Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kedatangan Papa Faris


__ADS_3

Tok tok tok


Ceklek


"Ada apa Kak?", tanya Kaira saat sang Kakak sudah berada dihadapannya.


"Mana Rania,Ra?",tanya Kalen.


"Tidur Kak...", jawab Kaira membukakan pintu kamarnya lebar lebar.


"Akan Kakak pindahkan ke kamarnya",ujar Kalen memasuki kamar sang adik dan mengambil tubuh Rania dengan hati-hati agar tak terbangun.


Setelah kepergian Kalen, Kaira melanjutkan kembali tidurnya.Gadis itu sebenarnya tadi sudah tertidur tapi saat mendengar ketukan di pintu kamarnya yang ia yakini adalah Kakaknya ia terpaksa membuka kembali kedua matanya.


"Kalau kayak gini kan aku susah untuk tidur lagi",gumam Kaira yang entah kenapa rasa kantuknya menguap begitu saja.


Ia memutuskan untuk duduk kembali sembari bersandar di dasboard tempat tidur memainkan ponselnya.Ia membuka akun sosial medianya yang akhir-akhir ini jarang ia buka.


Ia hanya menscrol saja karena tak ada yang menarik perhatiannya.Ia bukan termasuk pengguna media sosial aktif yang selalu setiap hari upload apa saja kegiatannya seperti kebanyakan orang.


"Huh... mending lanjut tidur",gumamnya berusaha untuk memejamkan kedua matanya agar bisa kembali melanjutkan tidurnya.


Sementara itu Faris masih berada di restorannya mengecek pembukuan dan juga perkembangan restorannya itu.


Tok tok tok


"Masuk!"


"Maaf Pak,saya membawakan kopi untuk anda",ujar seorang pelayan yang memegangi baki berisi segelas kopi.


"Saya tidak minum kopi di malam hari", jawab Faris yang fokus pada lembaran kertas di hadapannya.


"Tapi anda akan mengantuk jika--


"Keluarlah,dan jangan lagi membawakan apapun kesini sebelum aku yang memintanya.Dan ya...kamu dipecat",ujar Faris.


Seseorang yang merupakan karyawatinya di restoran itu tampak terkejut dengan akhir kalimatnya Faris.Dirinya dipecat dan itu sungguh mengejutkan baginya.


"Apa salah saya Pak",ujar orang itu.


Faris menatap tajam karyawati itu."Apa aku perlu memutarkan rekaman cctvnya.Apa yang kau campurkan pada kopi yang kau bawa itu",jawab Faris.


"Maafkan saya Pak,saya--


"Keluarlah!, sebelum aku memintamu meminum kopi itu dan kau tau apa akibatnya bukan",ujar Faris.


Orang itu langsung pergi dengan raut wajah ketakutan.


"Bicth...",umpat Faris pelan.


Beruntung ia meletakan layar monitor cctv di ruangannya guna memantau karyawannya dari ruangannya.Tadi gak sengaja Faris melihat rekaman cctv yang memperlihatkan karyawatinya mencampur sesuatu pada minuman kopi.


Awalnya ia tidak menduga jika kopi itu bukanlah untuknya namun saat karyawati itu membawa kopi itu untuknya,ia tau maksud tujuan karyawati itu.


***

__ADS_1


"Ada apa Kak,pagi pagi udah heboh?",tanya Kaira mendengar pekikan sang Kakak ipar saat menerima telepon.


"Ra, keponakan kamu nambah satu lagi",ujar Dea.


"Ha?,Kak Dea hamil lagi?",tanya Kaira.


"Benar sayang kamu hamil?", timpal Kalen yang baru saja keluar dari kamar.


"Bukan Mas,tapi Mika yang hamil.Barusan dia telepon aku mengatakan jika ia hamil 4 minggu", jawab Dea.


"Oh...",jawab Kalen dan Kaira bersamaan.


"Kok cuma oh sih?",tanya Dea.


