Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#207


__ADS_3

"Mas sepertinya dia masih mengharapkanmu",ujar Kaira.


Faris menghentikan langkahnya."Tapi aku tidak",jawab Faris kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


Kaira tau wanita itu begitu berambisi untuk mendapatkan Faris kembali.Tapi seperti pria yang sudah menjadi tunangannya itu tampak biasa saja.


"Masuklah ke ruanganmu!",ujar Faris.


"Ya Mas...",jawab Kaira melangkah menuju ruangannya meninggalkan Faris yang menatap kepergiannya.


"Apakah tak ada rasa cemburu dihatimu saat Ayuni berusaha untuk mengangguku",gumam Faris lalu masuk ke ruangannya.Pekerjaannya sangat banyak hari ini.Ada beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Kalen tapi pria itu sibuk dengan pekerjaannya yang lainnya.


...Faris menghubungi Kalen karena tadi ia lupa mengatakan pada atasanya itu untuk singgah ke perusahaan karena ada berkas yang harus ia tandatangani....


"Maaf Pak menganggu waktu anda,bisakah nanti siang ke kantor karena ada berkas yang harus anda tandatangani",ujar Faris saat sambung telfon terhubung.


"Saya sedikit sibuk Faris,bisakah kamu mengutus seseorang ke rumah sakit untuk membawakan berkasnya",jawab Kalen.


"Baiklah Pak,saya akan minta Kaira untuk mengantarkannya kesana",ujar Faris.


"Baiklah, sebentar lagi saya sampai dirumah sakit",jawab Kalen.


"Ya Pak..."


Klik


Faris mengambil beberapa berkas lalu mengantarkan keruangan Kaira.


Ceklek


"Kai,bisa minta tolong gak?",tanya Faris pada Kaira yang fokus pada laptopnya.


"Ada apa Mas?",tanya Kaira mengalihkan pandangannya pada Faris.


"Kamu bisa ke rumah sakit tempat Pak Kalen kerja gak.Ada berkas yang harus ditandatangani",jawab Faris.


"Bisa Mas,tapi aku pinjam mobil kamu ya",ujar Kaira.


"Iya,ini berkasnya dan ini kunci mobilku",ujar Faris memberikan berkas itu pada Kaira beserta kunci mobilnya.


"Oke,aku berangkat sekarang",ujar Kaira menyambar ponselnya lalu dan berkas yang diberikan Faris.


"Kamu hati hati ya,ingat fokus dalam menyetir",ujar Faris yang tau jika Kaira akan sangat bosan menyetir sendiri.


"Ya Mas...",jawab Kaira tersenyum tipis.


Kaira melangkah meninggalkan ruangannya untuk mengantar berkas yang akan ditandatangani sang Kakak.


Kaira memasuki lift khusus karyawan karena biasanya lift jarang sepi.Dan benar saja ada tiga orang karyawan didalam lift.Kaira melempar senyuman pada ketiga karyawan itu.Namun sepertinya ketiga hanya menanggapinya dengan sinis.


Kaira memainkan ponselnya karena bosan karena ketiga orang itu tampak tak menghiraukan keberadaannya.


"Sepertinya dia karyawati baru", bisik salah satu dari ketiganya.


"Iya, aku sering melihatnya bersama Pak Faris, sepertinya sekretaris Pak Kalen", timpal yang lainnya.


"Eh bukankah Pak Kalen tak pernah mempekerjakan wanita didekatnya",ujar salah satu dari mereka.


"Mungkin sekarang sudah karena Pak Kalen sudah jarang ke kantor", timpal yang lainnya.


Kaira menghembuskan nafas berat saat ketiga orang dibelakangnya berasumsi padanya.


Tring


Kak Kalen is calling...

__ADS_1


"Ya Kak..."


"Kamu sudah jalan ke sini?", tanya Kalen.


"Belum.Ini masih di kantor jalan kesana.Ada apa Kak?",jawab Kaira.


"Nanti kamu tunggu Kakak dulu diruangan Kakak ya.Ini Kakak ada jadwal operasi",ujar Kalen.


"Lama gak Kak, pekerjaanku di kantor juga banyak.Ini berkas butuh tandatangan Kakak", sungut Kaira.


"Gak lama kok,cuma operasi ringan",ujar Kalen.


"Ya sudah pesanin aku makanan dari kantin rumah sakit",jawab Kaira keluar dari lift.


"Baiklah..."


Klik


"Dia adiknya Pak Kalen", ujar salah satu dari ketiga karyawan tadi.


"Kayaknya...", jawab rekannya.


