
Dea melangkahkan kakinya menuju kamar mandi setelah terbangun dari tidurnya akibat aktivitas ranjangnya dengan sang suami.Meninggalkan Kalen yang masih lelap dalam tidurnya wanita itu memasuki kamar mandi lalu menutupnya.Menyalakan shower lalu memulai ritual mandi wajibnya.
Dea melupakan sesuatu yaitu mengunci pintu kamar mandi.Sehingga kini Kalen telah memasuki kamar mandi dan menatap wanita kecilnya itu yang sedang fokus mengolesi sabun pada seluruh tubuhnya.
Kalen menatap sang istri dengan penuh cinta,lalu melangkah menuju sang istri mengusap punggung Dea yang telah dipenuhi oleh busa sabun.
Dea tersentak saat seseorang mengusap punggungnya dan segera menoleh.
"Kak...kamu--
"Kenapa, hum?",ujar Kalen mengusap punggung Dea dengan perlahan.
Dea berusaha mengehentikan gerakan tangan Kalen pada punggungnya namun Pria itu malah mendorongnya ke dinding dan menyalakan kembali shower yang tadinya dimatikan oleh Dea.Tubuh keduanya sudah basah dan busa sabun yang menutupi sebagian tubuh Dea kini sudah bersih.
"Kak....ah...
"Sengaja menggodaku dengan tidak mengunci pintu kamar mandi,hum?",ujar Kalen dengan tangannya sudah mendominasi di tubuh polos Dea.
Akhirnya mereka kembali melanjutkan ibadah halaman mereka di kamar mandi.Kalen benar benar membuktikan ucapannya untuk tidak mengizinkan Dea memakai apapun selama bulan madu mereka.
Kalen menggendong Dea ala bridal style keluar dari kamar mandi.Dengan hati hati Kalen menurunkan Dea di kursi meja rias.Dengan telaten pria itu membantu mengeringkan rambut Dea menggunakan handuk.
"Aku bisa sendiri Kak",ujar Dea mengehentikan gerakan tangan Kalen.
__ADS_1
"Diamlah dan nikmati saja pelayanan dariku",ujar Kalen.
Dea tersenyum melihat sang suami dari pantulan cermin meja rias.Pria yang diawal pernikahan begitu sangat menjaga jarak dengannya kini berubah menjadi seorang pria yang begitu memanjakan dirinya.
Kruk
Dea tersenyum cengir saat perutnya berbunyi nyaring.
"Mau makan disini atau dibawah?",tanya Kalen.
"Dibawah saja Kak, sebentar lagi sunset",jawab Dea.
"Baiklah... bersiaplah,gaun untukmu ada di lemari",ujar Kalen meninggalkan Dea setelah selesai mengeringkan rambut wanitanya itu.
"Kak... ayo...!",ujar Dea setelah selesai dengan riasannya.
"Dera...kamu--
"Bagaimana?",tanya Dea.
"Ada gaun yang lebih tertutup tidak?",tanya Kalen yang tak rela bagian tubuh sang istri terekspos apalagi Dea memiliki leher jenjang yang sangat indah.
"Ada sih Kak tapi aku--
__ADS_1
"Ganti atau kamu akan aku buat tak lagi memakai apapun",ujar Kalen.
Dea menelan salivanya kasar lalu kembali mengganti gaunnya dengan yang lebih tertutup.
"Itu baru cantik sayang...",ujar Kalen saat Dea memadu padankan gaunnya tadi dengan auter.
Keduanya meninggalkan kamar untuk mengisi perut mereka yang telah kelaparan.Kalen memilih sebuah kafe yang terletak di dekat bibir pantai hingga bisa nantinya menikmati sunset sesuai keinginan istri kecilnya.
"Selamat malam,maaf boleh saya berkenalan dengan adiknya Mas",ujar seorang pria cukup tampan menghampiri Kalen dan Dea.
Kalen menatap tajam pria itu dan menggeram kesal karena pria itu berpikir jika Dea adalah adiknya.
Dea menelan salivanya melihat kilatan api cemburu dimata sang suami.
"Dia... istriku,paham",ujar Kalen.
Gluk
Pria itu menekan salivanya karena ia salah sasaran dengan berusaha berkenalan dengan istri orang.
...****************...
Ehemm... rasain kamu Kalen ternyata Dea banyak yang ngincar..
__ADS_1