Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Wanita tak tau malu


__ADS_3

Pagi ini Kaira masih bergelung dengan selimut tebal membalut tubuhnya.Rasa pusing kembali datang membuatnya malas untuk bangun.


Faris yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum tipis melihat sang istri yang masih memejamkan kedua matanya.Pria itu belum menyadari jika sang istri memejamkan kedua matanya bukan karena tidur tapi karena pusing.


Faris mengambil pakaian kerjanya di dalam lemari.Jika biasanya pakaiannya di siapkan sang istri tapi berbeda pagi ini.Kaira masih bergelung di balik selimut.Tapi ia tak mempermasalahkan itu semua.Istrinya hamil muda dan ia sangat tau mood wanita hamil itu tak stabil.


Setelah berpakaian Faris membangunkan sang istri ingin sarapan bersama."Sayang...ayo bangun, sarapan dulu",ujar Faris mengusap lembut rambut Kaira.


Kaira membuka kedua matanya perlahan dan tersenyum tipis pada sang suami yang melabuhkan kecupan di keningnya.


"Ayo sarapan!",ujar Faris lembut.


"Disini aja Mas, pusing",jawab Kaira.


Faris menangkup pipi sang istri dengan sorot mata yang penuh kekuawatiran."Kamu baik baik saja kan sayang?,kalau begitu Mas akan tetap dirumah",ujar Faris yang gak ingin meninggalkan sang istri dengan keadaan seperti ini.


"Aku gak apa apa kok Mas,kamu berangkat kerja saja",jawab Kaira.


"Tapi--


"Aku baik baik saja Mas.Lagian ada Bibik kan dirumah",ujar Kaira.


"Tapi Mas takut kamu kembali tak sadarkan diri kayak kemarin sayang",jawab Faris.


"Aku gak apa apa Mas",jawab Kaira yakin.


"Huffhhh baiklah,Mas ada meeting pagi ini setelah itu Mas kembali pulang",ujar Faris.


"Iya...", angguk Kaira.


"Tunggu disini ya,Mas ambil sarapan untuk kamu dulu",ujar Faris.


"Iya Mas...",jawab Kaira.


Faris melangkah keluar kamar untuk mengambilkan makanan untuk sang istri.Pria yang sudah rapi dengan pakaian kantornya itu gak gengsi sama sekali untuk memasuki dapur mengambil makanan untuk dirinya dan sang istri.


"Tuan...mau sarapan sekarang?",tanya Bik Sum.


"Iya Bik...tapi di kamar aja,Kaira sedikit pusing",jawab Faris.


"Oalah... wajar Tuan,namanya juga hamil muda.Banyak istirahat saja",ujar Bik Sum.


"Iya Bik,nanti selama aku pergi kerja titip Kaira ya Bik, takutnya terjadi sesuatu",jawab Faris.

__ADS_1


"Beres Tuan",jawab Bik Sum.


Faris membawa nampan berisi sarapan untuknya dan Kaira juga berserta segelas susu hamil untuk sang istri ke kamar mereka.Ternyata sang istri sudah duduk bersandar di kepala ranjang.


"Nyaman gak duduknya,mau di tambah lagi gak bantalnya agar kamu nyaman duduknya", tanya Faris perhatian.


"Nyaman kok Mas",jawab Kaira meletakkan ponselnya.


"Mas..."


"Ya... ada apa,hm?.Mau sesuatu?", tanya Faris memberikan piring berisi nasi goreng pada Kaira.


"Nanti siang aku ada kelas,bisa jemput aku gak ke sini?",tanya Kaira.


"Kamu masih sakit sayang, besok aja ya.Hari ini libur dulu",jawab Faris.


"Aku ada ujian Mas,dan ini gak ada ujian susulannya",ujar Kaira.


"Kamu yakin gak akan kenapa-napa nantinya?",tanya Faris.


"Yakin Mas,nanti aku yakin pusingnya juga hilang",jawab Kaira.


