
Kaira memegang mendengar ucapan Faris.Apa maksudnya pria itu mengatakan hal itu.Pria itu begitu mampu memporak-porandakan hatinya.
Kaira hanya diam saja yang menjawab ucapan Faris.Iya tak tau harus menjawab apa saat ini karena tiba tiba saja lidahnya terasa kelu.
Tak lama mobil Faris sampai dikediaman Kalen.Pria itu turun lalu membukakan pintu mobil untuk Kaira.
"Terimakasih Mas",ujar Kaira.
"Ya... istirahatlah.Jangan bergadang",jawab Faris.
"Ya...kamu hati hati Mas",ujar Kaira.
"Iya.. masuklah!",jawab Faris.
Kaira melangkah masuk kedalam rumah milik Kakaknya dengan langkah pelan.
Setelah Kaira hilang dibalik pintu rumah barulah pria itu kembali masuk kedalam mobil.Ia melajuka mobilnya menuju apartemennya.
Entah kenapa kejadian di kafe tadi membuatnya kembali mengeraskan rahangnya.Pria itu meremas stir mobilnya dan mengumpat pelan."Shitt....", umpat pria itu berusaha mengatur emosinya.
Ia akui Kiara begitu cantik dan menggemaskan.Siapa saja yang melihatnya pasti akan jatuh hati.Hal itu juga yang ia rasakan saat ini pada gadis itu.Ia memang sudah mengikat Kaira tapi ia juga merasa takut jika tiba-tiba saja gadisnya itu berpindah hati pada pria lain.
Faris memarkirkan mobilnya di basement apartemen lalu memasuki lift dengan langkah tegapnya.
"Faris..."
Pria itu menghentikan langkahnya dengan kedua tangan terkepal erat.Ia tau siapa yang memanggilnya.
"Sudah aku katakan,jangan lagi datang kehadapanku",ujar Faris tanpa menoleh pada orang itu.
"Ris...aku kurang apa sih?.Aku tau kamu masih mencintaiku,dan gadis itu hanyalah pelarian saja.Iya kan?",jawab orang itu.
Faris membalikkan badannya dan tersenyum miring."Sekali lagi kau muncul dihadapanku jangan salahkan aku pastikan kau menyesali semuanya",ujar Faris dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.
"Ris...aku menyesal,aku minta maaf.Aku ingin kita sama sama lagi",lirih orang itu.
"Tapi aku tidak",jawab Faris.
"Ris--
"Pergilah,dan jangan lagi datang menemuiku",ujar Faris melangkah pergi.
"Arghhh...", pekik orang itu frustasi.
***
"Ra....", teriak Dea sembari mengedor pintu kamar gadis itu.
"Ya...",jawab Kaira dengan suara serak khas bangun tidur lalu melangkah turun dari ranjang membuka pintu kamarnya.
Ceklek
"Ya ampun Ra,kamu baru bangun,gak sholat?",tanya Dea menggeleng pelan melihat kelakuan adik iparnya itu.
"Aku lagi dapet Kak",jawab Kaira dengan muka bantalnya.
"Kamu ditunggu Kakak kamu tuh dibawah.Kamu gak ke kantor?",tanya Dea.
"Tidak...kata Mas Faris Kak Kalen hari mulai ngantor kan?",jawab Kaira.
__ADS_1
"Iya...tapi kamu harus tetap ke kantor Ra",ujar Dea.
"Ya deh...aku mandi dulu",jawab Kaira.
"Ya...jangan lama lama", ujar Dea.
"Hmmmm"
Dea turun kembali ke lantai dasar dimana sang suami sudah menunggu.
"Kairanya mana sayang?",tanya Kalen yang sedang menyuapi sang putri makan.
"Baru bangun dianya By",jawab Dea mengambilkan sarapan untuk sang suami.
"Anak itu benar-benar", geleng Kalen.
"Dia kira gak lagi ngantor karena kamu sudah mulai ke kantor lagi By",jawab Dea.
"Faris kayaknya datang tuh By", sambung Dea saat mendengar suara mesin mobil di depan rumah.
"Si Kaira masih belum siap",ujar Kalen.
"Selamat pagi Pak",ujar Faris.
"Pagi Faris.Ayo sarapan dulu",jawab Kalen.