"Makanya,punya mulut jangan julid,andai dia ngadu ke Pak Kalen habis kalian berdua",ujar rekannya yang tadi hanya diam saja.Ia cukup tau Kaira adalah adik dari CEO mereka karena pernah melihat Kaira turun dari mobil milik Dea.


"Semoga saja dia gak ngadu", ujar keduanya.


***


Kaira turun dari mobil milik Faris lalu melangkah menuju resepsionis yang tersenyum ramah padanya.


"Ada yang bisa dibantu Dek?", tanya resepsionis berseragam putih itu ramah pada Kaira.


"Saya adiknya Dokter Kalen,dan mau keruangannya", jawab Kaira.


"Sudah Kak,terima kasih ya", jawab Kaira ramah.


"Ya..."


Kaira menaiki lift menuju lantai tiga dimana ruangan sang Kakak berada.Setibanya di lantai tiga Kaira langsung menuju ruangan Kakaknya.


Brugh


"Awh...", pekik Kaira saat tubuhnya terhuyung ke belakang namun seseorang menahan tubuhnya.


"Maafkan saya",ujar seorang pria yang memakai almamater putih membantu Kaira berdiri kembali.


"Ya tak masalah", jawab Kaira tersenyum tipis.


"Mau jenguk pasien?", tanya pria itu.


"Tidak,saya mau ke ruangan Dokter Kalen", jawab Kaira.


"Oh... Dokter Kalen lagi diruang operasi",ujar pria itu yang merupakan rekan kerja Kalen.


"Ya saya sudah tau",jawab Kaira tersenyum canggung.


"Oh... kenalkan aku Hadi, dokter anak juga",ujar pria itu mengulurkan tangannya.


"Kaira...", jawab Kaira menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Saya permisi dulu",ujar Kaira meninggalkan pria itu yang menatap kepergiannya dengan senyuman tipis yang mengukir bibirnya.


Kaira memasuki ruangan Kalen karena Kakaknya tak mengunci pintu ruangannya berhubung dia yang akan datang.


Kaira duduk di sofa ruangan Kalen lalu bermain ponsel.Ia bosan sekarang tak tau mau ngapain.

__ADS_1


Ting


Mas Faris


[Kamu sudah sampai di rumah sakit?]


[Sudah Mas]


Mas Faris


[******Oh syukurlah******...]


[Aku sedikit lambat balik ke kantor Mas,Kak Kalen lagi di ruang operasi]


Mas Faris


[Ya...]


Diluar ruangan Dea yang juga datang ke rumah sakit dicegat seorang suster.


"Buk Dea... tunggu Buk",ujar suster itu menghampiri Dea.


Dea menghentikan langkahnya."Iya Sus...ada apa?", tanya Dea ramah.


"Tadi saat melihat seorang wanita memasuki ruangan Dokter Kalen,dan sampai sekarang belum keluar", jawab suster itu membuat Dea terkejut.


"Yang benar Sus?", tanya Dea dengan perasaan yang sudah tak enak.


"Iya,cek aja Buk.Jangan jangan pelakor lagi", jawab suster itu.


Dea langsung melangkah dengan tergesa-gesa menuju ruangan Kalen dikuti suster itu yang juga penasaran dengan apa yang terjadi.


Brak


Kaira yang sedang duduk memainkan ponsel menoleh."Kak Dea...",gumam Kaira yang terkejut dengan kedatangan Kakak iparnya itu.


"Kaira..."


"Ada apa Kak?,kok Kakak kayak emosi gitu",tanya Kaira.


"Huffhhh...gak apa apa", jawab Dea menghela nafas panjang.


"Sus,dia maksud kamu yang masuk ke ruangan ini", tanya Dea.


"Iya Buk...", jawab suster itu.


"Dia ini adik ipar saya Sus, adiknya suami saya",ujar Dea membuat suster itu terkejut.


"Ada apa sih Kak?", tanya Kaira menatap bingung keduanya.


"Maafkan saya Buk,saya gak bermaksud lain", jawab suster itu dengan kepala tertunduk.


"Ya sudah kamu boleh pergi",ujar Dea.


"Ya Buk",jawab suster itulah pergi meninggalkan ruangan Kalen.


"Maaf ini pesanan makanan untuk ruangan dokter Kalen",ujar seorang berseragam OB yang mendorong troli berisi makanan.


"Kamu pesan makanan Ra?",tanya Dea.


"Kak Kalen pesanin buat aku",jawab Kaira meminta OB itu masuk untuk meletakkan makanan pesanannya.


"Oh..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2