Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#232


__ADS_3

"Kai...kita makan siang disini saja,tak apa kan?. Pekerjaaanku masih banyak",ujar Faris menatap sang kekasih yang sedang mengerjakan tugasnya.


"Iya Mas...gak apa apa",jawab Kaira.


"Kamu mau makan apa,biar aku minta OB untuk membelikannya",tanya Faris.


"Sama kan saja sama kamu Mas",jawab Kaira.


"Baiklah...",jawab Faris lalu menghubungi office boy untuk datang keruangannya.


"Kai..."


"Ya Mas...ada apa?",tanya Kaira.


"Banyak tugasnya?",tanya Faris balik.


"Ya...Kak",jawab Kaira yang fokus pada buku yang ada dihadapannya.


"Kenapa dulu tidak mengambil jurusan bisnis saja sayang?",tanya Faris.


"Mungkin karena keluargaku keseluruhan dokter jadi itu juga yang menjadikan patokan aku Mas untuk kuliah di dunia kesehatan ini", jawab Kaira.


Tak lama pintu ruangan kerja Faris diketuk dari luar.Seorang pria berseragam OB memasuki ruangan pria itu.


Faris memberikan catatan menu makanan dan menyelipkan beberapa lembar uang pada OB itu.


"Saya kasih uang lebih,kamu beli makanan juga untuk kamu ya",ujar Faris.


"Terimakasih banyak Pak",jawab office boy itu sopan.


"Hmmmm...",jawab Faris berdehem pelan.


Kaira tersenyum tipis mendengar percakapan sang kekasih pada bawahannya itu.Faris terlihat menghargai bawahannya dan itu membuat Keira tersentuh.


Ting


Kak Dea


[Ra...ini ada kiriman buket bunga ke rumah buat kamu]


**Dari siapa Kak**?


Kak Dea


[Atas nama Hadi]


**Buang saja Kak**!


Kak Dea


[Kok dibuang Ra, cantik banget ini]

__ADS_1


**Buat Kakak aja kalau Kakak mau.Aku gak mau.Nanti Mas Faris tau dianya pasti marah**.


Kak Dea


[Gak ah...nanti Kakak kamu salah paham lagi]


Buang aja kalau gitu Kak!,atau kasih Bibik saja


Kak Dea


[Baiklah...kamu belum pulang?]


**Belum Kak,ini lagi di kantor Mas Faris**


Kak Dea


[Cieee... nempel terus kayak perangko]


😄😄😄😄


"Chatting sama siapa,hm?",tanya Faris duduk disebelah Kaira.


"Sama Kak Dea,Mas",jawab Kaira.


"Katanya kerjaan kamu banyak,kok malah duduk disini Mas",ujar Kaira.


"Ini jam istirahat siang sayang", jawab Faris mencubit gemas hidung mancung Kaira gemas.


"Tapi ini nanggung Mas",jawab Kaira.


"Iya,Mas tau.Kasihan tuh mata kamu sayang",ujar Faris.


"Iya deh iya",jawab Kaira menyimpan buku bukunya.


"Dongkol,hm?", tanya Faris melepaskan ikatan rambut Kaira.


"Kok dilepas sih Mas, gerah",jawab Kaira.


"Kamu pamer leher jenjangmu pada orang orang?",tanya Faris.


"Ya enggaklah Mas,mana ada kayak gitu",jawab Kaira.


"Lalu apa namanya,hm?. Rambut diikat keatas kayak gitu",ujar Faris.


"Gerah saja Mas",jawab Kaira.


Faris menggeleng pelan sembari merapikan rambut Kaira yang terurai dengan jemari tangannya.Kekasihnya ini selalu saja memiliki jawaban.Memang benar pria tak akan pernah menang melawan wanita jika berdebat.


"Mas suka lihat rambut kamu tergerai sayang, lebih cantik", bisik Faris.


"Apaan sih Mas,jangan gombal ya",ujar Kaira.

__ADS_1


"Mana bisa Mas menggombal sayang.Itu fakta",jawab Faris.


Kaira tersenyum tipis karena ia begitu bahagia memiliki sang kekasih yang begitu perhatian padanya.


Tak lama pesanan makanan mereka datang, keduanya makan siang dengan lahap.Tak ada yang membuka suara mereka fokus mengisi perut mereka yang kelaparan.


***


"Kai... besok kan tanggal merah,kamu ada planning gak besok?", tanya Faris yang saat ini dalam perjalanan pulang bersama sang kekasih.


"Gak ada sih Mas, kenapa?", jawab Kaira.


"Mau ajak kamu ke rumah Mama,mau?",tanya Faris.


"Mau banget Mas",jawab Kaira antusias.


"Senang banget.Ada apa ini,hm?",kekeh Faris.


"Mama kamu orangnya nyenengin Mas, nyambung aja ngobrol sama Mama kamu",jawab Kaira.


"Bagus dong.Sepertinya kamu nantinya bakal jadi menantu kesayangan ini",ujar Faris.


"Doakan saja Mas",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Mama jika sudah suka sama seseorang dia akan jauh menyayanginya melebihi anaknya sendiri.Kamu ingatkan gimana Mama ngomelin Mas saat direstoran waktu itu karena kamu belum sarapan",ujar Faris.


"Iya...aku ingat", angguk Kaira.


"Mas gak sabar nunggu waktu enam bulan lagi buat jadikan kamu Nyonya Wiratama",ujar Faris.


"Apaan sih Mas", elak Kaira tersipu malu.


"Kenapa kamu ngebet banget mau nikah,hm?.Benar alasannya karena Ayuni atau ada alasan lain,hm",tanya Faris.


"Ya...karena Kak Ayuni lah.Dia kayaknya begitu terobsesi sama kamu Mas",jawab Kaira.


"Biarkan saja, selagi dia tidak menyakiti kamu Mas akan tetap diam.Tapi tenang saja dia dalam pengawasan orang yang Mas percaya saat ini.Jadi dia tak akan berani lagi untuk macam-macam",ujar Faris.


"Iya Mas...",jawab Kaira tersenyum tipis.


Kaira mengerutkan keningnya saat melihat seseorang yang begitu ia kenali duduk di trotoar dengan pakaian lusuh.


"Kenapa sayang,kamu lihat apa?",tanya Faris.


"Bukan apa apa Mas",jawab Kaira.


"Kamu kenal wanita tunawisma itu?", tanya Faris.


"Dia--


...****************...

__ADS_1


__ADS_2