Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Di tampar


__ADS_3

"Ada apa ini?", seorang penjaga toko menghampiri mereka.


"Gak ada apa apa kok Kak",jawab Dea menatap sengit dua wanita didepannya.


"Mohon jangan buat keributan disini ya",ujar petugas toko dengan ramah.


"Ya...",ketus dua wanita itu.


"Bagaimana Kak?",tanya Kaira keluar dari ruang ganti memakai gaun yang ia kenakan.


Dea menoleh ke pada adik iparnya itu."Bagus... sangat pas ditubuh kamu",puji Dea tersenyum kaku.


"Kak Tiara...",gumam Kaira.


"Hai...Kaira belanja juga?",tanya Tiara sok akrab.


"Hehe...i-iya Kak,Kakak belanja juga?",tanya Kaira balik.


"Ya...mau ikut gak?",tawar Tiara.


"Gak deh Kak,kita cuma beli ini aja dan setelah langsung pulang",jawab Kaira dengan tersenyum canggung.


"Oh..."


"Eh...Kak Dea mau beli gaun juga gak?",tanya Kaira pada Kakak iparnya.


"Gak Ra...Gaun Kakak masih banyak yang belum terpakai dirumah",jawab Dea.


"Ya sudah aku ganti dulu ya,setelah itu bayar",ujar Kaira.


"Ya...",jawab Dea.


Dea risih ditatap intens oleh dua wanita dihadapannya.

__ADS_1


"Eh...Lo pelet Kalen pakai apa,hum?",sinis Tiara.


Dea hanya diam tak menjawab pertanyaan wanita itu.Ia tak ingin lagi kepancing oleh wanita itu.


"Eh...Lo dengar gak sih,atau budek?",maki Tiara.


"Apa sih...tanya sama orangnya kenapa dia cinta sama aku",jawab Dea.


"Cih... sombong.Awas saja ya aku akan rebut Kalen dari kamu",ujar Tiara tersenyum smirk.


"Miris ya... cantik tapi sukanya suami orang,apa gak la--


Plak


"Jaga mulut kamu,aku dari dulu mencintai Kalen tapi kamu merebutnya dariku", teriak Tiara.


Dea mengusap pipinya yang memanas karena tamparan dari Tiara.


"Kak Dea...",Kaira yang baru keluar dari kamar ganti mendekati Kakak iparnya itu.


"Kak Tiara apa yang Kakak lakukan pada Kak Dea?",ujar Kaira.


"Itu pantas ia dapatkan karena telah lancang mengataiku",jawab Tiara pongah.


"Kakak tau apa yang akan Kak Kalen lakukan pada Kakak jika ia melihat ini",tunjuk Kaira pada bekas merah dipipi Dea.


"Cuma lecet sedikit saja",jawab Tiara enteng.


"Apakah Kakak tau jika tindakan Kakak ini adalah termasuk kriminal yaitu penganiayaan",ujar Kaira.


Deg


Tiara membeku ia lupa jika dinegara ini HAM begitu dilindungi.

__ADS_1


"Maafkan--


"Ayo Ra...",ujar Dea manarik pergelangan tangan adik iparnya itu.


"Tapi Kak--


Dea terus melangkah,hatinya kesal tapi membalaskan pun percuma karena tak ada manfaatnya.Toh Kalen sudah menjadi miliknya sekarang.


Setelah membayar pakaian milik Kaira,Dea mengajak Kaira untuk pulang.Pipinya masih terasa kebas akibat tamparan yang cukup keras dari Tiara.Bukan Dea memilih diam tapi ia akan membalasnya dengan cara cantik yaitu melalui suaminya,Kalen.Bukan maksud mengadu,dia tak akan mengadu biarlah suaminya yang melihat bekas pipinya nantinya.


Sepanjang perjalanan pulang Dea lebih banyak diam.Hanya menjawab singkat ucapan iparnya.


Sesampainya dirumah Dea langsung masuk kedalam rumah dengan mata yang berkaca-kaca karena rasa sakit dipipinya.


Marisa yang melihat sang menantu pulang dalam keadaan kacau menghentikan Kaira yang berjalan dibelakang Dea.


"Ra...apa yang terjadi?",tanya Marisa.


"Kak Dea ditampar Kak Tiara tadi di Mall,Ma",jawab Kaira.


"Apa?", teriak Kalen yang baru saja datang dari arah belakang.


"Kak--


"Dimana Dea sekarang,Ra?",tanya Kalen yang tampak menahannya emosinya.


"Kamar...",jawab Kaira sedikit takut melihat raut wajah Kakaknya yang tampak menahan amarahnya.


Kalen langsung berlari menuju kamarnya menghampiri sang istri.


"Sa-yang..."


"K-Kak..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2