"Saya sudah selesai sarapan Pak.Kalau begitu saya tunggu di depan Pak",ujar Faris.
"Ya...oh ya Faris,kamu bareng Kaira saja.Saya akan menyetir sendiri hari ini",jawab Kalen.
"Ya Pak...",jawab Faris melangkah ke ruang tamu.
"Baik Nyonya..",jawab pelayan patuh.
Tak lama Kaira turun dengan wajah yang ditekuk.Tamu bulanannya baru saja datang dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.
"Kak bareng ya",ujar Kaira duduk disebelah keponakannya yang sedang bermain dengan mainannya.
"Kamu bareng Faris,tuh dia sudah menunggu didepan",jawab Kalen.
"Ya sudah... aku pergi dulu Kak",ujar Kaira.
"Sarapan dulu Ra",jawab Dea.
"Nanti di kantor aja Kak, perut aku lagi gak nyaman",ujar Kaira.
"Rania sayang, Aunty pergi dulu ya",ujar Kaira mengecup pipi cubby Rania.
"Da da da Ty",ujar batita itu melambaikan tangan mungilnya pada Kaira.
"Dah sayang",jawab Kaira.
Kaira melangkah menuju ruang tamu dimana Faris menunggunya.
"Mas...ayo!",ujar Kaira.
Faris mengangkat kepalanya menatap sang tunangan yang entah kenapa pagi terlihat berbeda.Pria itu tersenyum tipis lalu berdiri dari duduknya dan menyimpan ponselnya kedalam saku celana.
"Ayo...",jawab Faris berjalan lebih dahulu keluar dari rumah lalu membukakan pintu mobil untuk Kaira.
__ADS_1
Setelah memastikan Kaira duduk dengan nyaman pria itu masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.
"Kamu sudah sarapan?",tanya Faris saat menyalakan mobilnya.
"Belum Mas,nanti di kantor aja",jawab Kaira.
"Kenapa?",tanya Faris.
"Lagi malas aja sarapan dirumah",jawab Kaira beralibi.
"Oh..."
"Mau sarapan dulu?",tanya Faris.
"Tidak Mas,nanti di kantor saja",jawab Kaira.
"Yakin?",tanya Faris.
"Iya Mas...",jawab Kaira tersenyum tipis.
Tak lama mobil mereka sampai di kantor, keduanya turun dan memasuki lobi dengan langkah beriringan.
"Mbak Kaira,ini adalah kiriman untuk Mbak Kaira",ujar resepsionis saat kedua akan memasuki lift.
"Dari siapa Kak?", tanya Kaira menatap buket bunga yang diberikan resepsionis itu tanpa berniat mengambil.
"Tadi ada seorang pria ke sini,tuh ada kartu ucapaannya Mbak",jawab resepsionis itu.
Kaira mengerutkan keningnya lalu mengambil kartu ucapan itu.
Bunga ini memang indah tapi tak seindah kamu yang memporak porandakan hatiku.Selamat bekerja Kaira,semoga harimu menyenangkan.
for
Dokter Hadi.
Faris yang berdiri dibelakang Kaira mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengetat.
"Bunganya untuk kamu saja Kak",ujar Kaira memasukkan kartu ucapan itu kedalam tong sampah.
Bukan maksudnya tak menghargai pemberian dari pria itu,tapi dia tak ingin memberi harapan palsu pada pria itu dan juga ia ingin menjaga perasaan seseorang.
"Tapi Mbak--
"Ambil saja",ujar Kaira melangkah memasuki lift diikuti Faris.
"Mas apa yang kamu lakukan?", pekik Kaira saat Faris merengkuh pinggang Kaira.
"Apakah aku harus menikahimu segera agar pria itu tak lagi menganggumu",ujar Faris menatap intens Kaira dengan jarak begitu dekat.
Deg
"Mas...a-aku tak menggubrisnya kan",jawab Kaira gugup ditatap seintens itu oleh Faris.
"Tapi dia begitu nekad Kai",ujar Faris mengendurkan pelukannya dipinggang tangannya.
"Mas...kamu kenapa seperti i-ini?",tanya Kaira melihat raut ketakutan di mata pria itu.
"Aku--
__ADS_1
...****************...