"Baiklah,kamu berangkat jam berapa?",tanya Faris.


"Oke,nanti Mas jemput kamu",ujar Faris diangguki Kaira.


Keduanya sarapan bersama, beruntung bumil pagi ini gak bikin ulah dan mau memakan sarapannya tanpa adanya drama seperti kemarin.Setelah selesai Faris berangkat ke kantor karena satu jam lagi ada meeting.


"Mas berangkat ya sayang",ujar Faris mengecup kening sang istri.


"Iya Mas,hati hati",jawab Kaira.


"Jangan bikin Bunda kamu kesakitan ya sayang",ujar Faris mengecup perut rata Kaira dengan lembut setelahnya ia langsung berangkat ke kantor.


***


Faris memasuki perusahaannya dengan langkah tegapnya.Pria itu langsung menuju ruangannya dilantai paling atas.Pria berwajah datar itu hanya mengangguk saat para karyawan menyapanya.Tak ada senyuman,karena senyumannya hanya untuk sang istri tercinta.


"Pak...ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda",ujar sekretaris Faris yang menunggu kedatangannya.


"Siapa?", tanya Faris.


"Dia sudah menunggu anda di dalam Pak?",jawab sekretarisnya itu.

__ADS_1


"Pria atau wanita?",tanya Faris.


"Wanita Pak",jawab sekretarisnya itu.


"Kau ikut denganku ke dalam kalau begitu",ujar Faris masuk kedalam ruangannya.


Faris melangkah lurus ke meja kerjanya mengabaikan wanita yang sedang duduk di sofa ruangan menatapnya penuh kagum. Sedangkan sektretaris Faris berdiri tak jauh dari meja kerja pria itu.


"Faris..."


Faris menoleh dan menatap datar wanita itu.Tak ada reaksi apapun dari Faris saat wanita yang cukup cantik itu berjalan menghampirinya dengan langkah anggunnya.


"Faris sudah lama kita tidak bertemu,aku ingin kita--


"Katakan saja apa tujuanmu kesini,aku tak punya banyak waktu untuk berbasa-basi",ujar Faris sibuk dengan berkasnya.


"Aku ingin kita makan siang bersama sekalian bernostalgia tentang masa lalu kita saat masih sekolah dulu",ujar wanita itu dengan percaya dirinya.


"Aku tidak bisa karena nanti siang aku akan menemani istriku dan untuk masa lalu aku tak ingin lagi menoleh kebelakang.Dan juga tak ada yang menarik bagiku.Kau dan aku dulu juga tidak terlalu dekat bukan",jawab Faris.


"Tapi--


"Aku tak meeting sebentar lagi, silahkan pergi", ujar Faris menunjuk pintu ruanganya.


"Faris...aku menyukaimu",ujar wanita itu tanpa basa-basi.


Faris mengangkat sebelah alisnya menatap datar wanita itu."Apakah urat malumu sudah putus sehingga kau tak ada malunya mengatakan suka padaku yang merupakan pria beristri",ujar Faris


Sekretaris Faris mengulum senyumannya melihat wanita itu yang menahan rasa kesalnya.Wanita itu terlalu percaya diri menurutnya.Wanita ini tak ada apa apanya dibandingkan Kaira.


"Tapi aku jauh lebih baik dari istrimu itu",ujar wanita itu.


Faris tersenyum miring."Lihat baik baik foto ini,dia adalah istriku.Jauh lebih cantik darimu",ujar Faris memperlihatkan foto Kaira yang ia panjang di meja kerjanya.


"Tapi--


"Kita meeting sekarang,kamu bawa berkas ini!",ujar Faris pada sekretarisnya mengabaikan wanita itu yang sudah tampak kesal.


Faris meninggalkan ruangannya diikuti sang sekretaris dari belakang.


"Argh...aku akan mendapatkanmu Faris,apapun caranya",ujar wanita itu lalu pergi dari ruangan itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2