Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Permohonan Sandra


__ADS_3

"Kakak kenapa?",tanya Dea.


"Apa maksudnya kamu sudah kamu duga?",jawab Kalen.


"Ya aku sudah menduganya jika kamu akan menolaknya Kak",ujar Dea.


"Ya baby... menjadi seorang dokter adalah impianku sejak kecil dan kamu tau itu.Tapi untuk saat ini prioritasku adalah kamu dan calon anak kita.Jadi--


"Jadi apa Kak?,jangan jadikan aku dan anak kita alasanmu mengubur semua impianmu.Aku akan mendukung semua keputusanmu tapi tidak dengan impianmu Kak",jawab Dea.


"Aku akan tetap menjadi dokter anak untuk anak kita nantinya baby",ujar Kalen.


"Iya aku tau...tapi bagaimana dengan anak anak lainnya yang kurang mampu tapi membutuhkan uluran tangan ini untuk menolongnya",jawab Dea mengenggam erat tangan Kalen.


"Kamu...kamu tau betul kelemahanku baby",kekeh Kalen.


"Right... aku tau isi hati kamu Kak, perusahaaan bisa dijalankan oleh Faris yang sudah kamu percaya selama ini.Dan disini adalah jati dirimu Kak",jawab Dea.


"Dan aku sudah memutuskan,aku akan membangun rumah sakitku sendiri.Rumah sakit ibu dan anak",jawab Kalen.


"Itu butuh proses yang panjang Kak,gak semudah membalikkan telapak tangan",ujar Dea.


"Kata siapa,hum?.Aku sudah membangun bangunannya sejak setahun terakhir ini sayang.Dan bulan depan bangunan itu selesai karena perusahaanku sendiri yang menanganinya",jawab Kalen.


"Kak... sungguh.kamu penuh kejutan Kak", puji Dea.


"Tidak baby.Aku sudah lama memikirkan ini.Memiliki rumah sakit ini dan anak untuk kalangan menengah kebawah.Dan aku tau ini tak mudah untuk mencari investor.Tapi aku yakin akan ada orang orang yang berhati mulia mau bekerja sama dengan kita nantinya.Baik itu dokter dan tenaga media lainnya ataupun para investor",jawab Kalen.


"Aku yakin Kak.Niat mulia kamu pasti akan ada jalannya",balas Dea.


"Ya... jadi untuk rumah sakit ini biarlah nantinya dikelola oleh Kaisan dan Kaira",ujar Kalen.


"Mereka akan jadi dokter yang hebat nantinya Kak",jawab Dea.

__ADS_1


"Ya...dan kamu juga nantinya",balas Kalen.


"Aku gak yakin kamu mengizinkan aku bekerja Kak",kekeh Dea.


"Boleh,tapi sebagai asisten pribadiku nantinya",jawab Kalen.


"Sepertinya aku salah jurusan Kak jadinya", gelak Dea.


"Hahaha...kamu itu akan jadi dokter untukku dan anak anak kita sayang",jawab Kalen.


"Ya..."


"Kak...aku ingin pulang",ujar Dea.


"Kenapa?,kamu tak betah disini?",tanya Kalen.


"Gak Kak...",jawab Dea.


"Baiklah aku akan menanyakan keadaan terbarumu pada dokter Ria",ujar Kalen.


"Ya..."


"Ya ada apa baby?",tanya Kalen.


"Dokter Sasha,dia dokter kandungan bukan?",ujar Dea.


"Ya... kenapa?",tanya Kalen.


"Dia tak bertugas?",tanya Dea.


"Dia bagian HRD disini,dia bertugas jika ada keadaaan mendesak",jawab Kalen.


"Oh..."

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kamu menanyakannya?",tanya Kalen.


"Aku nyaman dengannya,aku--


"Aku tau maksudmu.Tapi Dokter Sasha tak memiliki izin tugas resmi dirumah sakit ini sebagai dokter kandungan",jawab Kalen.


"Oh..."


***


"Kalen.... Tante mohon pertemukan Tante dengan Dea", mohon Sandra.


"Maaf ...aku gak bisa.Aku belum yakin dengan anda", jawab Kalen.


"Kalen...aku tau aku salah pernah meninggalkan Dea.Tapi itu aku lakukan untuk melindunginya karena Deri berusaha untuk mencelakakannya.Dan--


"Dan anda juga tergiur pada akhirnya dengan warisan yang akan diterima oleh istiriku dan anda juga berencana memanfaatkan Dea menggunakan tanda tangannya untuk mencairkan warisan itu demi kepentingan pribadi anda", tutur Kalen.


"Maaf untuk itu", lirih Sandra.


"Heh...anda seorang ibu tapi ibu yang buruk",ejek Kalen pada ibu mertuanya itu.


"Ya...aku akui itu", lirih Sandra.


"Biarkan Dea untuk saat ini mencoba menerima semuanya.Jangan mencoba mendesaknya itu akan berpengaruh pada tingkat stresnya yang akan membahayakan kandungannya",ujar Kalen.


"Tapi--


"Buktikan jika anda sudah berubah dengan cara yang paling kecil.Dea itu mudah tersentuh",ujar Kalen di angguki oleh Sandra.


"Oh ya jangan mencoba memanipulasiku saat ini.Jika itu terjadi aku akan melupakan jika anda adalah wanita yang pernah melahirkan istriku", sambung Kalen penuh ancaman.


Gluk

__ADS_1


"Ya...",jawab Sandra menelan ludahnya kasar.


...****************...


__ADS_2