"Lalu aku harus apa sayang?", tanya Kalen.


"Ya senang dengan bersorak gitu Mas",ujar Dea.


"Jika kamu yang hamil baru aja aku lakukan",jawab Kalen.


"Huffhh... ya deh",ujar Dea.


Kaira hanya tersenyum tipis lalu duduk di kursi meja makan.Ia tak terlalu kaget dengan berita kehamilan Mika,karena ia sudah menduganya saat satu hati yang lalu Kaisan mengabarinya.


"Ra...kamu jadi hari ini berangan ke kota xxx?",tanya Dea.


"Ya Kak,agak sore an setelah pulang dari kantor langsung berangkat", jawab Kaira.


"Oh..


Mas Faris


[Mas sudah jalan ka sana ya]


**Ya Mas**...


Kaira memakan sarapannya dengan cepat agar Faris tidak menunggu lama nantinya.


Dan benar saja tak lama Faris datang, keduanya langsung berangkat setelah pamit dulu kepada Kalen dan Dea.


"Pulang jam berapa semalam Mas?", tanya Kaira.


"Jam 01:00 dini hari, kenapa?",jawab Faris.


"Kok pulangnya lama Mas?", tanya Kaira.


"Ada beberapa karyawan yang bermasalah,dan harus diselesaikan malam itu juga",jawab Faris.


"Oh..."


"Kamu sudah sarapan?",tanya Faris.


"Sudah Mas,kamu?",jawab Kaira.


"Belum... nanti dikantor saja",ujar Faris.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit keduanya sampai di perusahaan.Keduanya turun dan memasuki lobi kantor dengan jalan beriringan.


"Kamu naik duluan ya,aku sendikit ada urusan",ujar Faris.


"Iya Mas...", jawab Kaira.


Faris menghampiri seseorang yang duduk di lobi kantor manatapnya lembut.


"Faris..."


"Ada apa?",tanya Faris dengan wajah datarnya.


"Nak...ada yang ingin Papa bicarakan sama kamu",jawab orang itu.


"Lima menit", ujar Faris menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.


"Papa minta maaf Faris, sudah meninggalkan kamu dan Mama kamu.Papa menyesal sudah menyia-nyiakan kalian",jawab orang itu penuh sesal.


"Minta maaflah pada Mama",ujar Faris.


"Mama kamu tidak mau bertemu Papa,dia--


"Itu berarti begitu banyak luka yang Papa tinggalkan untuk Mama",ujar Faris.


"Ris--


"Maafkan aku, jika hanya untuk minta maaf sebaiknya anda pergi dari sini.Pekerjaanku sangat banyak.Jangan menemui Mama jika akan membuka luka lama yang selama ini Mama berusaha kubur",ujar Faris.


"Saya ini Papamu Faris,saya--


"Bagi kami anda sudah mati saat dimana anda meninggalkan kami demi wanita lain",ujar Faris.


"Faris kamu--


Faris melangkah meninggalkan pria yang meneriaki namanya itu.Ia tak lagi mempedulikan pria paruh baya yang merupakan ayah kandungnya itu.


Selama ini ia sudah hidup bahagia bersama sang Mama.Bertahun mereka hidup dalam kekurangan.Mamanya rela bekerja apa saja agar dia bisa sekolah karena setelah Papanya pergi meninggalkannya, pria itu lepas tanggungjawab.


Kini pria itu datang kembali dan ia yakin akan membuat sang Mama kembali terluka.Dan ia tak akan membiarkan itu terjadi.


"Mas...ini ada berkas yang harus ditandatangani Kak Kalen",ujar Kaira memasuki ruangan kerja Faris.


"Letakkan disana saja Kau", jawab Faris.


"Ya...aku permisi dulu",ujar Kaira.


"Hmmm"


"Kai tunggu..!",seru Faris.


"Ya Mas, ada apa?", tanya Kaira membalikan badannya menatap Faris.


"Aku--


...****************...

__ADS_1


__ADS_2