Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Rumah baru


__ADS_3

"Pa...katakan!",ujar Rendra penuh penekanan.


"Rendra...ini semua demi keamanan Dea",jawab Tuan Wiliam.


"Kemanan apa maksud Papa?",tanya Rendra menyipitkan matanya.


"Bukankah kamu tau Deri dan Dion itu bersaudara.Aku sengaja membuat drama ini karena aku tau Kalen akan menolak semua yang Papa tetapkan dan membawa Dea menjauh dari keluarga kita untuk sementara dan keluarga Dion pastinya.Deri tau jika Dea anak Dion dan pria itu menyusun rencana untuk menculik Dea",jawab Tuan Wiliam.


"Brengsek...",umpat Rendra.


"Biarlah Kalen membenciku sekarang yang penting Dea jauh dari mereka yang mengincarnya",ujar Tuan Wiliam sendu karena ia jauh lebih sedih karena cucu dan cucu menantunya pergi dari rumah.


"Pa...harusnya Papa membicarakan ini padaku,kita cari solusinya bersama sama bukan seperti ini.Kalen pasti begitu membenci Papa saat ini.Bahkan ibunya saat ini seperti mayat hidup tanpa semangat sedikitpun karena putranya pergi meninggalkan rumah ini,Pa",jawab Rendra.


"Ini jauh lebih baik Rendra,Dea aman bersama Kalen",ujar Tuan Wiliam.


"Tapi kita tidak tau kemana tujuan Kalen Pa,dia tak memiliki pekerjaan dan dia tinggal dimana?. Apalagi Dea hamil muda Pa",jawab Rendra mengusap kasar wajahnya.


"Anakmu memiliki tabungan Rendra, depositnya tak akan membuatnya miskin bahkan mampu membeli rumah mewah serta membuka usaha",ujar Tuan Wiliam.


"Tapi Pa...gimana kita memantau mereka,aku tak mencemaskan Kalen Pa,tapi Dea.Dia mengandung keturunan Atmaja saat ini.Bahkan kandungannya sangat rentan saat ini",jawab Rendra.


"Aku percaya cucuku bisa melindungi cucu menantuku Rendra",ujar Tuan Wiliam.


"Huffhhh...minta anak buah Papa untuk melacak keberadaan Kalen.Marisa tak tenang sebelum memastikan anak dan menantunya baik baik saja",tutur Rendra meninggalkan ruangan kerja Papanya.


Sementara itu dikamarnya Marisa tampak duduk termenung menatap foto pernikahan Kalen dan Dea yang ia pajang di kamarnya.Mata wanita paruh baya itu tampak sembab dan bengkak karena kelamaan menangis.


"Ma...ayo makan dulu",ujar Rendra membawakan makanan untuk Marissa.

__ADS_1


"Mama gak lapar,Pa",jawab Marisa datar dengan air mata kembali mengalir di pipinya.


Rendra meletakkan nampan berisi makanan itu diatas nakas lalu menghampiri sang istri yang diduduk menatap foto anak dan menantunya.


"Mama belum memakan apapun dari tadi siang loh",ujar Rendra membujuk sang istri.


"Gimana Mama bisa makan dengan enak Pa, sementara anak anak kita tak tau apa mereka sudah makan atau belum Pa.Dimana mereka tinggal dan bagaimana keadaan putriku Dea,Pa.Putriku mengandung penerus keluarga kita,cucu kita Pa.Kini--


"Sssttt...Papa tau apa yang Mama rasakan.Mama begitu menyayangi Dea seperti Mama menyanyangi Kaira. Doakan mereka Ma",lirih Rendra membawa sang istri kedalam pelukannya.


"Pa--


"Sudah sayang...Papa janji besok kita lacak keberadaan mereka",ujar Rendra.


"Kenapa tidak sekarang saja Pa",jawab Marisa melerai pelukannya.


"Baiklah...Papa akan meminta tolong pada Alfan untuk melacak keberadaan mereka",ujar Rendra mengeluarkan ponselnya.


"Ayo turun sayang...",ujar Kalen saat mobil mereka sampai disebuah rumah yang begitu sangat indah dan mewah.


"Ini rumah siapa Kak?",tanya Dea ikut turun dari mobil menatap bangunan itu dengan mata penuh kagum.


"Rumah kita sayang",jawab Kalen memeluk sang istri dari samping.


"Kamu--


"Rumah ini untukmu sayang", bisik Kalen lalu mengecup pipi Dea dengan lembut.


"Kak...kamu membeli rumah ini lalu kamu berangkat kerjanya gimana Kak.Ini sangat jauh dari rumah sakit Kak",ujar Dea yang belum tau jika Kalen tak lagi bekerja d rumah sakit.

__ADS_1


"Nanti kita bicarakan sayang,ayo masuk dulu",jawab Kalen.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya muda",ujar seseorang menghampiri mereka.


"Ya...tolong barang barang kita diangkat ya Pak",jawab Kalen menunjuk barang bawaannya di mobil pada salah satu pelayan yang telah ia siapkan di rumah itu.


"Baik Tuan..."


"Ayo kita masuk dan lihat kamar kita",ujar Kalen.


"Ya Kak....",jawab Dea mengikuti langkah Kalen yang menggenggam tangannya erat.


Kalen membawa Dea memasuki rumah mewah mereka yang jauh lebih mewah dari ruang milik kedua orangtuanya.


Dea berdecak kagum melihat desaign bangunan itu."Kak... sungguh ini rumah kita?", tanya Dea.


"Kamu gak percaya,lihat itu!",jawab Kalen menunjuk foto pernikahan mereka yang dipajang di dinding ruang utama rumah itu.


"Kak...kapan kamu membeli rumah ini?",tanya Dea.


"Sudah lama sih sayang jauh sebelum kita bertemu.Tapi kini kamulah ratu dirumah ini.Mereka siap melayani kamu",ujar Kalen menunjuk pelayan yang berbaris rapi.


Dea mengangguk pelan pada pelayan yang mengangguk hormat pada Dea.


"Ayo kita lihat kamar kita",ujar Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea.


...****************...

__ADS_1


ini rumah mewah mereka ya



__ADS_2