Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Sikap berani Aluna


__ADS_3

Dea begitu gugup saat semua orang menatapnya, ditambah lagi Kalen yang berdiri tak jauh dari sana juga menatapnya tajam.Gadis berusaha tersenyum tipis kala Marisa menyentuh pundaknya.


"Jangan gugup Dea...",bisik Marisa tersenyum tipis pada menantunya itu.


Dea mengangguk pelan sebagai jawaban karena lidahnya terasa kelu.Ini adalah pertama kalinya ia hadir dalam acara orang kalangan atas dan kini semua orang menatapnya penuh tanda tanya.Kecuali keluarga Atmaja yang sudah tau akan status dirinya adalah istri dari calon CEO rumah sakit ini.


"Dea ayo...!",ujar Marisa menggandeng Dea memasuki aula dan duduk di meja yang telah disediakan.


Dari kejauhan Aris menatap tanda tanya sahabatnya.Apa hubungan Dea dengan pemilik rumah sakit ini.Aris tau sahabatnya memang sudah menikah dan dia tak pernah tau pria dari keluarga kaya mana yang menjadi suaminya.Setau Aris keluarga Atmaja hanya memiliki satu orang putra yang sudah dewasa yaitu Kalen yang hari ini akan dinobatkan menjadi CEO rumah sakit ini.Tapi dari gesture tubuh dan tatapan pria itu tak ada menunjukkan kalau pria itu suami dari sahabatnya.


Aluna yang duduk tak jauh dari Dea menatap gadis itu dengan tatapan tajam.Yang ia tau dari Kalen gadis itu adalah sepupunya.Tapi dia baru ingat jika kedua orangtua Kalen adalah anak tunggal.Lalu siapa sebenarnya gadis itu.Aluna benar benar penasaran dengan siapa gadis itu sebenarnya.


Tak lama acara yang ditunggu tunggu pun di mulai.Tuan Wiliam nampak menaiki panggung dibantu asisten pribadinya.Pria tua itu menyampaikan bagaimana proses rumah sakit ini berdiri hingga kini menjadi salah satu rumah sakit yang besar.


Kalen yang duduk dibarisan depan sesekali mencuri pandang pada Dea yang duduk disebelah Mamanya.Pria itu berharap Kakeknya menempati janjinya untuk tidak membongkar jika ia telah menikah di hadapan semua orang.Ia tak ingin sang kekasih terluka oleh pengkhianatannya.


Kalen tersenyum tipis kala namanya disebut oleh sang Kakek sebagai pewaris dari rumah sakit ini dan sekaligus menggantikan sang Kakek untuk memimpin rumah sakit itu selanjutnya.


Dari belakang Aluna tersenyum dalam hati karena sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya Kalendra sesuai janji pria itu yang akan melamarnya setelah ia menjadi CEO.


"Selangkah lagi aku akan semakin disegani serumah sakit ini",batin Aluna tersenyum tipis.


Aluna sungguh berharap bisa menikah dengan Kalen demi sebuah pamor.Ia ingin di segani dan hormati oleh rekan seprofesinya.Apalagi saat ini beredar isu hubungan terlarangnya dengan salah satu dokter dirumah sakit ini.Semakin banyak para karyawan rumah sakit inji memandangnya sebelah mata.


Kalen melangkah menuju podium setelah namanya dipanggil sang Kakek untuk maju.Pria itu begitu tampan dengan setelan jas berwarna abu abu dengan kemeja berwarna navy.


Dea menatap sang suami penuh kagum tapi setelahnya ia sadar jika ia bukanlah siapa-siapa bagi pria itu.Hanya sebatas istri diatas kertas.Gadis itu memandangi sang suami yang begitu berwibawa memberikan kata sambutannya.Andai pria itu sedikit saja mau menerima kehadirannya sebagai istri mungkin ia akan begitu bangga dengan pria tampan itu.Tapi sayang pernikahan ini tak ubahnya sebagai permainan bagi pria itu.


"Dea...mungkin kalian belum saling mencintai,tapi Mama yakin suatu saat kalian pasti akan menjadi pasangan yang tak akan terpisahkan",ujar Marisa.


