
"Kak... terimakasih.Ini perayaan ulang tahun pertama sepanjang usiaku",ujar Dea menghapus sudut matanya yang berair.
"Mulai tahun ini dan seterusnya kita akan merayakan sayang",jawab Kalen memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Kak...aku tak butuh perayaan.Cukup ucapan dari kamu sudah lebih dari apapun bagiku",ujar Dea membelas pelukan sang suami.
"Oh ya...ayo kita makan,karena masih ada kejutan selanjutnya baby tapi kamu dan anak kita harus makan lebih dahulu",ujar Kalen menarik kursi untuk Dea.
"Apa lagi Kak?",tanya Dea.
"Nanti kamu juga tau",jawab Kalen ikut duduk dihadapan sang istri.
Setelah makan Kalen mengajak Dea ke belakang bangunan dan kali ini Dea menatap penuh haru.Karena disana terdapat sebuah hadiah yang telah disiapkan oleh Kalen untuknya.Seekor kuda yang dengan bulu yang begitu cantik.
"Kak ini--
"Aku tau kamu ingin menunggangi kuda dan aku membelikan kuda terbaik ini untukmu.Tapi--
"Tapi apa Kak?",tanya Dea.
"Setelah anak kita lahir barulah kamu bisa menungganginya.Aku gak mau mengambil resiko jika kamu menungganginya saat hamil sayang",jawab Kalen.
"Ya Kak...aku tak menyangka jika kamu memberikan ini untukku.Oh ya dari mana kamu tau jika aku ingin sekali menunggangi kuda Kak",ujar Dea menghampiri kuda itu dan mengelus lembut punggungnya.
"Tak ada yang tak aku ketahui tentangmu baby",jawab Kalen tersenyum tipis.
"Sekali lagi terimakasih Kak",ujar Dea.
__ADS_1
"Hmmmm... tapi ini gak gratis sayang kamu harus membayarnya",jawab Kalen menyentuh lembut surai Dea dan menatap kedua manik mata Dea dengan tatapan penuh damba.
Gluk
Dea menelan salivanya karena ia tau maksud dari ucapan sang suami."K-Kak a-aku--
"Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu my wife", bisik Kalen lalu mengecup pipi Dea dengan lembut.
"Kak--
"Ayo ikut...!",ujar Kalen membawa Dea kembali masuk kedalam Villa dan membawanya ke sebuah kamar.
Dea menatap kamar utama Villa itu yang begitu rapi dan indah.Wanita hamil itu berjalan menuju tempat tidur yang begitu sangat cantik dengan taburan kelopak bunga mawar segar.
"Untukmu...",ujar Kelen mengaitkan sebuah kalung berlian dileher jenjang sang istri lalu mengecup leher itu dengan lembut.
"Kak...apa lagi ini?", tanya Dea menyentuh kalung berlian itu dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi ini sangat berlebihan Kak.Aku--
"Tak ada yang berlebihan jika itu tentang senyuman ini",ujar Kalen menyentuh bibir Dea dengan ibu jarinya.
"Kak...aku bahagia bukan karena ini tapi karena perlakuan manis kamu", jawab Dea mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
Kalen merengkuh pinggang Dea dan memeluknya erat."Aku tau itu",jawab Kalen tersenyum tipis lalu mengecup bibir tipis Dea.
"Kamu cantik baby...",ujar Kalen menatap wajah cantik sang istri.
__ADS_1
"Kak aku--
Kalen mengecup bibir Dea dan m******* dengan cukup kasar dan hal itu membuat nafas Dea makin memburu dan membiarkan Kalen menyentuhnya dengan sesuka hati.Hormon kehamilannya juga mempengaruhinya membuatnya begitu mudah menyerahkan diri pada suaminya itu.
"Kak ah-a-aku--
"Aku menginginkanmu baby ", bisik Kalen merebahkan dengan perlahan tubuh Dea diatas ranjang yang ditaburi kelopak bunga mawar segar itu.
Keduanya menikmati sentuhan panas dari masing-masing mereka dan kamar itu sunyi itu kini menjadi saksi kedua saling berbagi peluh mencapai nirwana.
Kalen berusaha memberikan k******* pada sang istri agar wanitanya itu tak pernah kecewa dengan layanannya.
"Terimakasih baby,kamu sungguh sangat nikmat",ujar Kalen lalu mengusap dengan lembut peluh di kening sang istri dan mendekap erat tubuh Dea.
Dea hanya mengangguk pelan karena tubuhnya terasa begitu lemas setelah di gempur selama satu jam lebih oleh sang suami.
Kalen menyelimuti tubuh mereka dan membawa Dea dalam pelukannya."Apakah perut kamu baik baik saja sayang?", tanya Kalen mengecup lembut kening Dea.
"Ya Kak...", lirih Dea dengan mata terpejam.
"Syukurlah..maaf aku selalu kehilangan kendali saat memasukimu",ujar Kalen mengeratkan pelukannya.
Dea tak menjawab karena ia telah memasuki alam mimpinya.Wanita itu benar benar lelah dan dengan mudahnya untuk tertidur.
"Tidurlah....karena setelah ini akan ada lagi kejutan untukmu",gumam Kalen menatap wajah cantik sang istri yang membuatnya makin jatuh cinta.
Kalen ikut memejamkan matanya menyusul sang istri yang sudah lebih dahulu memasuki alam mimpi.
__ADS_1
...****************...
Mohon di luluskan Kak Editor,ini sudah beberapa kali revisi karena terus ditolak.