
Kaira segera keluar dari lift saat pintu itu terbuka meninggalkan Faris yang terkekeh melihat tingkah Faris itu.
Hal itu tak luput dari tatapan sepasang mata yang melihat kejadian itu.Orang itu tampak mematung melihat Faris yang tak biasanya tersenyum apalagi melihat Kaira yang merupakan adik dari pemilik perusahaan juga keluar dari lift yang sama.
Faris memasuki ruangannya karena tak ingin lagi mengganggu sang kekasih.Pekerjaannya sangat banyak dan harus ia selesaikan sebelum jam 5.
Tok tok tok
"Masuk!",ujar Faris saat pintu ruangannya diketuk dari luar.
Ceklek
Seorang wanita dengan membawa beberapa berkas memasuki ruangan itu.Dengan langkah yang begitu bangun wanita itu melangkah berjalan menuju meja kerja Faris.
"Maaf Pak,ini ada berkas yang harus di tandatangani oleh Pak CEO",ujar wanita itu degan suara lembut.
"Hmmm...letakkan saja diatas meja!", jawab Faris yang tetap fokus pada layar komputernya tanpa menoleh pada wanita itu.
"Pak...emh-- mau saya buatkan kopi?", tanya wanita itu.
Faris menoleh membuta wanita itu senang karena itu tujuannya mencari perhatian Faris."Kau Office girls baru?",tanya Faris design tatapan dinginnya.
"Oh....bu-bukan Pak,saya hanya menawarkan siapa tau--
"Keluarlah!",ujar Faris tegas membuat wanita itu tersentak kaget.Dia berharap akan melihat senyuman Faris yang ia lihat tadi tapi pria itu malah mengusirnya.
Wanita itu langsug balik badan dan keluar dari ruangan itu bersamaan dengan Kaira yang juga akan memasuki ruangan pria itu.
Wanita itu menatap sinis pada Kaira tanpa gadis itupun sadari.
"Mas...ini filenya ya!",ujar Kaira.
"Ya... pekerjaanmu masih banyak?",tanya Faris menatap gadis itu.
"Tak terlalu, perlu bantuan?",jawab Kaira.
"Tidak... selesaikan saja pekerjaanmu karena jam 4 sore kita akan berangkat agar pulang kesini tidak kemalaman nantinya",ujar Faris.
"Baiklah...aku ke ruanganku dulu ya Mas",jawab Kaira.
"Iya sayang...",jawab Faris membuat Kaira melongo dan langsung menoleh kebelakang karena pintu ruangan itu terbuka takutnya ada yang mendengar ucapan Faris barusan.
__ADS_1
"Hahaha... tidak ada orang kok.Kamu kenapa ketakutan seperti itu", gelak Faris.
"Ish...kamu sengaja banget deh Mas menggoda aku,ini kantor Mas", kesal Kaira yang terlihat lucu bagi Faris.
"Lalu jika diluar kantor boleh dong manggil sayang,hm?",tanya Faris tersenyum menggoda gadis itu.
"Tau ah...",ketus Kaira melangkah meninggalkan ruangan itu meninggalkan Faris yang terkekeh pelan melihat kepergian sang kekasih.
Di balik pot bunga seseorang mendengarkan percakapan keduanya dan tampak terkejut.
"Jadi mereka ada hubungan", batin wanita itu mengehela nafas panjang.
***
Hoek Hoek Hoek
Mika mengeluarkan isi perutnya untuk yang kesekian kalinya.Tubuhnya tampak lemas dan wajahnya terlihat begitu pucat.
Kaisan memijat tengkuk sang istri dengan pelan untuk meredakan rasa mual yang dialami Mika.
"Kita ke rumah sakit ya, sekalian USG",ujar Kaisan lembut lalu membantu sang istri untuk mencuci mulut Mika tanpa rasa jijik.Setelahnya menggendong tubuh sang istri ala bridal style keluar dari kamar mandi.
"Aku ambilkan baju ganti kamu dulu ya",ujar Kaisan setelah mendudukkan sang istri di tempat tidur lalu masuk kedalam walk in closet untuk mengambil baju ganti untuk sang istri.
"Ka-kamu mau apa Mas", pekik Mika.
"Bantu aku ganti bajulah, apa lagi hm?",jawab Kaisan tanpa merasa bersalah.
"Ku bisa sendiri?",ujar Mika.
"Yakin?,katanya lemas",jawab Kaisan.
"Iya... bisa kok.Kamu keluar dulu sana",ujar Mika mendorong tubuh Kaisan.
"Kenapa?,aku sudah biasa melihatnya bahkan sudah menikmatinya",jawab Kaisan dengan begitu vulgarnya membuat Mika kesal setengah mati.
"Ish... mesum", ketus Mika.
"Hahahaha...ayo buruan ganti baju sayang,aku sudah bikin janji sama dokter Ria.Takutnya lama menunggu",ujar Kaisan.
"Kamu kok bikin janji sama dokter perempuan sih Mas,kamu jangan jangan ada--
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih hm?, dokter Ria itu sudah menikah sayang.Kok kamu makin cemberu begini",ujar Kaisan.
"Kenapa?,gak suka?", ketus Mika yang kesal saja dengan sang suami.
"Dengar sayang,aku sengaja bikin janji dengan Dokter perempuan itu karena aku tidak rela kamu dipegang pegang sama dokter laki laki",ujar Kaisan.
"Ada saja jawabannya", sungut Mika yang membuat Kaisan terkekeh melihat wajah cemberut sang istri karena cemburunya.
"Ayo sayang, biar cepat.Kaira mau kesini loh jemput dokumenya.Nanti dia kelamaan nunggu kita",ujar Kaisan.
"Iya Mas...kamu keluar dulu sana",jawab Mika.
"Baiklah...kalau perlu bantuan panggil aku saja ya",ujar Kaisan.
"Iya...",jawab Mika.
Mika segera mengganti pakaiannya,namun rasa mual kembali datang.Wanita itu berusaha menahannya.Kamarin saat dokter Ria memeriksa keadaannya ia belum merasakan apapun.
Kemarin Mika tiba tiba pingsan di kamar mandi saat Kaisan sedang berada dirumah sakit.Pria itu langsung pulang saat pelayan mengatakan jika sang istri pingsan.
Setibanya di rumah ternyata sang istri sudah sadar tapi terlihat lemas dan pucat.Wanita itu menunjukkan hasil testpeck yang ia gunakan yang menyatakan dirinya hamil.
Kaisan ingin membawa sang istri dibawah kerumah sakit.Namun wanita itu menolak mengatakan dirinya tak apa apa.Dan Kaisan meminta sang rekan seprofesinya untuk datang kerumah untuk memastikan keadaan istri dan calon anaknya.
Tapi pagi pagi wanita itu mengalami mual hebat hingga membuat wanita itu lemas.Mika tetap menolak kerumah sakit karena ia tak suka akan aroma rumah sakit.
Alhasil dengan bujukan dari sang suami dia mau tak mau harus memeriksakan dirinya.
"Sudah sayang?", teriak Kaisan dari luar kamar.
"Sudah Mas...",sahut Mika.
Kaisan kembali masuk kedalam kamar lalu menggendong tubuh sang istri dengan pelan.
***
"Sayang sudah selesai?",tanya Faris memasuki ruangan sang kekasih.
"Sudah Mas",jawab Kaira dengan jantung yang berdebar saat pria itu memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Ayo...",ujar Faris.
__ADS_1
...****************...