Dea hanya tersenyum tipis seraya mengamini dalam hati.Dia memang tak berniat sedikitpun mempermainkan pernikahan ini.Ia hanya berkeinginan untuk menikah sekali seumur hidupnya.

__ADS_1


Setelah Kalen selesai memberikan kata sambutan acara dilanjutkan dengan foto bersama.Marisa menarik tangan Dea untuk ikut berfoto bersama dan dipaksa berdiri tapat disebelah Kalen.


"Tunggu...!"


Kaisan yang baru datang berlari menuju panggung untuk ikut foto bersama.Pria itu berdiri disamping Dea dan tersenyum pada gadis itu.


Semua orang tersenyum melihat keseluruhan anggota Atmaja.Meski kehadiran Dea ditengah tengah mereka masih menjadi tanda tanya.


Aluna tampak mengepalkan tangannya saat melihat Kalen dan Dea layaknya seperti pasangan kekasih yang kompak dengan warna baju yang sama.Ia merasa gadis itu tak pantas berdiri disamping Kalen.


Setelah selesai bersua foto dan saat semua orang turun dari panggung.Aluna segera menghampiri sang kekasih dan keluarganya.Ini saatnya dirinya berkenalan dekat dengan calon mertuanya.


"Sayang... selamat ya",ujar Aluna menghampiri Kalen dengan sedikit mendorong Dea yang masih berdiri disamping Kalen.


Beruntung Kaisan segera memegangi tangan Kakak iparnya itu jika tidak Dea sudah dipastikan akan terjatuh.


Semua keluarga menatap Kalen dengan tatapan tajam.Begitu juga Marisa dan Rendra yang tampak terkejut dengan sikap berani Aluna.


"Gak apa apa Kak, makasih",jawab Dea tersenyum tipis.


"Sama sama Dea",balas Kaisan menatap Kakaknya yang sedang menatap tajam padanya.


"Hallo Tante...aku Aluna pacarnya Kalen",ujar Aluna memperkenalkan diri pada Marisa.


Marisa menatap wanita tak tau malu itu dengan tersenyum sinis."Ya...", jawab Marisa datar.


Aluna mengumpat dalam hati karena merasa dipermalukan oleh Marisa.


Dea melangkah turun dari panggung diikuti oleh Kaisan.Gadis itu memilih untuk pergi dari sana untuk duduk kembali ke kursinya.Gadis itu membuang muka saat tatapan Kalen bertemu dengannya.Gadis itu sungguh merasa miris dengan pernikahannya.Saat suaminya didekap erat oleh wanita lain ia tak bisa berbuat apa apa kecuali bersikap masa bodoh.


"Kalau aku jadi kamu sudah aku labrak tu cewek",ujar Kaisan.

__ADS_1


Dea hanya tersenyum seraya menggeleng pelan."Kak Kalen belum mengakhiri hubunganya jadi untuk apa?.Aku disini yang merebut Kak Kalen dari wanita itu",jawab Dea.


"Dimana mana istri sah itu berhak atas suaminya",ujar Kaisan.


"Aku bukan gadis seperti itu Kak.Untuk apa memperebutkan seseorang jika orang itu tak menghargai kita",ujar Dea.


"Perinsip yang bagus.Jika Kak Kalen menyakitimu ada aku yang akan siap pasang badan untuk melindungimu",ujar Kaisan.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri Kak",jawab


Dea tersenyum tipis.


Kalen yang melihat keakraban adiknya dengan sang istri tampak sedikit kesal.Bersama Kaisan istrinya begitu mudah akrab sedangkan bersamanya gadis itu begitu formal.


"Dea..."


"Aris..."


"Bisa kita bicara sebentar Dea?",tanya Aris menatap Kaisan sekilas.


"Kak...aku tinggal sebentar ya",ujar Dea diangguki oleh Kaisan yang kini menatap sang Kakak yang tengah menyapa beberapa kolega ditemani Aluna.


"Dea bisa kamu jelaskan apa hubungan kamu dengan keluarga Atmaja?",tanya Aris saat sudah berada diluar.


Dea menatap sekeliling takutnya ada yang mendengar pembicaraan mereka."Tapi kamu jangan bilang siapa siapa ya Ris",ujar Dea.


"Ya...aku janji", jawab Aris.


"Kalen adalah suamiku"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2