira",ujar Faris pada gadis itu yang tak lain adalah Kaira.
"Ayo...ikut Mas,kita obati dulu memar ditangan kamu", sambung Faris menarik lembut pergelangan tangan Kaira menuju ruangannya.
Kaira hanya diam mengikuti langkah Faris yang membawanya menuju ruangannya.
"Ris... kamu mau kemana?",tanya Arita saat Faris akan memasuki ruangannya dengan Kaira.
"Mengobati memar ditangan Kaira Ma",jawab Faris memperlihatkan memar dipergelangan tangan sang kekasih.
"Apa yang terjadi?",tanya Arita yang sedari tadis sibuk didapur membantu koki membuat masakan.
"Ceritanya panjang Ma,aku obati memar ditangan Kaira dulu",jawab Faris.
"Ya..."
Faris mendudukan Kaira dikursi kerjanya lalu mengambil kotak PPPK dilemari kecil.Beruntung pria itu menyediakan salaf untuk memar di kotak itu berjaga jaga jika karyawan atau karyawatinya mengalami memar saat melakukan pekerjaan.Pria itu mengolesi salaf itu pada pergelangan tangan sang kekasih.
Hal itu membuat Kaira begitu tersentuh dengan perlakuan Faris padanya.Ia bisa melihat kemarahan dan kekuawatiran pada raut wajah sang kekasih.
Selesai...",ujar Faris memasukkan kembali salaf itu kedalam kotak dan menutupnya.
"Terimakasih Mas",ujar Kaira tersenyum tipis.
"Tetap disini,jangan kemana-mana,oke",jawab Faris mengusap lembut pipi Kaira lalu melabuhkan sebuah kecupan di kening gadis itu.
Kaira membeku dengan apa yang baru saja Faris lakukan.Wajahnya memerah dan jantung yang berdebar kencang.
Sedangkan pria itu terlihat santai seperti tak terjadi apa apa dan berlalu pergi meninggalkannya diruangan itu.
Kaira menyentuh keningnya yang baru saja di kecup Faris,bahkan sentuhan bibir pria itu masih terasa di keningnya.
"Ya Tuhan... jantungku",gumam Kaira memegangi dada sebelah kirinya yang berdebar kencang.
Kaira dibuat melongo lagi saat melihat figura foto berada diatasnya meja kerja Faris.Itu adalah foto dirinya, entah kapan pria itu mengambilnya.
Kaira tersenyum tipis melihat foto dirinya yang sedang tersenyum itu.Ia yakin Faris mencuri kesempatan untuk mengambil fotonya.
"Ck... kenapa dengan hal sekecil ini aku sudah bahagia", batin Kaira
...****************...
__ADS_1